Perairan Arufu Perlu Kapal Patroli Besar

KKP ORCA
Kapal pengawas perikanan ORCA (Istimewa)

Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan Dan Perikanan (PSDKP) Tual, yang berada di bawah Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan membutuhkan kapal patroli berukuran besar untuk efisiensi kerja.

“Luasnya wilayah kerja Pangkalan PSDKP Tual yang mencakup Maluku Tenggara, Larat, Saumlaki, Kepulauan Aru, Sorong hingga Merauke menuntut sarana prasarana memadai, khususnya kapal-kapal pengawas berukuran besar,” kata Plh. Kepala pangkalan PSDKP Tual, Seto Nugroho di Tual, Kamis (17/5/2018).

Ia mengatakan, selama ini efisiensi pengawasan di wilayah kerja PSDKP Tual terbatas ketersediaan kapal-kapal untuk melakukan pengawasan.

“Kapal-kapal patroli kita kecil, ditambah lagi faktor cuaca yang kadang-kadang ekstrem membuat kita terbatas untuk lakukan pengawasan,” katanya.

Menurut Seto, pada pertengahan tahun lalu ada penambahan dua kapal pengawas untuk operasional PSDKP Tual, namun tidak cukup memadai untuk pengawasan seluruh wilayah kerjanya.

“Karakteristik perairan di laut Arafura yang merupakan wilayah kerja kami, memiliki kondisi yang ekstrem dan itu menjadi kesulitan tersendiri untuk menjangkau wilayah tertentu jika ada laporan-laporan dari masyarakat ataupun nelayan terkait pelanggaran di laut,” katanya.

Ia mengakui pihaknya telah melaporkan masalah keterbatasan armada itu ke Pusat (KKP), dan berharap ada penambahan kapal patroli berukuran besar untuk PSDKP Tual.

Disinggung soal laporan masyarakat nelayan sepanjang tahun ini, Seto mengungkapkan sempat ada laporan pengeboman ikan di perairan sekitar desa Fair, Kota Tual, tetapi setelah dilacak tidak ditemukan.

Laporan terakhir yang masuk bulan lalu menyebutkan beroperasinya kapal luar daerah di sekitar Tanjung Burang, dan langsung ditindaklanjuti PSDKO Tual dengan mengirim kapal pengawas.

“Dengan kapal pengawas kita berusaha ke titik tersebut, namun cuaca tidak bersahabat membuat kita tidak bisa mencapai wilayah target dan memilih untuk kembali,” kata Seto, sebagaimana dilansir dari Bisnis (17/ 05).

Editor: (D.E.S)

Iklan

7 tanggapan untuk “Perairan Arufu Perlu Kapal Patroli Besar”

  1. Kapal yudistira 8003 panjang 73 meter ya ?

    Mesti ditambah jadi 80 atau 90 meter baru mantap jadi Kapal KKP.

    Suka

  2. Betul itu buanyaaaak banget kapal2 yang dibikin di periode ini.

    Tuh contohnya kapal SKIPI ORCA punya KKP, ada 24 awak, yang 15 orang KKP, yang 9 orang dari TNI AL dan marinir.

    Artinya kapal-kapal ini adalah platform yang suatu saat akan jadi kapal tempur jika keadaan darurat terjadi. Bisa jadi bisa diinstal kanon 40 mm, 20 mm, rudal anti pesawat, dsb.

    Yang mengoperasikan kanon dan rudal adalah personil AL yang ada di kapal.

    Suka

  3. Ditambahin kapal perang 125 meter juga sekaligus, kalau boleh usul dibawain rudal kalibr juga sekalian xixixi

    Suka

  4. sudah harus ada ada crash program soal pengadaan kapal patroli. kkp harus punya “tanjung datu” yang lain. produksi dalam negeri sudah bisa diandalkan kok…TNI AL juga harus cepat. komando armada sudah ditambah…armada juga sudah harus mengikuti..jangan terkesan santai..pkr, opv juga harus di order lagi…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s