Beli 11 Unit Su-35, Indonesia Terancam Sanksi AS

Pembelian 11 unit pesawat tempur Su-35 yang dilakukan Indonesia dari Rusia membuat Amerika Serikat (AS) berang. AS mengancam akan memberikan sanksi kepada Indonesia atas pembelian pesawat tersebut.

Berdasarkan undang-undang yang diteken Presiden Donald John Trump pada bulan Agustus lalu, setiap negara yang terlibat perdagangan dengan sektor pertahanan dan intelijen Rusia akan menghadapi sanksi Amerika Serikat.

Para ahli mengatakan, ancaman Washington ini bisa menggagalkan kesepakatan pembelian senjata antara negara-negara Asia, terutama sekutu AS, dengan Rusia.

Undang-undang yang bisa mengacaukan kesepakatan pembelian peralatan militer Rusia oleh negara-negara Asia ini dirancang parlemen Amerika Serikat untuk menghukum pemerintah Presiden Rusia Vladimir Putin karena menganeksasi Crimea dari Ukraina pada tahun 2014. Pembelaan Putin pada rezim Suriah dan dugaan ikut campur pemilu presiden AS tahun 2016 juga jadi alasan pembuatan undang-undang tersebut.

Kesepakatan Indonesia dan Rusia untuk pembelian 11 unit pesawat tempur Su-35 senilai USD1,14 miliar. Pesawat tempur Moskow yang dibeli militer Indonesia di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini kerap dijuluki “Sukhoi rasa kopi” karena pembayarannya memungkinkan dengan komoditas kopi, kelapa sawit, dan teh senilai USD570 juta dan sisanya dibayar dengan uang tunai.

Pemerintah Presiden Jokowi menyatakan bahwa pengiriman pertama beberapa pesawat tempur Su-35 tetap di jalurnya untuk tahun ini. Para pejabat pemerintah Indonesia seperti dilaporkan Reuters, Selasa (24/04/2018), mengaku tidak mengantisipasi adanya perubahan pada kesepakatan dengan Rusia.

Sedangkan seorang pejabat pertahanan Indonesia menolak untuk menggambarkan apa yang mungkin dilakukan jika pihak Jakarta benar-benar dijatuhi sanksi Washington karena membeli jet-jet tempur Moskow.

Selain Indonesia, negara Asia lainnya yang membeli perelatan tempur Rusia adalah India, China dan Vietnam.

“Optik pembelian senjata besar dari Rusia terlihat cukup rapuh dari sudut pandang ibu kota Barat, terutama pada saat hubungan Rusia-Barat berada di titik terendah sepanjang waktu dan India mencari konvergensi strategis dengan Barat, termasuk dengan AS,” kata Abhijnan Rej, pakar strategi pertahanan di Observer Research Foundation, sebuah think-tank di New Delhi, seperti dikutip Reuters.

India saat ini sedang berupaya membuat kesepakatan dengan Rusia untuk pembelian sistem rudal pertahanan S-400. Sistem itu dibuat oleh Almaz-Antey Air and Space Defense Corporation dan diekspor melalui Rosoboronexport yang sebelumnya masuk dalam daftar perusahaan yang dikenai sanksi Washington.

Vietnam, yang angkatan udaranya mengoperasikan pesawat tempur Su-30 Rusia dan menggunakan sistem pertahanan udara S-300, ingin melanjutkan memodernisasi peralatan militernya.

Seorang sarjana militer Vietnam, Carl Thayer, yakin bahwa Moskow masih mendorong Hanoi untuk berinvestasi dalam sistem pertahanan rudal S-400 sebagai bagian dari rencana militer jangka panjangnya.

“Saya pikir jelas bahwa Rusia masih menekan Vietnam untuk kesepakatan besar,” kata Thayer. Namun, ambisi militer Vitenam juga bisa terganggu karena AS saat ini bekerja keras untuk mempromosikan penjualan perangkat keras militer Washington dan menjatuhkan sanksi terhadap agen pengekspor Rusia, sebagaimana dikutip dari laman Sindonews (24/ 04).

Photo : Su-35 (Janes)

Editor : (D.E.S)

Iklan

17 tanggapan untuk “Beli 11 Unit Su-35, Indonesia Terancam Sanksi AS”

  1. Hehehe.. dubes rusia bilang kontrak su 35 indonesia blm ditanda tangan pihak rusia..sisi lain ngasi isyarat mundur dr ifx/kfx..
    Masa iye beli jf17 atau j10b..😀😀

    Suka

  2. ***
    Undang-undang yang bisa mengacaukan kesepakatan pembelian peralatan militer Rusia oleh negara-negara Asia ini dirancang parlemen Amerika Serikat untuk menghukum pemerintah Presiden Rusia Vladimir Putin karena menganeksasi Crimea dari Ukraina pada tahun 2014. Pembelaan Putin pada rezim Suriah dan dugaan ikut campur pemilu presiden AS tahun 2016 juga jadi alasan pembuatan undang-undang tersebut.
    ***

    jadi misal kalau seandainya rusia tidak mencaplok crimea dan mendukung assad, maka pembelian su-35 akan berlangsung mulu…

    lalu bagaimana solusinya ?
    apa perlu minta om putin utk mundur dr krimea dan tidak mendukung assad ?

    Suka

  3. Alah negara penakut apa – apa main ancam untuk menyembunyikan ketakutannya pada Rusia. Tapi apa – apa juga minta tolong yang urusan Korut, Suriah, Iran. Harusnya kita bisa tegak di atas prinsip kedaulatan seperti ERA SOEKARNO.

    Suka

  4. FIx kebaca sekarangan kenapa DAHULU KALA gak berani ambil SUkhoi 35 dan Kilo Class. 😀 akhirnya di tawarin F-16bks manggut. dan kenapa kita di beri kemudahan bisa beli NASAM, bisa beli AIM 120, bisa beli apache, bisa beli M113 dan bisa beli LVT7 diberi kemudahan beli barang amerika tp ada undang undang sanksi kan kampredtoz!!! “setiap negara yang terlibat perdagangan dengan sektor pertahanan dan intelijen Rusia akan menghadapi sanksi Amerika Serikat.” 😀 yakin dah alutsista amerika tetep rawan embargo. 2019 goncangan pilpres makin kuat nih bkl ada campur tangan negara adikuasa dan curut curut Five Power Defence Arrangements, mereka gerah kalo ada pemimpin negara yg gak bisa nurut.dan susah di kadalin 😀

    Suka

  5. AS adalah “so called himselfs” negara demokratis, adalah negara paling arogan di dunia. NKRI adalah negara merdeka yang berdaulat, aku yakin Presiden RI dan para jenderal TNI sangat nasionalis. Sepanjang Pemerintah menjalankan kebijakan internasional sesuai aturan hukum internasional, di-sanksi oleh AS sekalipun, rakyat Indonesia akan tetap dukung Pemerintah, dalam hal ini aku yakin rakyat sepakat.

    Apalagi Pemerintah membeli alutsista non AS/barat ada alasan (sejarah embargo dr AS/barat), yg benar dan jelas yg pasti didukung rakyat, juga alasan kedaulatan.

    Kemenlu RI perlu diingatkan, jangan mengeluarkan press release terkait Suriah yg bias, sesuai hukum internadional, dan nukan blok2an dengan AS/barat (terkait kedatangan duta besar AS, Inggris dan Perancis menemui / minta Menlu RI ikut mengecam Suriah atas pemakaian senjata kimia pada saat pembuktian sama sekali belum dilakukan).

    Suka

  6. maju terus lanjutkan barternya..jg denger bebek berwek wek wek…

    waduh gawat si mbah jualan bakso..
    bung jimmy jangan mau y… si mbah pelit soal utangan….hihihi

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s