Filipina Tidak Ingin Membeli Lebih Banyak Frigat, Namun Memilih Kapal yang Lebih Kecil

Filipina tidak tertarik membeli lebih banyak frigat setelah pengiriman dua kapal sepanjang 107 meter dari Korea Selatan. Negara kepulauan kecil itu malah akan mencari kapal yang lebih kecil, ungkap Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana.

“Saya pikir dua frigat dari Hyundai akan menjadi yang terakhir dalam waktu dekat. Kami tidak tertarik untuk memesan lebih banyak kapal besar atau yang besar,” kata Lorenzana kepada audiens ekonom pekan lalu, 21 Maret, dalam sebuah forum yang diselenggarakan oleh Yayasan Kebebasan Ekonomi.

“Kami harus membeli lebih banyak kapal kecil, kapal cepat,” katanya.

Lorenzana menanggapi sebuah pertanyaan dari mantan direktur umum National Economic and Development Authority Romulo Neri yang menanyakan ‘apakah membeli kapal mahal adalah pilihan yang cerdas?’, katanya, ‘sementara musuh dapat menenggelamkannya dengan satu tembakan’.

Neri mengatakan mungkin lebih bijak untuk membeli kapal-kapal kecil, yang diproduksi secara lokal.

Apakah ini ide yang bagus? Lorenzana setuju dengan Neri, mengutip bagaimana “satu torpedo dapat menenggelamkan satu frigat seharga 8 miliar peso.”

Tetapi posisi ini dapat menimbulkan pertanyaan dari kamp-kamp yang ingin Angkatan Laut Filipina memperoleh lebih banyak kapal untuk berpatroli di Zona Ekonomi Eksklusif negara itu (ZEE).

Kapal yang lebih kecil umumnya hanya cocok untuk patroli pantai dan tidak memiliki daya tahan untuk pengerahan yang lama, menurut seorang pensiunan perwira Angkatan Laut.

Negara membutuhkan minimal 6 frigat atau kapal patroli jarak jauh, berdasarkan pernyataan yang dibuat selama pemerintahan sebelumnya, untuk dapat memantau perairan negara itu. Angkatan Laut idealnya juga harus memiliki sekitar selusin korvet atau kapal perang yang lebih kecil, berdasarkan diskusi di Angkatan Laut.

Pemerintahan Aquino telah memulai modernisasi sederhana karena mengidentifikasi agresivitas Cina di Laut Filipina Barat (Laut Cina Selatan) sebagai ancaman keamanan terbesar.

Angkatan Laut Filipina, yang hingga saat ini memiliki kapal perang peninggalan Perang Dunia II, memperoleh 3 weather high- endurance cutters dari Penjaga Pantai AS.

Ini juga mendanai akuisisi dua frigat yang diharapkan tiba di bawah pemerintahan Presiden Rodrigo Duterte.

Frigat menjadi kontroversial setelah mantan kapten Angkatan Laut Laksamana Madya Ronald Mercado dan Departemen Pertahanan Nasional memiliki ketidaksepakatan tentang bagaimana pembuat kapal Heavy Hyundai Industries berencana untuk melengkapi kapal perang buatannya. Mercado dipecat karena pembangkangan.

Presiden Rodrigo Duterte telah menghangatkan hubungan dengan China dan pemerintahannya mengandalkan janji Beijing bahwa ia tidak akan menduduki atau membangun lebih banyak fitur di Laut Filipina Barat, sebagaimana dilansir dari laman Rappler (26/ 03).

Photo : KRI Halasan 630 (piet sinke)

Editor : (D.E.S)

Iklan

2 tanggapan untuk “Filipina Tidak Ingin Membeli Lebih Banyak Frigat, Namun Memilih Kapal yang Lebih Kecil”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s