Latihan Bersama Port Visit Indomalphi

Tiga kapal perang dari Indonesia, Malaysia dan Filipina yang dilengkapi dengan persenjataan dan pasukan berada di perairan Tarakan selama tiga hari, Rabu (4/4) sampai dengan Jumat (6/4).

Armada laut jenis kapal patroli cepat seperti KRI Sidat 851 dari TNI AL, KD Baung 3509 dari Tentera Laut Diraja Malaysia dan BRP Gen. Mariano Alvarez dari angkatan laut Filipina, itu bukan karena mendeteksi adanya teroris di Tarakan. Melainkan untuk melakukan latihan bersama dalam rangka Port Visit Indomalphi (Indonesia–Malaysia–Piliphina) yang sudah berjalan sejak 2017 lalu.

“Pelatihan kita ini yang kedua kali. Di sini (Tarakan) mulai 4–6 April adalah untuk melatih kerja sama antara tiga angkatan, khususnya angkatan laut tiga negara. Mereka melaksanakan kerja sama di lapangan bagaimana melaksakan tindakan saat menghadapi ancaman di laut,” ujar Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) XIII/Tarakan Laksamana Pertama TNI Sigit Setiyanta, kemarin.

Selain melibatkan kapal perang, sebanyak 126 pasukan dari angkatan laut ketiga negara ikut terlibat. Mereka nantinya akan bekersama-sama dalam melakukan operasi penanganan ancaman di perairan Kalimantan  Utara.

“Mulai dari komunikasinya, bagaimana melaksanakan pemeriksaan kepada pelangaran yang ada di laut, bagaimana mereka membawa orang yang melakukan tindak kejahatan di laut untuk dibawa ke pangkalan terdekat,” beber jenderal bintang satu itu.

Alumnus Akademi Angkatan Laut (AAL) 1987 ini menjelaskan, Port visit Indomalphi merupakan tindak lanjut dari maraknya perompakan yang terjadi, beberapa waktu sebelumnya di wilayah perbatasan tiga negara ini, khususnya di perairan Sulu, Filipina yang banyak menyandera warga negara asing, termasuk Indonesia.

Kerja sama ini diawali pada 2016 lalu melalui perintah Presiden Joko Widodo kepada Menteri Luar Negeri, Menteri Pertahanan, dan Panglima TNI kala itu untuk segera berkoordinasi dengan kementerian luar negeri dan pertahanan Filipina maupun Malaysia.

Lalu, Ditindaklanjuti melalui pertemuan antara Menteri Luar Negeri dan panglima angkatan bersenjata ketiga negara di Jogjakarta pada Mei 2016. Empat bulan setelah pertemuan tersebut, ditindaklanjuti lagi dengan perjanjian kerja sama pengamanan perbatasan oleh tiga menteri pertahanan pada 2 Agustus 2016 di Bali.

“Kegiatan yang dilaksanakan ini luar biasa. Melalui Panglima TNI, Menhan dan Kepala Staf TNI AL, TNI AL menyiapkan pangkalan di Mako Lantamal XIII ini sebagai maritime command center yang diresmikan atau di-launching pada Juni 2017 yang dihadiri Menteri Pertahanan dan Panglima TNI, serta kepala staf dari tiga negara,” ungkap Sigit.

Setelah peluncuran, dilaksanakan peresmian trilateral air patrol di Subang, Malaysia pada Oktober 2017. Dan, selanjutnya pada November 2017 untuk pertama kali dilaksanakan kegiatan Port Visit Indomalhi di Tawi-Tawi, Filipina.

“Adapun tujuan kegitan ini adalah kami melaksanakan kerja sama pengamanan perbatasan untuk mencegah tindakan perompakan, khususnya terorisme, bagaimana pemerintah ketiga negara ini menjamin pengguna laut rasa aman dan nyaman menggunakan laut kita ini,” jelasnya.

Kerja sama ini pun diakuinya cukup ampuh menekan bentuk kegiatan perompakan di perairan perbatasan. Menurut pengamatannya, selama terjalinnya kerja sama ini, sudah tidak ada lagi ancaman dari kelompok perompak yang menawan warga negara asing.

Hanya, bentuk pelanggaran biasa saja yang dijumpai. Misal, khusus TNI AL sendiri, sejak Januari 2018 ini telah mengamankan penyelundupan narkoba di wilayah perbatasan Sebatik, Nunukan pada Februari lalu. Dari operasi itu diamankan sekitar 257 gram sabu-sabu yang ditangkap oleh pasukan dari Pos AL di Sei Pancang, Sebatik. Dilanjutkan tangkapan sabu bersama senjata rakitan pada Maret.

Selain menggelar kegiatan bersama antarnegara dalam upaya menjaga perairan perbatasan, dikatakan Sigit, TNI AL rutin menggelar operasi seperti beberapa bulan lalu dengan melibatkan kapal-kapal perang dari Armatim, pesawat intai dan angkut serta helikopter. Selain itu, menempatkan juga satuan tugas Marinir satu kompi di Ambalat. Dan, Februari lalu, pasukan khusus TNI AL yaitu Denjaka menggelar simulasi penanggulan teroris di Sungai Pancang, sebagaimana dikutip dari laman Prokal (5/ 4).

Photo : Kapal Perang KD Baung 3509 dari Tentera Laut Diraja Malaysia sandar di Pelabuhan Malundung Tarakan, Rabu (4/4). (Prokal)

Editor : (D.E.S)

Iklan

One thought on “Latihan Bersama Port Visit Indomalphi”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s