2018, Inggris Tingkatkan Kehadiran Militer di Asia Pasifik

HMS Albion berlabuh di Tanjung Priok, Jakarta, 22 April 2018. (Marcheilla Ariesta)
HMS Albion berlabuh di Tanjung Priok, Jakarta, 22 April 2018. (Marcheilla Ariesta)

Inggris meningkatkan kehadiran militer mereka di lautan Asia Pasifik sepanjang awal tahun 2018, menunjukkan keseriusan Britania Raya untuk memperluas cakupan pengaruh militer dan geo-politik mereka di salah satu kawasan yang kerap menjadi panggung unjuk kekuatan maritim antarnegara dan rute pelayaran tersibuk di dunia.

Hal itu dibuktikan dengan pengiriman tiga kapal perang ke kawasan tersebut dalam rentang waktu Februari – April, antara lain, fregat HMS Sutherland (telah di kawasan sejak Februari), transport-amfibi HMS Albion (baru tiba pada April), dan fregat HMS Argyll (masih dalam perjalanan).

Rencana misi pelayaran ketiga kapal itu telah diungkapkan awal tahun ini, ketika Menteri Pertahanan Inggris, Gavin Williamson, melakukan kunjungan kerja ke salah satu negara sekutu terdekat Britania di Asia Pasifik, Australia.

Dalam keterangan pers di Sydney, Williamson menjelaskan bahwa salah satu misi pelayaran HMS Sutherland ke Asia Pasifik dan Australia adalah demi menegaskan status kebebasan bernavigasi di kawasan Laut China Selatan.

“(Dari Australia) kapal itu akan berlayar melalui Laut China Selatan (untuk menuju Inggris) dan menegaskan bahwa Angkatan Laut kami punya hak untuk melakukan itu,” kata Williamson di Australia seperti dikutip dari The Guardian, 14 Februari 2018.

Dua bulan berlalu, misi dan kapal armada AL Inggris di Asia Pasifik semakin bertambah. Kapal transport-amfibi HMS Albion, yang membawa sekitar 300 Royal Navy dan 200 Royal Marines Commando Inggris, turut merapat ke kawasan tersebut.

Tak hanya sebagai simbolisasi penegasan prinsip kebebasan bernavigasi di Asia Pasifik serta terkhusus Laut China Selatan, kapal-kapal tersebut kini berperan sebagai perpanjangan tangan Inggris untuk mempertegas Resolusi Dewan Keamanan PBB seputar sanksi Korea Utara.

“Sampai Korea Utara memenuhi janji-janji mereka untuk mematuhi sanksi internasional dengan melakukan aksi nyata (menghentikan serta melucuti program rudal dan nuklir), Inggris akan terus bekerja erat dengan mitra di kawasan untuk menekan dan memaksa pematuhan sanksi, demi menjamin keamanan di kawasan dan Inggris sendiri,” kata Menhan Williamson mengomentari pengerahan HMS Albion ke Asia Pasifik, seperti dilansir The Independent, 11 April 2018 lalu.

Komentar senada juga diutarakan oleh Kapten HMS Albion (Kol. AL) Tim Neild.

“Pengerahan HMS Albion dalam operasi maritim ini, serta kolaborasi kami dengan sekutu kunci di kawasan, termasuk Indonesia, menunjukkan komitmen kami untuk meneggakkan sanksi-sanksi Resolusi Dewan Keamanan PBB tersebut (terhadap Korea Utara),” kata Kapten HMS Albion (Kol. AL) Tim Neild di Tanjung Priok, Minggu, 22 April 2018.

Beberapa waktu terakhir, sejumlah negara kerap menangkap basah sejumlah kapal yang melakukan ship-to-ship cargo transfer dengan kapal terafiliasi Korea Utara di kawasan Asia Pasifik.

Aktivitas itu dituding berkontribusi sebagai suplai ekonomi dan komoditas alternatif bagi domestik Korea Utara — yang mengalami keterbatasan transaksi ekonomi dengan komunitas internasional akibat sanksi yang diterapkan oleh DK PBB. Bahkan, transaksi ilegal itu juga disebut-sebut mendanai proyek rudal dan nuklir Korea Utara.

“Ke mana pun kami pergi dan berlayar, kami punya tanggung jawab untuk menegakkan hukum dan resolusi internasional,” tambah Kapten AL Inggris tersebut, sebagaimana dikutip dari laman Liputan6 (23/ 04).

Editor : (D.E.S)

Iklan

6 tanggapan untuk “2018, Inggris Tingkatkan Kehadiran Militer di Asia Pasifik”

  1. kaya bakal ada proxy nih????2018 nongkrong di asia pasifik!! tahun 2019 mau pilpres…. eing ing eng..
    kira kira ada penumpang gelap kah yg turun dari kapal perang??spionase??

    Suka

  2. Bener mbah..
    Cz 2019..bakal rame, tp mudah2an ga kyk 2014. Hampir terbelah dua thn 2014..n efeknya berasa sampe skrg.
    Sy ga mau ikut2an memihak 1 satupun..tp yg susahnya anak milenial yg gampang dikomporin..
    Hadeuh 😑

    Suka

  3. Setelah Proyek KFX/IFX mengalami kebimbangan kini berita terbaru nya SU.35 TNI AU rawan disangsi oleh US cs, maka nya KAPRANG Tante eli dan Madame Larose hadir di NKRI untuk memberikan pesona dari SANGSI US cs

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s