Kasau Terima Kunjungan Dubes Belarus, Bahas Pemeliharaan dan Peluru Kendali Sukhoi

Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M menerima kunjungan kehormatan Duta Besar (Dubes) Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Belarus untuk Indonesia H.E. Mr. Valery Kolesnik di Mabesau Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (25/05/18).

Kasau sangat mengapresiasi kunjungan Dubes Belarus untuk Indonesia yang dimaksudkan untuk mempererat hubungan kedua negara yang telah terjalin baik selama ini dan menyampaikan ucapan terima kasih karena Belarus telah ikut ambil bagian dalam perawatan pesawat tempur Sukhoi milik TNI AU.

“Belarus merupakan negara sahabat yang juga sekaligus sebagai mitra TNI AU di bidang pertahanan, seperti pemeliharaan tingkat berat dan system upgrade pesawat tempur Sukhoi di fasilitas 558 Aviation Repair Plant,” kata Kasau.

Menanggapi hal tersebut, Kasau menyambut baik tawaran pertukaran Taruna AAU dengan Taruna Akademi Angkatan Udara Belarus dan akan mengkaji lebih lanjut metode pertukaran yang akan digunakan.

Sukhoi-30MK2 di HUT ke 72 TNI AU (AR)
Sukhoi-30MK2 di HUT ke 72 TNI AU (AR)

Terkait produk peluru kendali udara ke udara jarak menengah di atas 20 km buatan Belarus, “bahwa TNI AU saat ini dalam tahap pengembangan kekuatan dan perlu memiliki peluru kendali jarak menengah, khususnya untuk pesawat tempur Sukhoi,” jelas Kasau.

Pada tahun 2017 telah dilaksanakan pemeliharaan 2 unit pesawat Sukhoi dan saat ini sedang dilaksanakan pemeliharaan 2 unit pesawat Sukhoi Su-30MK yang akan selesai pada bulan September 2018.

Sementara itu, Dubes Kolesnik mengatakan hubungan bilateral antara Indonesia dan Belarus semakin erat khususnya di bidang pertahanan yang dibuktikan dengan adanya kerja sama di bidang pemeliharaan pesawat tempur Sukhoi TNI AU di Belarus. Ia juga menawarkan kerja sama di bidang pertukaran Taruna/Cadet Akademi Angkatan Udara kedua negara.

“Saat ini Belarus memiliki kemampuan yang luas di bidang industri pertahanan, bukan hanya di bidang pemeliharaan pesawat saja, namun juga sudah mampu memproduksi berbagai alutsista diantaranya peluru kendali dari udara ke udara jarak menengah serta teknologi optik untuk penginderaan pasukan khusus,” kata Dubes Kolesnik.

Pada kesempatan tersebut, Kasau didampingi Aspam Kasau Marsda TNI Dwi Fajariyanto, Aslog Kasau Marsda TNI Eko Supriyanto, S.E., M.M., dan Kadispenau Marsma TNI Ir. Novyan Samyoga, M.M., Sedangkan Dubes Belarus didampingi staf Kedubes Belarus Mr. Glen Krykanov, sebagaimana dilansir dari laman SI (26/ 05).

Photo: Sukhoi SU 30 TNI AU, TS 3009 (Istimewa)

Editor: (D.E.S)

Iklan

19 tanggapan untuk “Kasau Terima Kunjungan Dubes Belarus, Bahas Pemeliharaan dan Peluru Kendali Sukhoi”

  1. Bukanya Indonesia juga melakukan hal yang sama… waktu upgrade F-5 ke Korsel yang ternyata malah ga karuan…

    intisari.grid.id/read/03108712/f-5-tiger-tni-au-yang-akan-diganti-oleh-su-35-ternyata-suka-mogok-di-udara-kok-bisa?page=all

    Suka

  2. Lho kok pemeliharaan mesti ke belarus sih ?

    Ini nih gara2 si tukang karet nggak tanggung jawab, cuma jualan tok tapi soal after sales service kagak tanggung jawab babar blas.

    Cobain tuh bandingin dengan artikel falcon star barusan, pemeliharaan berat plus upgrade sampai dipreteli dibuka blak-blakan semuanya dilakukan sini.

    Kali sudah begini :

    No more Russian armaments.

    Jelas khan alasannya saya tolak pengadaan dari Rusia ?

    Suka

  3. Lah F-16 Jg Ke Turki Saat Mau Upgrade Bogeng… Falcon Star Itu Tk Serumit Perawatan Ataupun Upgrade Sukhoi Yg Naik Tingkat Ke Versi Selanjutnya… Coba Caritau Itu Su-27 Diupgrade Ke Versi Apa Dan Kenapa Di Bawa Ke Belarus!. Sama Saja Mungkin Malahan Lebih Buruk Misalnya Jika Falcon Mau Naek Ke Viper Ya Harus Maen Ke AS Yg Tentunya Biayanya Lebih Mahal Daripada Ke Negara Pemilik Lisensi. Dan Jangan Samakan Perawatan Heavy Fighter Dgn Medium Fighter. Misalnya Bogeng Punya Ferari Tapi Kemampuan Maintancenya Masih Sebatas Kijang. Ya Pilihan Terbaiknya Dibawa ke Servis Centernya. Toh Yg Jelas Milih Ke Belarus Krena Harganya Lebib Murah Daripada Dibawa Ke Rusia.

    Suka

  4. tetap murah F16, karena nggak perlu sewa pesawat angkutnya. Meskipun menurut jimmy falcon star tdk seberapa yg penting bisa buat pintar tehnisi TNI AU

    Suka

  5. Yakin Lebih Mahal?. Begini Ya Tk Kasih Pencerahan Biar Peletnya DR Ilang.

    -Nah Kita Bahas Dulu Jarak Belarus Ke Indonesia Menurut Mbh Mien Jaraknya Sekitar 9800KM.

    *Dan Sekarang Giliran Bahas Op Cost Sukhoi Dan Biaya Carter Ruslan.

    -Biaya Su-27 Itu 98Jt-140Jt Perjam Tergantung Tipe Dan Kecepatannya Dan Jg Kapasitas Tanki BBM Sebanyak 9,5 Ton Dan Jika Harga Avtur Pergalon Itu 20Rb Dan Per US Galon Adalah 3,5 Liter Maka Akan Habis: 9,500:3,5:2,700 Galon Dan 2,700×20000: 54Jt Hanya Untuk Isi Avtur Full Tank (Belum Termasuk EFT). Dan Maka Harus Isi Avtur 3 Kali Jika Terbang Dari Belarus Dan Menghabiskan 162Jt Hanya Untuk Isi Avtur Dan Jika Dihitung Pake Rumus Jarak Dibagi Waktu Maka 9800:1400 (Kecepatan Jelajah) Hasilnya Adalah 7 Jam Dan Biayanya Dlm Pengiriman Antara 690Jt Samps Paling Mahal 1,4 Milyar Untuk 1 Pesawat Dan Itu Sudah Termasuk Biaya Avturnya.

    *Sekarang Biaya Sewa Ruslan. Dari Volga Dnepr Biaya Sewa Ruslan Perjam 320Jt Dan Lama Waktu Menurut Perhitungan Saya Dari Belarus Ke Indonesia Dgn Rumus Jarak Dibagi Kecepatan Adalah 9800:850: Adalah 11,5 Jam Jadi Biayanya Adalah 3,5 Milyar (Sudah Termasuk Diskon) Agar Sampe Ke Indonesia.

    -Kesimpulannya:

    * Jika Dikirim Langsung Bisa Habis 1,4 Milyar Untuk 1 Pesawat

    *Jika Dikirim Pake Kargo Habis 3,5 Milyar.

    Tapi Kenapa Jimmy Bilang Klau Dikirim Pake Ruslan Lebih Murah Dan Menguntungkan?

    -1. Setiap Ruslan Angkut 2 Unti Sukhoi Di Dlm 1 Pengiriman Otomatis Itu Menyamai Biaya Jika Mengirim 2 Sukhoi Langsung Dgn Terbang Jauh.

    -2. Selain Bisa Membawa 2 Unit Sukhoi Dlm Pengiriman Ruslan Juga Bawa Sucad Dan Armamentnya. Jadi Ndak Usah Sewa Kargo Lagi Untuk Pengiriman Sucadnya.

    -3. Lifetime Pesawat Sama Sekali Tk Berkurang Dan Dipastikan Bahwa Pesawat Masih Gress Dan Baru Dipake Saat Test Di Fasilitas Pengujian Tempat Maintancenya.

    -4. Secara Tk Langsung Kita Jg Dpt ToT Walaupun Hanya Merakit.

    NB Semuanya Dlm Kurs Rp 14.000,00

    Suka

  6. Tuh khan si tukang karet cari-cari alasan lagi.

    Udah jelas2 after sales service nya jueeeleeeek masih mau berdalih lagi.

    Yang jelas F16 upgrade di sini, Sukhoi upgrade di sono.

    F16 diupgrade menyertakan teknisi kita, Sukhoi nihil.

    Dasar sales tidak bertanggungjawab.

    No more Russian aircrafts and armaments.

    Suka

  7. Coba Ngelesnya Dimana?. Lha Wong Udah Ditulis Panjang Lebar,Jelas Dan Menyakitkan (Bagi Yg Suka Ngeyel) Itu Memang Kenyataan Atau Memang Anda Sama Sekali Tk Faham Atau Malah Pura-2 Ndak Faham. Bingung Saya Kenapa Semua Kok Seakan-Akan Barat Serba Benar Dan Rusia Serba Slh. Pertama Sukhoi Memang Tk Di Rawat Dan Upgrade Di Skatet Ya Krena Memang Merekanya Blum Bisa Sekaligus Fasilitasnya Blum Memadai Untuk Oprek Sekelas Heavy Fighter Dan Yg Terbarunya Skatek 042 Lagi Menyiapkan Fasilitas Agar Bisa Maintance dan Upgrade Sukhoi. Untuk Uprgade Beratpun F-16 Masih Di Kirim Ke Negara Pemilik Lisensi Dari LM. Toh Banyak Pesawat Buatan Barat Kaya Hercules Atupun Hawk Yg Masih Dikirim Ke Luar Negri Untuk Upgrade.

    Suka

  8. Toh Lagian Klau Memang After Sales Rusia Buruk Ngapain Masih Beli Itu Su-35 Dan Mau Nambah Turunan Su-27 Lagi.

    Suka

  9. @Felling. Lha Wong Namanya Klau Fasilitas Blum Memadai Ya Jangan Dipaksain. Itu Saja Indonesia Lagi Menyiapkan Fasilitsnya Baru Setelah Dibelinya Su-35. Toh Lagian Klau Baru Bisa Memperbaiki Kijang Jangan Langsung Memperbaiki Ferrari Jika Blum Punya Ilmunya. Toh Jg Yg Milih Ngirim ya TNInya Sendiri.

    Suka

  10. Ya semoga TNI ke depannya bisa beli pespur yg perawatannya bisa dilakukan di Indonesia, spy personilnya tambah pinter, dan pespurnya siap tempur, spt kasus bawean, mskpn diembargo F16 msh bisa menghadang hornet.

    Suka

  11. woi !!!!
    MRO ke belarusia sama aja dgn di rusia toh di belarusia jg ad teknisi resmi dari rusia.
    kalo memang benar apa yg di katakan Jimmny bawhwa pengiriman pesawat mengunakan cargo transport lebih murah. justru kenapa F-16 24unit tidak di lakukan yg sama. gila berapa ratus kilo meter tuh dari gurun antah berantah amerika utk di bwa ke p.jawa, mesinnya uda gak kinyis kinyis lagi dong. huehehuhehuehue

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s