Sudah Saatnya Kapal Bakamla Setara Alutsista TNI AL

Badan Keamanan Laut (Bakamla) bisa memiliki kapal patroli yang dipersenjatai setara dengan TNI Angkatan Laut (AL) demi menjaga dan meningkatkan keamanan di kawasan laut Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan Universitas Pertahanan (Unhan), Laksda TNI Amarulla Octavian, saat menjadi pembicara dalam seminar nasional ‘Keamanan dan Keselamatan Laut Dalam Rangka Mewujudkan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia’ di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (5/4).

Octavian mengungkapkan bahwa Bakamla dapat bertranformasi menjadi ‘Deep Water Cost Guard’ dengan kemampuan beroperasi di permukaan laut dan di udara.

“Deep Water Cost Guard adalah postur cost guard yang memiliki alutsista yang mampu beroperasi hingga Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan landas kontingen,” ungkapnya.

Postur tersebut, menurut Octavian, harus didukung dengan kapal-kapal permukaan ukuran hingga 2500 ton untuk menjelajah laut dalam kondisi bergelombang tinggi.

“Berbeda dengan kapal-kapal dari instansi lain, khusus kapal cost guard tersebut juga diizinkan untuk dilengkapi dengan persenjataan yang setara dengan Angkatan Laut. Meriam kaliber 76 mm hingga rudal anti udara jarak dekat dengan sistem deteksi radar udara dan sistem kendali senjata yang canggih juga diizinkan untuk digunakan,” ujarnya.

Selain kapal laut, Octavian mengatakan, postur tersebut juga harus didukung oleh berbagai pesawat baik yang fix wing maupun counter wing.

“Jadi sudah saatnya Bakamla kita ini dilengkapi dengan pesawat udara dan helikopter,” katanya.

Bahkan, lanjut Octavian, untuk mendukung alutsista udara dan laut tersebut, penggunaan Unmaned Aerial Vehicle (UAV) atau Unmaned Survey Vehicle (USV) alias drone laut juga sangat diperlukan.

“Dengan postur yang memadai, maka Bakamla dapat menjelma menjadi kekuatan cost guard di kawasan yang handal dan dapat mendukung program-program maritim pemerintah saat ini,” ungkapnya, sebagaimana dikutip dari laman Akurat (05/ 05).

Photo : KN Tanjung Datu 1101 (My Lesat)

Editor : (D.E.S)

11 tanggapan untuk “Sudah Saatnya Kapal Bakamla Setara Alutsista TNI AL”

  1. Beli lagi aja banyak kapal sekelas KN Tanjung Datu lalu dipersenjatai meriam 76mm, senjata anti serangan udara, dan UAV.
    Harusnya TNI AL juga memiliki kapal besar seukuran KN Tanjung Datu, baru bisa dibilang setara.

    Suka

  2. Al Aja belum memadai persenjataan maupun kapalnya banyak yang tua. bakamla mau di jadikan seklas AL, sekalian Aja AL di ganti bakamla jangan samakan dengan negara2 adidaya seperti amerika dan Cina, mrk mempunyai AL yang Sangat moderen. Sementara AL Kita masih kekurangan Dana untuk bangun kekuatan, mending bakamla di bubarin Aja dananya fokus AL, Indonesia kebanyakan badan hanya untuk habisin anggaran

    Suka

  3. Mas Ubed,

    Sadar nggak sih, kalau sebenarnya Bakamla adalah kepanjangan tangan dari TNI AL ?

    senjatanya nggak perlu yang baru kok.

    Contoh :
    Senjata oto melara 76 mm dari van speijk bisa ditaruh di kapal sekelas KN. Tanjung Datu

    Meriam oto melara 76 mm tipe compact, RI punya 6 unit dari kelas Van Speijk dan 4 unit dari kelas Diponegoro Sigma 9113. Jadi total 10 unit.

    Seandainya Van Speijk dipensiunkan, 6 meriam 76 mm oto melara tipe compact ini nganggur.

    Begitu juga jika kelas Diponegoro diupgrade meriamnya menjadi oto melara 76 mm tipe super rapid seperti PKR, maka akan ada tambahan 4 unit tipe compact lagi yang nganggur menjadi 4 + 6 = 10 meriam 76 mm tipe compact yang menganggur.

    Trus seandainya kita jadi akuisisi Iver 2 unit, ingatlah versi asli iver adalah dipasangnya 2 meriam 76 mm oto melara tipe compact di haluan. Jika versi iver ini diupgrade maka 2 meriam 76 mm tipe compact di haluan ini bakal dicopot dan diganti oerlikon millenium gun 35 mm dan meriam oto melara super rapid 127 mm.

    Jadi dari iver 2 unit x 2 unit meriam tipe compact = 4 unit meriam 76 mm tipe compact yang nganggur lagi.

    10 + 4 = 14

    Jadi bakal ada 14 meriam 76 mm tipe compact yang nganggur.

    Daripada nganggur mending dipasang di OPV Bakamla 110 meter dan 80 meter.

    Bakal ada OPV Bakamla 4 unit 110 meter dan 10 unit 80 meter.

    4 + 10 = 14 kapal bakamla.

    14 meriam oto melara 76 mm bisa dipasang di 14 OPV Bakamla.

    Parchim kita tinggal 14 unit.

    Senjata anti serangan udara AK230 sebanyak 14 unit punya Parchim bisa dipasang di buritan OPV Bakamla ini.

    Sensor-sensor pada 14 Parchim bisa dipasang di 14 OPV bakamla kelak. Begitu juga dengan rudal anti kapal, torpedo dan rudal anti serangan udara milik Parchim bisa dipasang di OPV Bakamla kelak.

    Jadi pembuatan kapal2 bakamla sebenarnya adalah jalan untuk membentuk platform kapal cadangan untuk TNI AL.

    Suka

  4. Kl kapal bakamla dipersenjatai setara tni al..malqh tumpang tindih tugas pokok n fungsi..
    Jelas2 bakamla tu badan/institusi keamanan sama dengan institusi polri ..jadi bukan badan/institusi pertahanan.
    tupoksi sekarang aja dah tumpang tindih ma polair… blm bea cukai, kplp ( kemhub ), satgas 115 kkp..
    Puyeng kebanyakan institusi…po mank indonesia amburadul soal manajemen

    Suka

  5. betul bung @Tombak, kebanyakan instansi jadi ga efektif cuma ngabisin anggaran negara. kalo mau ya fokus sama 1 ato2 aja kalo emangudah bener baru kembangin yang lain

    Suka

  6. Ini tupoksi masing2 badan yang berhubungan dengan laut kita :

    KPLP (Keamanan Pelabuhan, Laut dan Pantai) tugasnya menjaga di pelabuhan, pantai dan laut s/d 12 mil laut. Mereka biasa memeriksa dokumen2 yang berkaitan dengan kapal dan kelengkapan peralatannya. Mereka beroperasi di bawah administrator pelabuhan.

    Polair tugasnya mengamankan wilayah laut RI s/d 12 mil laut dari pantai terluar dari kejahatan seperti perompakan, human trafficking dll.

    Bea Cukai tugasnya berhubungan dengan keluar masuknya barang ke dalam daerah pabean. Misalnya cargo / muatan kapal, inventaris barang2 pribadi milik pelaut, senjata yang ada di dalam kapal, obat yang ada di dalam kapal, minuman keras dan rokok yang ada di dalam kapal, dll. Untuk transportasi udara memeriksa barang milik crew pesawat, barang2 milik maskapai, muatan / cargo, barang2 milik penumpang, memeriksa adakah barang milik penumpang yang berhubungan dengan LARTAS (larangan dan pembatasan). Barang yang dilarang (senjata api dan narkoba), barang yang dibatasi (produk mengandung alkohol dan produk turunan tembakau).

    BAKAMLA (tugasnya banyak sebab gabungan dari TNI AL, Bea Cukai, Karantina, Imigrasi, BASARNAS dll).

    KKP bertugas mengamankan kekayaan isi laut Indonesia, selain isi laut, apa yang ada di bawah dasar laut seperti eksplorasi minyak dan energi lainnya.

    TNI AL bertugas mempertahankan wilayah laut RI beserta potensi ekonomi di dalamnya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s