Kadismatau Tinjau GPL Jelang Kedatangan Su-35

Kepala Dinas Materiil TNI Angkatan Udara (Kadismatau) Marsekal Pertama TNI Yuri Afiudin meninjau Gudang Persediaan Lanud (GPL) di Lanud Iswahjudi, Magetan, Jawa Timur, Selasa.

Kepala Penerangan Lanud Iswahjudi, Mayor Sus Hamdi Londong, mengatakan kedatangan Yuri Afiudin ke Lanud Iswahjudi dimaksudkan untuk melihat kesiapan GPL menjelang kedatangan pesawat Sukhoi Su-35 yang rencananya akan ditempatkan di Lanud Iswahjudi.

“Sesuai rencana gudang yang akan digunakan untuk menyimpan komponen atau spare part pesawat Sukhoi – 35 adalah Gudang Persedian Lanud Lanud Iswahjudi,” kata Hamdi Londong.

Persiapan penyimpanan spare parts Su-35 di gudang Lanud Iswahjudi (Antara)
Persiapan penyimpanan spare parts Su-35 di gudang Lanud Iswahjudi (Antara)

Sebelumnya, kata Londong, gudang tersebut digunakan untuk menyimpan spare part pesawat F-5 Tiger.

“Selanjutnya gudang spare part pesawat F-5 akan diboyong ke GPP 4 di Solo dan GPP 5 di Lanud Abdul Rahman Saleh Malang,” jelasnya.

Dalam kunjungannya, Kadismatau beserta rombongan didampingi Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Samsul Rizal, Kadislog Lanud Iswahjudi Kolonel Tek Royke Manusiwa serta sejumlah pejabat Lanud Iswahjudi dan Insub.

“Rombongan melihat dan mengecek langsung kondisi gudang yang akan digunakan untuk penyimpanan spare part pesawat Sukhoi – 35,” tuturnya, sebagaimana dikutip dari laman Antara (8/ 5).

Photo: Su-35 at the 2013 Paris Airshow (Noel McKeegan – Gizmag)

Editor: (D.E.S)

Iklan

9 tanggapan untuk “Kadismatau Tinjau GPL Jelang Kedatangan Su-35”

  1. katanya pak mattis beli ini kgk ada embargo,,,,,,,maklum kata si bung anu…..perjaka yg satu itu menghabiskan hidupnya utk militer….xixixi
    itu kata dia lho……..

    klo kata saya ya, pak mattis itu mungkin sudah baca pasar industri militer, siapa saja konsumen produk rusyah, siapa saja konsumen produk cina….

    rusyah nyasar ke negara tetangga cina, klo cina nyasar ke negara tetangga india, dan amrik.

    Suka

  2. Gak bakalan embargo gr2 beli su35,,,yang seru gara 2 sawit pak luhut gak mau kerjasama dgn eropa dlm impor pesawat,,, akhirnya pindah ke Amerika

    Suka

  3. mbah bowo pemuja PLA, gak nampak!!!!! di artikel ini????
    dulu dpt softloan $3m kagak jadi ambil su-35 & killo class 😀 malah beralih ke blok barat ambil T-50i & F-16 + cangbogo. bagus sih iming imingnya bisa ngerancang pesawat gen4 dan dpt apache 8 ekor walau ada warning embargo 😀 di kemudian hari! marinir bisa dpt LVT7 dan kostrad M113! kalo terjadi darurat militer itu alutsista cuma standby di kandang, jika si uncle sam campur tangan. ujung ujungnya alutsista tua rusia yg gerak merangsek di pertempuran pada lokasi DOM. btw jd gak beli heli tipe HALO/malah chinooq+sanksi jika melanggar kesepakatan tetap melakukan pembelian alutsista blok timur ???

    Suka

  4. @jimmy, kedigdayaan alutsista timur harus terus di wariskan dan di lestarikan yah kan dek.

    sesuai kata dulur jauh mbah berikut ini :
    “Indonesia, misalnya, berada dalam situasi yang sama mencoba beralih ke lebih banyak pesawat kami, sistem kami, tetapi mereka harus melakukan sesuatu untuk mempertahankan warisan militer mereka,” ujar Mattis, seperti dikutip Military, Sabtu (28/04

    btw, bisnis karet sawit dan kopi gimana progress nya aman??

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s