Apakah Malaysia Mampu Secara Teknologi Dalam Membangun Jet Tempur?

Malaysia mampu membangun jet militer, mungkin di bawah program lisensi dengan bantuan perusahaan kedirgantaraan internasional. Namun langkah-langkah tertentu perlu diambil untuk membangun industri semacam itu di Malaysia, yaitu mendirikan perusahaan kedirgantaraan, yang Malaysia miliki dalam bentuk Airod, tetapi dalam kenyataannya ini jauh lebih besar dalam konteks ekonomi.

Malaysia akan membutuhkan perencanaan jangka panjang untuk membangun industri kedirgantaraan. Ini tidak dapat dilakukan dalam tempo semalam atau dalam beberapa tahun tetapi bisa memakan waktu antara 1 hingga 2 dekade untuk membangun industri seperti itu dan ini berarti membangun pengetahuan dan pekerja terampil, memiliki sistem eko keseluruhan di tempat dan memenuhi standar internasional untuk membangun bagian yang memiliki rantai pasokan yang solid.

Berkaitan dengan teknologi mesin, Malaysia telah berpuluh-puluh tahun, lebih dari 20–40 tahun dalam membangun mesin mereka sendiri. Produksi lisensi akan ideal tetapi masih meninggalkan potensi keterampilan. Elektronika adalah wilayah lain di mana Malaysia mungkin memiliki masalah.

Untuk memulai industri dirgantara dengan rantai pasokannya akan melibatkan bantuan raksasa industri yang berpotensi memulai industri lokal dan hal ini tentu saja bisa memakan waktu 10 hingga 15 tahun asalkan pemerintah memiliki cetak biru yang kuat dan berkelanjutan.

Saat ini, Pemerintah Malaysia kekurangan perencanaan jangka menengah maupun panjang. Ini adalah salah satu perencanaan dan strategi terburuk yang bisa saya ketahui. Terlalu banyak usaha yang harus dilakukan Malaysia, bahkan untuk merenungkan industri kedirgantaraan dalam skala yang terlihat, seperti di Pakistan PAC dan perusahaan India HAL.

Saya lebih suka Malaysia berfokus pada perakitan lokal dari bentuk kit dan membangun konten lokal dalam jangka panjang, namun ketika datang keputusan membeli jet militer, memiliki perakitan lokal yang telah hadir selama 18 tahun tidak layak mempertimbangkan upaya semacam itu. Ini berarti bahwa Malaysia harus membayar lebih untuk jet tempur dibandingkan membeli langsung dari pabrikan.

Malaysia pada dasarnya dapat melihat pada pembuatan pesawat seperti pesawat latih Pilatus PC-7/9 daripada melompat ke jet tempur.

Saya berani mengasumsikan bahwa 18 jet tempur yang dirakit secara lokal merupakan pemborosan waktu? Perakitan lokal 40 – 50 PC-7 akan sepadan … karena biaya keterampilan yang lebih rendah di Malaysia daripada di Swiss. Tapi sekali lagi, menyesuaikannya bersama adalah hal lain.

Saat ini tidak ada kekuatan ekonomi untuk melakukannya tetapi jika pemerintah Malaysia cerdas dan terfokus, mereka bisa menetapkan cetak biru aerospace penerbangan dalam waktu 15-20 tahun, kemudian bisa melihat sesuatu terjadi setelah itu.

Dari semua paparan tersebut, Malaysia memang memiliki bakat dari tenaga kerja yang terlatih dan belajar pengetahuan dari perusahaan seperti Airod, ATSC.

Penulis : Danial Shazly, Ex-Editor, Asian Defence & Diplomacy & 30 years of Jet Knowhow.

Sumber : Quora (23 Jan 2016 update 21 April 2018)

Photo : JF-17 (Istimewa)

Editor : (D.E.S)

Iklan

12 tanggapan untuk “Apakah Malaysia Mampu Secara Teknologi Dalam Membangun Jet Tempur?”

  1. Bagaimana dengan kemampuan Indonesia? Mampukah menyelesaikan Proyek KF-X/ IF-X?

    Mungkin ini bisa menjadi sedikit gambaran bagaimana susahnya mengembangkan jet tempur dalam negeri.

    Salam untuk Semua.

    Suka

  2. masuk di akal maksud artikel diatas, membuat pesawat sekelas PC 7 sbg awal kemampuan membuat fighter, pengalaman adalah guru terbaik utk kemajuan.

    Suka

  3. Bisa aja kalo mereka membeli Jet tempur J17 dân minta lisensinya dari Pakistan. Karena Pakistan juga butuh pembeli . meskipun Malaysia cuma merakit Jet tempur lisensi J17.

    Suka

  4. negara berkembang itu sudah di maping menjadi negara pembeli!! 😀
    jadi kalo kita sudah bikin jet tempur, tetep teknologinya, perangkat electronic dan technical engine pasti beli alias lisensi 😀

    Suka

  5. MInta Typoon sama MAMA British ,lalu dirubah lisensi typoon menjadi klaim pespur buatan dalam negeri.. jadilah namanya Pespur Hentak -hentak awan 😀

    Suka

  6. Kita ga pernah tau Industri Berat/ Heavy Industry juga Industri Elektro malon. Tapi kalo berkaca dr Proton juga prosesor Intel juga byk komponen elektronik buatan malon ..mungkin bisa malon bikin pespur.
    Beda sama negara tetangganya yg basic industry jg heavy industry nya masih acak2an…pgn pny pespur lokal 😀

    Suka

  7. Satu lagi yg mesti di inget..malon termasuk negara yg gigih dlm urusan penelitian ( RnD )..
    liat brp juta usd dana yg dialokasiin buat RnD malon trus bandingin ma negara kita.
    Harusnya kita aware jg wake up…

    Suka

  8. sampai lebaran kuda lah jet tempur malaysia akan siap dan top sudah jadi gen8 super stealt hipersonic 27mach hahahah

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s