Progres Pembangunan LST Pesanan TNI AL oleh PT DRU

KRI Teluk Lada 521 (2302) (Seto_k98) E
Progres pembangunan LST pesanan TNI AL oleh PT Daya Radar Utama yang diposting oleh akun Instagram Seto_k98 pada tanggal 23 Februari 2018.

TNI AL menginginkan 12 unit LST (Landing Ship Tank) baru untuk memenuhi program MEF hingga tahun 2024. LST ini nantinya akan menggantikan armada kapal perang TNI AL yang telah menua.

Untuk merealisasikanya, TNI AL memesan 3 unit LST pada batch pertama, dimana 2 unit dikerjakan oleh galangan PT DKB dan 1 unit oleh galangan kapal PT DRU (PT Daya Radar Utama).

KRI Teluk Lada 521 (1804) (Seto_k98) E
Progres pembangunan LST pesanan TNI AL oleh PT Daya Radar Utama yang diposting oleh akun Instagram Seto_k98 pada tanggal 18 April 2018.

Batch kedua, TNI AL memesan 3 unit LST pada bulan April 2016 di galangan kapal DRU dan diikuti dengan keel laying pada bulan Juni dan Juli 2016, sebagaimana dikutip dari laman defense-studies (12/ 05).

Pembangunan LST ini akan menghabiskan waktu selama 16 bulan semenjak kontrak efektif, sehingga pada semester pertama 2018, kapal perang ini harus diserahterimakan.

KRI Teluk Lada 521 (1904) (Seto_k98) E
Progres pembangunan LST pesanan TNI AL oleh PT Daya Radar Utama yang diposting oleh akun Instagram Seto_k98 pada tanggal 19 April 2018.

Kapal perang jenis Landing Ship Tank ini memiliki panjang 120 m, lebar 18 m dan berat 2.300 ton. LST dapat mengangkut 10 unit tank Leopard, 363 pasukan bersenjata lengkap dan sanggup membawa 2 unit helikopter.

KRI Teluk Lada 521 (1005) (Seto_k98) E
Progres pembangunan LST pesanan TNI AL oleh PT Daya Radar Utama yang diposting oleh akun Instagram Seto_k98 pada tanggal 10 Mei 2018.

Pada photo diatas, terlihat bahwa progres pembangunan badan kapal telah selesai dan siap diluncurkan. Untuk selanjutnya penyelesaian pekerjaan di dalam kapal akan dilakukan di dok basah.

Editor: (D.E.S)

Iklan

24 tanggapan untuk “Progres Pembangunan LST Pesanan TNI AL oleh PT DRU”

  1. Wah mau dibikin 12 unit ?

    Sebenarnya masih kurang banyak, sebab banyak LST yang harus diganti, di antaranya :

    Frosch class saja ada 14 unit yang udah uzur (2 di antaranya udah tenggelam), Frosch class ini dibuat sebelum tahun 1980.

    Trus ada lagi Tacoma class 6 unit (1 udah jadi target latihan rudal dan torpedo, tinggal 5 unit)

    Lalu ada lagi LST 542 class 9 unit tetapi sekarang tinggal 4 unit kakek-kakek yang masih beroperasi (itupun 1 unit dibuat tahun 1961 dan 3 unit dibuat sebelum tahun 1944).

    Suka

  2. bung TN, yang harus dibanyak itu LPD apa LST ya, apa sebaiknya buat Kapal Induk Helikopter kan heli PTDI dah bisa buat heli serang “Gandiwa” ?

    Suka

  3. Yg harus dibanyakin itu “DUIT”. Kalo duit sdh banyak, bisa buat apa aja dan beli apa aja yg TNI mau. Bukan begitu Mbah Ntung.?

    Suka

  4. ya tergantung dong, ndro, klp lpd kan buat multi purpose, klo lst memang khusus buat leopard,,

    klo leopard udah keangkut semua, duitnya bagusan buat lcu dan lcac.

    klo punya duit lebih bisa nambah lpd atau mss(multi-purpose support ship)…..

    mss bisa berfungsi sebagai kapal kombatan, komando, penyapu&penyebar ranjau, oceanografi, pengintai dan angkut.

    mss berdesain modular, sehingga bisa utk gotong vls& rudal tomahawk…..
    sonar yg powerpull…..
    rawat inap….
    dll….

    Suka

  5. Mas…sampeyan kok avatarnya mirip saya toh, nanti ada yg menyangka kita sodaraan lho, padahal sodara saya semua gak ada yg gelandang….kecuali satu, yg suka maen bola

    Suka

  6. Bubrah….!!!!!

    Lho, kok avatarnya masih sama?

    Sampeyan nipu saya ya mas Bajai…

    Suka

  7. Jika mau LST mau diganti :

    Frosch 14 unit mau diganti
    Tacoma 6 unit mau diganti
    Type 542 sebanyak 9 unit mau diganti

    14 + 6 + 9 = 29 unit

    Tanggung jumlahnya, saya tambah 1 lagi.

    29 + 1 = 30 unit

    MEF itu 40% dari ideal.

    Jadi jika idealnya 30 unit, maka jumlah LST pada MEF = 30 * 0,4 = 12 unit.

    Jadi pada MEF ini memang mau dibikin 12 unit dulu.

    Tetapi sesudah itu bakal ditambah lagi sehingga jadi ideal yaitu 30 unit.

    30 unit itu dibagi jadi 14 dan 16.

    Yang 14 unit dibagikan ke 14 Lantamal.

    Yang 16 unit dibagikan ke 4 armada.

    Mengapa dibagi ke 14 Lantamal ?

    Agar bisa menangani daerah yang trouble. Lantamal mana yang terdekat, dia yang akan bertugas.

    Trouble itu bisa juga bencana alam.

    LST dapat menampung 8 – 10 Leopard.

    Berarti dapat menampung 8 x 60 ton = 480 ton atau 10 x 60 ton = 600 ton.

    Alias bisa memuat crane seberat 480 – 600 ton.

    Atau bisa memuat 8 – 10 backhoe atau buldozer seberat 60 ton.

    Ini saya ngitung tentang LST saja lho, bukan LPD.

    Suka

  8. Mas ngitung…mbok tolong bung jimmy diterjemahin link saya yg ada di artikel : “Rusia batal pasok bathok ke suriah”, soale bung jimmy gak ngerti bahasa inggris…dia ngertinya hurup sisirik, hhh

    Suka

  9. Ini sudah ada 13 komentar tetapi si tukang karet beserta si yulyul belum komentar sekalipun.

    Kalau ada topik tentang alutsista buatan Indonesia, si tukang karet dan si yulyul nggak bersemangat komentar.

    Rupanya mereka tak senang Indonesia bisa mandiri.

    Mereka hanya senang kalau produk Rusia dibeli. Sebab kalau produk Indonesia yang dipakai, mereka tak dapat duit dari situ. Tapi kalau produk Rusia yang dipakai, mereka semangat sekali dan akan bela mati-matian sebab dapat duit dari situ.

    Kalau ada kerjasama antara Indonesia dengan negara lain untuk buat alutsista di Indonesia mereka akan bersemangat teriak-teriak embargo.

    Tidak ada dukungan dari mereka untuk Indonesia mandiri.

    Jelaslah mereka adalah antek Rusia dan tidak cinta negeri ini.

    Suka

  10. Konstruksi modular itu bukan artinya dalam membangun kapal/bangunan lalu dipisah-pisah,,,,,dan kemudian disambung jadi satu…….

    modular bukan begitu bung, jgn mengikuti persepsi salah dr salah satu user di indomiliter.com yg menganggap modular itu dipisah-pisah…..

    modular artinya jika sistem ini bisa menggunakan/memakai peralatan apa saja……….

    seperti zaku II, yg bisa menggunakan MG, atau Bazooka.
    atau armata yg bisa jadi T-14 atau jadi T-15 dan bisa jadi SPG.

    disitu artinya modular, pengertiannya bukan dipisah-pisah, tpi kalau modul A dicopot dan diganti modul B,,,,,,secara keseluruhan sistem tersebut akan berubah total.

    Suka

  11. mana nih yg waktu bilang kita bakal dapet blue print MISTRAL dari kakak tertua rusia….ah dasar tukang masak ­čśÇ

    Suka

  12. Mas Bajai,

    Tergantung mas, itu modular diterapkan di mana.

    Kalau diterapkan di alutsista darat ya seperti keterangan mas Bajai itu.

    Tetapi kalau keterangan mas Bajai diterapkan di alutsista laut, keterangan mas Bajai itu adalah sistem plug and play seperti standflex modul pada Iver.

    Tetapi kalau pada kapal laut, pembangunan secara modular yaitu bagian2 kapal dibangun secara terpisah lalu disatukan untuk dirakit membentuk sebuah kapal, contohnya pada PKR dan changbogo yang dibuat di PT PAL.

    Suka

  13. Galangan PT PAL lebarnya hanya 30 meter.

    Mistral lebarnya 32 meter.

    Untuk bangun sekelas Mistral butuh galangan selebar minimal 40 meter.

    Dengan akan dibangunnya galangan PT PAL di Lampung, kemungkinan baru bisa bikin LHD sebesar Mistral sesudah galangan di Lampung itu rampung.

    Dan rampungnya pembangunan fasilitas inhan di Lampung (PAL, PTDI dan PINDAD) itu paling cepet 5 tahun lagi.

    Jadi pembangunan LHD paling cepet bisa dimulai sesudah 2025.

    Suka

  14. tukangngitungphd
    14 MEI 2018 PUKUL 12:27 AM
    Ini sudah ada 13 komentar tetapi si tukang karet beserta si yulyul belum komentar sekalipun.

    Kalau ada topik tentang alutsista buatan Indonesia, si tukang karet dan si yulyul nggak bersemangat komentar.

    Rupanya mereka tak senang Indonesia bisa mandiri.

    Mereka hanya senang kalau produk Rusia dibeli. Sebab kalau produk Indonesia yang dipakai, mereka tak dapat duit dari situ. Tapi kalau produk Rusia yang dipakai, mereka semangat sekali dan akan bela mati-matian sebab dapat duit dari situ.

    Kalau ada kerjasama antara Indonesia dengan negara lain untuk buat alutsista di Indonesia mereka akan bersemangat teriak-teriak embargo.

    Tidak ada dukungan dari mereka untuk Indonesia mandiri.

    Jelaslah mereka adalah antek Rusia dan tidak cinta negeri ini.

    ——————————————

    Udah Dibilangin Klau Mau Ngadu Domba Itu Jangan Di Sini Tapi Di Garut Dan Penggringan Opini Anda Saya Yakin Tk Akan Mempan Krena Netizen Disini Sudah Pintar-2. Saya Mau Komentar Atau Enggak Itu Hak Saya Krena Disini HAM masih Dijunjung Tinggi Selaligus Saya Mau Konfirmasi Klau Saya Memang Tk Komen Di Artikel Ini Gegara Saya MEMANG SIBUK KOMEN DI WARUNG SEBELAH SEKALIGUS SAYA DI LC 2 HARI INI BARU BUKA 2 ARTIKEL YAITU TENTANG TORPEDO,PANTSIR DAN S-300 SURIAH JADI WAJAR AJA KLAU SAYA BELOM KOMEN DI INI ARTIKEL “SAYA SUDAH MENUNJUKAN RASA CINTA THD TAHAN AIR SAYA DGN IKUT BELA NEGARA” BLUM TENTU ANDA YG SOK NASIONALIS SEKALIGUS CHAUVINIS MELAKUKANNYA!!!.

    #Jangan Sok Nasionalis Klau Blum Ngelakuan Apa-Apa Demi Kebaikan Negri Ini.

    Suka

  15. heemmm jadi begini bung, sipil dan militer mungkin beda pemahaman, kontruksi modular untuk membuat kapal memang benar, tpi klo di desain untuk kapal perang, konstruksi modular lebih enak disebut penyambungan.
    sistem modular sendiri ya artinya modul yg bisa dicopot dan merubah sistem secara keseluruhan.
    kasihan dong buat orang awam dan orang yang ga cepat nalar, mereka bisa bingung mengikuti hitungan bung tn…….

    Suka

  16. seng sabar yah bung Jim..saya yakin bukan hanya SU-35 aja yg bakal di beli, kalo PAKDA sudah ada pun bakal dibeli sama negara kita, tp tetap sama polanya dengan sistem imbal dagang.

    Suka

  17. Wiiih mantap. LST progresnya bagus, lanjutkan! Minimal buat 30 unit LST baru. Baru lanjut bikin LPD & LHD (itupun kalo ada duitnya) ­čśŽ

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s