Embargo Militer Indonesia adalah Masa Lalu

Wakil Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia Erin Elizabeth McKee (kiri). (Antara)
Wakil Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia Erin Elizabeth McKee (kiri). (Antara)

Wakil Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) Erin McKee mengatakan embargo militer terhadap Indonesia adalah masa lalu. Pada masa mendatang, kata McKee, AS akan terus berkomitmen mendukung modernisasi alat utama sistem persenjataan angkatan bersenjata RI.

“Embargo itu adalah masa lalu, masa yang telah lewat. Sekarang kita berbicara tentang masa depan kerja sama kedua negara yang lebih kuat. Tentu kami mendukung modernisasi militer Indonesia,” katanya di Semarang, Rabu.

Ditemui di sela-sela penyerahan 8 unit helikopter serang AH-64E Apache di Pangkalan Udara Utama TNI Angkatan Darat Ahmad Yani, Erin McKee menuturkan AS berkomitmen memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia dengan memperluas serta memperkuat kerja sama yang telah terjalin antara kedua negara.

“Kerja sama militer merupakan salah satu pilar atau bentuk implementasi dari kemitraan strategis antara Indonesia dan Amerika Serikat. Begitu pun dengan kerja sama bidang lainnya yang telah dilakukan kedua negara,” katanya.

Erin McKee menekan, tidak ada pula kepentingan dan latar belakang politis dalam pembelian Apache kali ini. Hal itu semua merupakan hasil kerja sama yang terjalin baik antara kedua negara.

“Dengan kehadiran Apache dalam sistem persenjataan militer Indonesia, maka kedua negara dapat memaksimalkan perannya untuk mendukung stabilitas keamanan dan perdamaian di kawasan,” ujarnya.

Embargo atau restriksi militer Amerika atas Indonesia terjadi dalam konteks masa lalu. Amerika menilai aparat TNI telah melakukan penyimpangan dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM), di antaranya terkait kasus pembantaian di Santa Cruz, Dili, pada 1991.

Embargo dilakukan hanya pada persenjataan yang “membunuh”. Saat itu, Amerika meminta akuntabilitas pemerintah dalam masalah Timor Timur dan kasus Timika yang menyebabkan salah satu warga Amerika tewas.

Embargo mengakibatkan Indonesia tidak bisa membeli peralatan militer termasuk suku cadangnya, seperti alutsista strategis seperti pesawat tempur F-16 dan F-5, hingga menurunkan tingkat kesiapan alutsista TNI sampai 50 persen.

Nasib serupa dialami alutsista TNI yang dibeli dari sekutu AS seperti tank Scorpion. Ketika embargo masih berlaku, Inggris secara terang melarang penggunaan Scorpion saat konflik di Aceh.

“Itu semua masa lalu, sekarang kita membangun dan memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Amerika Serikat, yang saling menguntungkan, saling menghormati antara kedua negara,” kata Erin McKee menegaskan, sebagaimana dikutip dari laman Republika (16/ 05).

Editor: (D.E.S)

Iklan

19 tanggapan untuk “Embargo Militer Indonesia adalah Masa Lalu”

  1. Sebenarnya si masa lalu dan mungkin masa depan…
    Sangat sulit memprediksi sikap politik mereka… bahkan saat ini IFX mungkin terkena imbas dari sikap mereka

    Suka

  2. Dimata amerika cuma israel dan inggris yg gak bakal kena embargo,selebihnya masih di stabilo alias disadap,diawasi

    Suka

  3. Mau di embargo lagi atau tidak …… terserah anda buuu !!! Kami sdh sadar kemandirian koq, biarpun bertahap kami jg mampu membangun industri militer.

    Suka

  4. Yang paling utama teriak-teriak embargo itu khan yang terancam penghasilannya…

    Mengaku ikut bela negara tetapi pengajaran bela negara pada orang itu hanya sampai di otak saja dan tidak sampai terserap ke dalam hati, dengan bukti ikut terlibat dalam pemborosan sumber daya negeri dan mengejek laba yang diperoleh industri dalam negeri.

    Tidak hanya itu, bahkan orang itu mengejek orang lain yang sudah puluhan tahun berkontribusi baik secara langsung dan tidak langsung dalam memasukan devisa dan menyumbang ke kas negara dengan total nilai jutaan dolar melalui pajak, pnbp serta pendapatan bumn.

    Suka

  5. Ngapusi, dipancing2 spy beli lagi, lagi dan lagi, abis itu embargo dehhh…, lho napa diembargo lagi bu? katanya kemudian” dulu ya dulu sekarang ya sekarang…” …jare marwoto : whoooo duuoobol i…

    Suka

  6. Hahaha. Masih Ada Lagi Ni yee Tukang Ngadu Domba.

    Yang paling utama teriak-teriak embargo itu khan yang terancam penghasilannya…

    Hahaha. Dan Yg Teriak No Embargo Pasti Orang Itu Lupa Akan Sejarah Ataupun Apalah Yg Pernah Dilakukan Mereka Ke Negri Ini. Bahkan Mereka Melakukan Banyak Intervensi Dlm Beberapa Peristiwa Penting Yg Mengancam Negri Ini.

    Mengaku ikut bela negara tetapi pengajaran bela negara pada orang itu hanya sampai di otak saja dan tidak sampai terserap ke dalam hati, dengan bukti ikut terlibat dalam pemborosan sumber daya negeri dan mengejek laba yang diperoleh industri dalam negeri.

    Lah Begini Akibatnya Klau Gk Tau Apa Itu Bela Negara dan Tdk Pernah Melakukannya Pertama Sebelum Mengikuti Bela Negara Anda Harus Siap Dulu Hati Dan Mental lagian Buat Apa Coba Ikut Bela Negara Hanya Untuk Pamer Dan Gengsi Padahal Di Situ Di Gembleng Mati-Matian Agar Kita Mendedikasikan Hidupnya Demi Kebaikan Negri Ini. Dan Lagian SAYA TDK PERNAH MENGEJEK ATAUPUN MERENDAHKAN PINDAD SOAL LABA TSB MASIH BISA DI LIHAT KOMENNYA DAN SAYA HANYA MENGUNGKAPKAN KEKAGUMAN BAHWA LABA 1 UNIT SUKHOI LEBIH BESAR DARIPADA LABA PINDAD. Dan Hanya Orang Yg Berakal Dan Berpikiran Di Luar Normal Seperti Anda Yg Akan Termakan Propajanda,Penggiringan Opini dan Adu Domb’an Anda Sendiri.

    Tidak hanya itu, bahkan orang itu mengejek orang lain yang sudah puluhan tahun berkontribusi baik secara langsung dan tidak langsung dalam memasukan devisa dan menyumbang ke kas negara dengan total nilai jutaan dolar melalui pajak, pnbp serta pendapatan bumn.

    Lah kalau Cuma Pajak Semua Orang Yg Masih Waras Dan Tau Apa Fungsi Pajak Pasti Mereka Bayar Pajak. 😆 Lha Wong Cuma Baru Bayar Pajak Aja Kok Dah Sok Nasionalisme Dan Akhirnya Malah Keterusan Jadi Chauvinisme.

    Suka

  7. Amerika gk pelit lho TOTnya walaupun hanya yang standar 🙂 rusia manaaa… Hayoooo… Cobaaaaa maanaaaa….

    Suka

  8. Lol. Lha Klau Ndak Dpt ToT Selama Ini Ngapain Alutsista Rusia Masih Dipake Sekaligus Dibeli Ama TNI Dan Rusia Masih Ikut Beberapa Tender Di TNI Yg Syarat Ini dan Itunya Banyak. 😛

    Suka

  9. Mosok cuma pajak ?

    Baca itu yang bener.

    Ini nih ciri-ciri orang yang suka memutarbalikan fakta, menghilangkan bagian kalimat, persis seperti majikannya.

    Orang2 seperti ini nih yang justru membahayakan negara karena lebih suka uang untuk dirinya daripada kepentingan kemandirian bangsanya.

    Suka

  10. Udah Cuma GItu Aja?. Memang Saya Tk Menulis Beberapa Kalimat Diatas. 😆 Tapi Dimana Memutarbalikan Faktanya?. Apa mata Saya Dah Picek Atau Memang Saya Bloon Sampe Tak Bisa Melihat Dimana Memutar Balikan Faktanya?. Ohhh Bukannya Kamu Yg Suka Memutar Balikan Fakta Seperti Kejadian Laba Pindad,LST Atau Masih Banyak Lainnya. Nah Sekarang Saya Serius. Memang Saya Tk Menyebutkan Semuanya Krena Itu Sama Saja Kewajiban Bagi Orang Yg Tinggal Di Sini Dan Sebagai Warga Yg Tinggal Dinegara Ini Wajib Hukumnya Anda Melakukan Itu. 😆 dan Memangnya Apa Yg Membahayakan Dari Saya?. Lha Wong Saya Cuma Orang Biasa Tk Seperti Mbh Mien Yg Sakti Mandraguna Bin Katanya Perkasa. 😆 Justru Lebih Membahayakan Sifat Turunan Londo Menir Yg Anda Sering Gunakan Untuk Mengadu Domba Netizen Disini Atau Malah Chauvinisme Seperti Sifat NAZI Yg Justru Chauvinismenya Sendiri Malah Membawa NAZI Itu Bubar Dan Hancur. 😆

    Suka

  11. Mana ada amerika ngasih tot???? Itu beli apache gak dapat tot loh indo… Jas merah ( jangan sekali2 melupakan sejarah) wong kfx aja mereka susah bener….
    Amerika itu ular berkepala dua…

    Suka

  12. mimpi dapat TOT dari mama rika!!! M113 apc tua itu aja gak bakalan u di kasi TOT pa lagi LVT7, dan lebih mimpi lagi minta TOT alutsista yg berada di udara 😀 TOT nya di ajarkan bongkar pasang baling baling heli dan istalasi persenjataan serta perawatan. 😀 (ape lo ape lo)

    Suka

  13. Lho Justru Mendingan Sukhoi Yg Dari Rusia Dibawa Antonov. Kenapa?Krena Klau Ada Masalah Ataupun Apa-2 Akan Di Tanggung Ama Pengirimnya Misalnya Itu Pesawat Jatuh Dan Semuanya Hancur Dpt Bakalan dpt Ganti Langsung Dari Rusia Ndak Seperti Punya Sebelah Yg F-16 Jatuh Saat Di Kirim Ke Slh Satu Negara Timteng Gk Dpt Ganti Apa-2 Selain Bawa Pulang Bangke Itu Pesawat. Selain Itu Pengiriman Seperti Itu Bisa Menghemat Banyak Biaya Seperti OP Cost Yg Nantinya Jika Terbang Dari Rusia Bakal Habis Ratusan Ribu USD Atau Malah Nembus Jutaan USD,Lifetime Dan Lainnya. Selain Itu Dgn Pengiriman Seperti Itu Dpt ToT Merakit Jg Walaupun Gk Semuanya Krena Ada Orang Rusianya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s