Hawk 100/ 200 TNI AU Menua, Pengganti Sedang Dikaji

Keberadaan Skadron I Wing 7 di Kalimantan Barat cukup penting dalam mengawal kedaulatan NKRI khususnya di pertahanan udara.

Skadron yang bermarkas di Lanud Supadio ini menurut Danlanud, Marsekal Pertama (Marsma) TNI, Minggit Tribowo merupakan unit pesawat yang telah cukup lama bertugas di Indonesia.

“Hawk 100/ 200, satu skadron, pesawat sudah sangat lama beroperasi dan harapan kita tidak lama lagi generasi pesawat lebih baru,” ujarnya.

Dimana menurut Danlanud, regenerasi Alutsista ini sangat penting untuk menjaga pertahanan udara NKRI khususnya di Kalbar.

“Ini sedang dikaji oleh jajaran TNI AU, sehingga pertahanan diperkuat dengan pesawat yang lebih baru,” tuturnya, sebagaimana dikutip dari Tribun Kubu Raya (27/ 04).

Photo : Hawk 100/ 200 Skadron Udara 1 Latihan Terbang Malam (TNI AU)

Editor :  (D.E.S)

Iklan

14 tanggapan untuk “Hawk 100/ 200 TNI AU Menua, Pengganti Sedang Dikaji”

  1. Hore hore hore

    Single engine lagi !

    Hore hore hore

    Yang sono tuh nggak usah dibeli lagi, boros.

    Xixixixixi

    Si tukang karet mana ya, masih nunggu komisi rupanya ?

    Suka

  2. Busyet kayaknya Mata mbh sudah parah Ya?.

    Keberadaan Skadron I Wing 7 di Kalimantan Barat cukup penting dalam mengawal kedaulatan NKRI khususnya di pertahanan udara.

    Skadron yang bermarkas di Lanud Supadio ini menurut Danlanud, Marsekal Pertama (Marsma) TNI, Minggit Tribowo merupakan unit pesawat yang telah cukup lama bertugas di Indonesia.

    “Hawk 100/ 200, satu skadron, pesawat sudah sangat lama beroperasi dan harapan kita tidak lama lagi generasi pesawat lebih baru,” ujarnya.

    Dimana menurut Danlanud, regenerasi Alutsista ini sangat penting untuk menjaga pertahanan udara NKRI khususnya di Kalbar.

    “Ini sedang dikaji oleh jajaran TNI AU, sehingga pertahanan diperkuat dengan pesawat yang lebih baru,”

    Kagak ada Kalimat Single Engine dst. 😆 Rusia jg Punya Versi Mini Berkut Single engine SR-10

    Suka

  3. Pontianak mengawasi wilayah udara yg penting sampai ke Natuna, biar efektif harus diisi pswt tempur mampu jarak jauh

    Suka

  4. Mbah bener bener heran, kenapa ngomongnya aj yg gede.. Su 35 aj blm jelas, wes ngomong ini dan itu, ayo dek buy back indosat dulu..

    Suka

  5. Kalo ga salah, hawk itu kecepatannya subsonic. Mending dihibahkan ke TNI AL utk patroli maritim dan cas pendaratan marinir.

    Suka

  6. Mbah bowo@ beli kembali indosat malah tekor ..kl cm satelitnya indosat yg jd alesan utama.
    Masa aktif satelit itu cm 6-10 tahun..indosat dijual thn 2002 dan skrg tahun 2018. Jadi apa untungnya buy back..toh semua org yg mikir logis pasti ogah buy back

    Suka

  7. Nggk usah pusing- pusing beli aja pesawat tempur yak -130, mumpung pihak rusia màu đi bayar dengan cara barter (barter dengan sembako + krupuk).

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s