ADIZ Indonesia Menjadi Perhatian Kohanudnas

Indonesia ADIZ
ADIZ Indonesia (Istimewa)

Air Defence Identification Zone (ADIZ) atau merupakan ruang udara tertentu di atas daratan dan atau perairan yang ditetapkan bagi keperluan identifikasi pesawat udara untuk kepentingan pertahanan dan keamanan negara.

ADIZ Indonesia hingga saat ini sejak tahun 1960 hanya sebatas wilayah udara di atas Pulau Jawa saja. Oleh karena itu, dengan semakin majunya perkembangan zaman perlu dilaksanakan reposisi agar menjadi ADIZ yang melingkupi seluruh wilayah udara Indonesia, yaitu melingkupi seluruh wilayah Zona Ekonomi Eksklusif.

Hal tersebut juga berdasarkan praktek yang dilaksanakan negara-negara lain dan mengacu pada PP nomor 4 tahun 2018 tentang Pengamanan Wilayah Udara (Pamwilud).

Konsep ADIZ Indonesia yang ditetapkan adalah diseluruh batas wilayah udara Indonesia menuju ke laut bebas mengikuti batas ZEE (Zone Ekonomi Eklusive), walaupun secara internasional batas keluar tidak ada pembatasan dan bisa melebihi batas atas ZEE yang telah ditetapkan/ disepakati dengan negara tetangga.

Penetapan ADIZ yang meliputi seluruh wilayah ZEE diharapkan akan menjadi sarana identifikasi dini bagi pesawat asing yang akan memasuki wilayah udara Indonesia dan sekaligus sebagai  pengamanan ALKI, mengingat setiap pesawat yang menggunakan hak lintas ALKI hanya diwajibkan untuk menaati peraturan udara yang ditetapkan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO)  mengenai keselamatan penerbangan dan setiap waktu memonitor frekuensi radio yang ditunjuk oleh otorita pengawas lalu lintas udara yang berwenang.

Kepala Hukum Kohanudnas Kolonel Sus Agung Yuwono Nugroho, S.H.,M.H., dalam ceramah safari Bintal kepada anggota Satrad 214 Tegal, di aula Satrad 214, Tegal Sabtu (21/03) juga menyinggung mengenai ADIZ tersebut.

Dijelaskan pesawat udara negara asing yang terbang ke dan dari atau melalui wilayah udara harus memiliki izin diplomatik (diplomatic clearance) dan izin keamanan (security clearance).

Demikian juga pesawat udara sipil asing tidak terjadwal yang terbang ke dan dari atau melalui wilayah udara harus memiliki izin diplomatik (diplomatic clearance) dan izin keamanan (security clearance) dan persetujuan terbang (flight approval).

Bagi pesawat udara yang terbang dan melintas di wilayah udara yuridiksi nasional yang tidak memiliki izin tersebut merupakan pelanggaran terhadap aturan hukum.

Sesuai PP nomor 4 yang melanggar akan didenda sebesar 5 milyar rupiah. Pengenaan sanksi administratif dilakukan oleh Menhub sesuai kewenangan dan diatur dengen Kemenhub, sebagaimana dikutip dari laman Kohanudnas (30/ 04).

Editor : (D.E.S)

Iklan

22 tanggapan untuk “ADIZ Indonesia Menjadi Perhatian Kohanudnas”

  1. Betul itu musti sampai batas luar ZEE.

    Makanya pesawatnya banyakin, panjang keliling NKRI sampai batas luar ZEE itu hampir 10.200 km panjangnya.

    Kalau dianggap itu adalah keliling lingkaran maka radius rata2 adalah =

    K = 2 x π x r

    r = K / ( π x 2) = 10200 / ( 3,14 x 2)
    r = 10200 / 6,28 = 1624,2 km.

    Kalau mengandalkan Sukhoi di Makassar maka Sukhoi harus terbang sekitar 1600an km dari tengah ke ujung.

    Maka mending keliling lingkaran itu dibagi 10 sehingga masing2 kebagian panjang =

    10200 / 10 = 1020

    1020 dibagi 2 sebab pesawat bisa dibagi ke dua arah belok kanan dan kiri =

    1020 / 2 = 510

    Nah pesawat mana yang combat radiusnya sekitar 510 km ?

    F16 combat radius 550 km.

    550 x 2 (belok kanan dan kiri)

    550 x 2 = 1100

    10200 / 1100 = 9,27 dibulatkan 9

    Jadi perlu minimal 9 skuadron pespur setingkat F16 untuk jaga ADIZ.

    Skuadron kecil isinya 12 unit

    9 x 12 = 108

    F16 hibah 24 unit
    F16 block A/B 10 unit
    F16 hibah 1 terbakar
    F16 block B tergelincir dan tertelentang kepingin tidur 1 unit

    24 + 10 – (1 + 1) = 34 – 2 = 32

    Mau beli 48 unit Viper

    32 + 48 = 80

    108 – 80 = 28

    Masih kurang 28 unit lagi setingkat F16, prediksi saya bakal diisi gripen.

    Sukhoi beristirahat saja dalam damai di Makassar.

    Suka

  2. Mbh PHD Tk bisa Di bantah Krena Kita Disini Menganut Prinsip Du gamla du fria sama Seperti Lagunya Svenska. 😛

    #Peace
    #Kaboooeeerrr

    Suka

  3. luar biasa.. ternyata ADIZ indonesia cm P. Jawa.
    bener pendeta Romo Muji, prof Mahfud MD dll..sebaiknya negara ini bentuknya Federal..tiap negara bagian harus melindungi wilayah sendiri ( air guard, coast guatd, land guard, lokal police )

    Suka

  4. Walaupun msh lemott hitung2 an mbah PhD, Wkwkwk… tp jd tergugahh ney dr artikel di atas..konsep ADIZ hrs direalisasikan untuk kedaulatan wilayah udara Indonesia..

    Suka

  5. Antara ADIZ dan alutsista memang harus berjalan bersama..

    Wilayah pertahanan bertambah tanpa penambahan alutsista bisa jadi bumerang..

    Suka

  6. Gue nggak dagang pesawat kok.

    Gue hanya lebih suka Gripen, tetapi mau Gripen laku atau tidak nggak masalah bagi saya, lha wong tidak ada pengaruhnya bagi kantong saya.

    Kalo Gripen laku, kantong saya nggak nambah isinya.

    Kalo Gripen nggak laku pun, kantong saya nggak berkurang isinya.

    Gue nggak suka pespur Rusia sebab tak ada sumbangsihnya bagi IFX. Berkaca pada pengalaman RI dulu saat akuisisi Mig dan Tu, suku cadang yang ada ternyata payah dan nggak cocok dipakaikan ke pesawat yang rusak.

    Gue juga nggak suka kapal tempur Rusia sebab RI udah bisa bikin sendiri dengan cara yang lebih modern. Namun untuk arsenal meriam di kapal tempur itu bisa jadi RI butuh dari Rusia namun ternyata harga dari Rusia kalah jika dibanding harga dari Cina.

    Untuk 2 alasan di atas, saya suka sekali ngebuli si tukang karet, buat lucu-lucuan.

    Xixixixixi

    Namun untuk lapis baja dari Rusia, biarlah itu buat menambahi jumlah yang masih kurang sebab RI butuh sangat banyak (untuk memenuhi kebutuhan kodam, kostrad, marinir, paskhasau, brimob) dan Pindad nggak bisa mengejar produksinya untuk memenuhi kebutuhan RI dalam waktu yang singkat.

    Suka

  7. “Dicegat Jet Tempur NATO, Dua Su-35 Rusia Balik Arah
    By az On 01/05/2018 In MILITARY “…padahal yg nyegat cuma pesawat F-16 lhoooooo !!!

    Suka

  8. Ini ada lagi : “Israel tolak komentari laporan serangan rudal di suriah, by JKGR”…maksute israel biar bung jimmy aja berkomentar, hhh

    Suka

  9. Masih kurang panas ya….yg sebelah kiri mana suaranya : “Il-38 Angkatan Laut India Nyungsep di Rusia
    By az On 30/04/2018 In MILITARY ” ?!!!!!

    Suka

  10. Uhuk…maaf, kalo yg ini keselek duren : “Perang Chechnya Jadi Neraka Bagi Tank T-80 Rusia
    By az On 29/04/2018 In HEAD LINE, MILITARY !!!”

    Suka

  11. Busyettttt, tet, tet, tet…tukang ngebut bin cabul, mosok : “kirim salam buat belahan tenaga penjual dari dunia mana pun,.

    klo cewek salamnya salam tempel….xixi”

    Prit, prit, prittttt…ini pelanggaran dek dian !!!

    Suka

  12. yg jdi point penting skrg adalah..
    gmn kita berjuang memperluas ADIZ, dri yg tadinya cm pulau jawa..bisa memenuhi seluruh wilayah ZEE.
    sp lagi kalo bukan pemerintah, TNI, dan DPR..
    shg punya dasar hukum yg kuat..
    merdeka

    Suka

  13. asumsi hitungan yang masuk akal. cuma kalo ujung-ujungnya lari ke viper apalagi gripen kok jadi lucu ya hehehe.
    aya aya wae…

    Suka

  14. Solidaritas Pengepul Bathok Se-Jogjakarta (Mau demo Agar harga per KG Naik tapi Di Cancel gegara Hujan) berkata:

    Ini Adminya masih demo ya?. Tumben blum post artikel sama sekali…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s