Duta Besar Meminta Indonesia Bergabung dengan Koalisi Pimpinan AS untuk Menekan Rezim Assad

Suriah (Reuters)
Tentara Suriah (Reuters)

Tiga duta besar, dari Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis, ke Indonesia untuk meminta pihak berwenang Indonesia agar bergabung dengan koalisi pimpinan AS untuk menekan rezim Basyar Al-Assad, yang dituduh menggunakan senjata kimia dalam beberapa serangan di Douma, Suriah, pada 7 April.

“Kami mengundang Indonesia dan pihak berwenang untuk melangkah lebih jauh. Kami ingin mereka bergabung dengan kami, menekan rezim Assad bertanggung jawab atas penyalahgunaan dan pelanggaran Chemical Weapons Convention (CWC) dan penggunaan senjata kimia terhadap warga negara Suriah,” kata Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik, pada hari Kamis.

Duta besar Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis untuk Indonesia, yaitu Joseph Donovan, Moazzam Malik, dan Jean-Charles Berthonnet, masing-masing bertemu dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di kantornya, di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, pada hari Kamis.

Malik mengatakan bahwa ketiga negara meminta Indonesia agar mendesak semua negara anggota Organization on Prohibition of Chemical Weapons (OPCW) untuk menerapkan tekanan pada Suriah, Rusia, dan sekutu-sekutunya, untuk menyediakan akses tak terputus ke tim pencari fakta independen di Douma, Suriah.

“Kami lebih lanjut ingin mengajak Indonesia untuk bekerja bersama kami di semua forum internasional untuk mendesak semua negara anggota, termasuk Suriah dan Rusia, untuk menegakkan konvensi, karena hal itu telah mengungkap dan mewakili masa depan yang berbahaya bagi kita semua di seluruh dunia,” katanya.

Para duta besar juga menyoroti peran penting CWC di Kamboja pada bulan Mei, untuk menghentikan penyalahgunaan dan pelanggaran senjata kimia oleh rezim Assad terhadap warga sipil.

Donovan mengatakan bahwa Suriah telah menandatangani perjanjian di CWC pada 2013, sebagai bagian dari Kerangka Jenewa, berjanji untuk melepaskan penggunaan senjata kimia, dan Rusia adalah penjamin dari kerangka itu.

“Kami menyerukan kepada Rusia untuk memenuhi komitmen internasional dan memastikan bahwa semua senjata kimia akan dihapus dari Suriah,” tambahnya.

Selama pertemuan dengan Marsudi, para duta besar juga memberikan beberapa pembenaran atas serangan yang dipimpin AS di Suriah yang telah dimulai pada 14 April, seperti laporan White Helmet Rescuers (WHR) mengenai lima ratus orang yang terkena dampak serangan kimia tersebut.

Koalisi Amerika percaya bahwa bahan kimia yang digunakan selama serangan kemungkinan besar adalah klorin dan berpotensi sarin, terlepas dari tidak adanya laporan misi pencari fakta independen.

Sementara itu, pihak berwenang Indonesia tetap gigih dalam sikapnya untuk menolak penggunaan kekuatan yang tidak sah, meskipun sering dilakukan oleh beberapa negara, untuk memperoleh status adat internasionalnya, menurut sebuah pernyataan pada hari Minggu, sehari setelah serangan pimpinan AS di Douma. .

Arrmanatha Nasir, juru bicara Departemen Luar Negeri, menolak berkomentar pada pertemuan Kamis, sebagaimana dilansir dari kantor berita Antara (19/ 04).

Editor : (D.E.S)

Iklan

8 tanggapan untuk “Duta Besar Meminta Indonesia Bergabung dengan Koalisi Pimpinan AS untuk Menekan Rezim Assad”

  1. Jangan mao Jadi jonggos bangsa barat.negara barat Punya politik devide empire(politik adu domba) untuk menghancurkan negara yang tidak sehaluan dengan mereka. Ingat juga timor-timur lepas karena dukungan mereka terhadap fretilin. Ingat juga irak menjadi negara yang terpecah belah karena invansi mereka yang menuduh sadam hussein memiliki senjata kimia (yang đi kemudian hari tak terbukti).pola negara sekutu untuk menghancurkan Suriah sama yang đi lakukan untuk menginvasi irak. Sekarang mereka mengobok-obok Suriah. Mungkin jika Suriah sudah mereka jinakan, mereka juga akan mengobok-obok indonesia dengan alasan melanggar hầm đi papua (pada hal yang jelas2 melanggar ham đi sama lebih sering đi lakukan pihak OPM).contoh berita terbaru mereka menyandera sejumlah guru, padahal tanpa guru dân pendidikan orang papua akan terus terbelakang dân tertinggal dari daerah lain đi indonesia.

    Suka

  2. “Kami mengundang Indonesia dan pihak berwenang untuk melangkah lebih jauh. Kami ingin mereka bergabung dengan kami, menekan rezim Assad bertanggung jawab atas penyalahgunaan dan pelanggaran Chemical Weapons Convention (CWC) dan penggunaan senjata kimia terhadap warga negara Suriah,” kata Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik,
    ————————————————

    Wani piro moazzam ??
    Kecuali kau kirim 10 fregate type 26 jg 3 sub astute gratis ke indonesia 😎

    Suka

  3. masalahnya bukan ketika mau… tetapi ketika tidak mau maka akan banyak hal yang mengikuti… IFX mungkin adalah imbas pertama…

    Suka

  4. Asu cs sudah kuwalahan kehabisan milisi yg mau dibayar, setelah ide isis pembohong yang gagal tp berhasil mempengaruhi sebagian muslim indonesia untuk berperang sepertinya harus jualan lagi. Sori mas asu cs kami lagi siap2 di lcs mohon maaf ga bisa bantu

    Suka

  5. dih mau rusuh ngajak ngajak, kalian bertiga jahat!! 😀
    cikal bakal IFX bakal kembang kempis dan embargo jilid 2 nih wuehehehe tp tenang amerika lagi butuh doku.

    Suka

  6. Masuk akal jika INDONESIA diminta ikut menekan SURIAH yang dibunuh itu rakyat SYRIAH juga dengan GAS Kimia “SARIN” (jika tuduhan itu benar setelah investigasi OPCW) itu sangat buruk, harusnya MENLU juga memanggil DUBES SYRIAH dan RUSIA

    Suka

  7. Besok tinggal meminta negara lain mengeroyok RI. Dasar pengecut sok berani untuk Papua dll. Langgam lama. Kita bukan boneka lo USA!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s