RI Wajib Kuasai Ruang Udara Natuna

Flight Information Region sektor A EDT

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menegaskan kawasan ruang udara atau “Flight Information Region” sektor A, yakni Natuna harus sepenuhnya dipegang Indonesia untuk memperkuat pengawasan kegiatan di ruang udara perbatasan.

“FIR untuk wilayah Natuna ini harus secepatnya dikuasai oleh Indonesia. Masalah FIR ini tidak hanya menyangkut keselamatan penerbangan saja, tetapi juga menyangkut kedaulatan negara,” kata Bambang saat melakukan kunjungan kerja bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto ke Natuna, Kepulauan Riau, Senin.

Politisi Golkar ini mengungkapkan, saat ini “Flight Information Region” (FIR) Natuna masih dipegang oleh otoritas Singapura. Selain untuk pengawasan perbatasan, FIR di Natuna juga menyangkut kedaulatan negara.

Pria yang biasa disapa Bamsoet ini menjelaskan, hingga kini wilayah perbatasan terus menjadi prioritas dalam pembangunan nasional. Paradigma pembangunan di wilayah perbatasan harus didasarkan kepada dua hal, yaitu keamanan dan kesejahteraan.

“Keamanan wilayah Indonesia salah satunya ditentukan kondisi keamanan di wilayah perbatasan. Karena itu, keberadaan pangkalan militer di Natuna, Kepulauan Riau sangat penting,” katanya.

Selain di Natuna, tak menutup kemungkinan juga akan dibangun dan diperkuat pangkalan militer di berbagai pulau terluar wilayah Indonesia.

Ia pun mengagumi masterplan pembangunan pangkalan militer yang rencananya dilengkapi berbagai peralatan tempur supercanggih. Hal ini membuktikan keseriusan pemerintah dalam menguatkan sistem pertahanan dan keamanan negara, sebagaimana dikutip dari laman Kantor Berita Antara (23/ 04).

Editor : (D.E.S)

Iklan

16 tanggapan untuk “RI Wajib Kuasai Ruang Udara Natuna”

  1. Emang ada nyali, mao buat pangkalan udara militer đi batam aja Kaga berani (alasan nya terkendala daerah bisnis/komersial).lagi pula dari jaman setelah kemerdekaan sampai sekarang kayanya cuma wacana doang màu menguasai kembali Flir yang đi kuasai negeri kecil antek ASU cs.

    Suka

  2. @ksatri baju hitam…(masnya pengagum lutung kasarung ya, hhh…upsss)

    @Hendra itu sohibnya @mbah bowo…sebenare orang galau krena ngakunya anti kominis, tapi mendamba alutsista buatan negara kuminis…aneh memang !!!

    Suka

  3. wajib dan harus di segerakan..

    eh mbah mien jualan bakso juga..bung jimmy jangan mau makan bakso bikinan mbah mien ..bisa encokan loh.. hihihihi

    Suka

  4. Emang rusia masih komunis? Saya baru tau. Bukannya komunis dah runtuh yang đi awali politik glasnosh/lanjutannya lupa (politik keterbukaan dân kebebasan) yang di gagas presiden uni soviet Mikail Gorbachev dân đi lanjutkan (semenjak uni soviet bubar) oleh presiden rusia Boris Yelsin

    Suka

  5. bung hendra,,,
    rusia sekarang memang sudah bukan komunis lagi, entah apa pemikiran fansboy rusia di indonesia, apa masih mengharap rusia berubah lagi jadi komunis, atau apa entah lah.

    tapi yang pasti komunis itu ada hubungannya dgn political ideology spectrum, dan ketika soviet runtuh, mereka banting setir.
    padahal waktu itu sistem politik masih kediktatoran, maka otomatis, komunis yg ada di golongan kiri berubah haluan menjadi golongan kanan (nasional socialist)…..

    dan anda tahu nasional socialist adalah seperti nazi jerman…. dan seperti itu lah kondisi rusia saat itu, walau kemudian berubah menjadi negara federasi.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s