Barter Komoditas dengan Sukhoi Antara Indonesia-Rusia Ditentukan Sebelum Agustus

Pemerintah terus merampungkan pembahasan terkait imbal beli pesawat Sukhoi asal Rusia dengan komoditas asal Indonesia. Keputusan terkait komoditas yang akan dibarter dengan pesawat tempur tersebut ditargetkan selesai sebelum Agustus 2018.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan mengatakan, pemerintah Indonesia dan Rusia akan membuat sebuah kelompok kerja (working group) untuk menentukan komoditas apa saja yang akan ditukar dengan Sukhoi.

“Untuk imbal beli ini akan dibuat working group dari kedua belah pihak, jadi kita masih bahas rincian job description dari working group ini. Nanti komoditasnya di working group dibahas,” ujar dia di Jakarta, Minggu (3/6/2018).

Selain itu, lanjut Oke, di working group tersebut juga akan ditentukan siapa yang akan mengekspor dan yang akan membeli komoditas yang disepakati. Hal tersebut akan dilakukan secara transparan.

“Karena kewenangannya (pemerintah) tidak boleh berlebihan. Nanti komoditi yang ini ngusulin yang mana, ini yang mana. Nanti tidak boleh saya jualan. Tetapi pemerintah yang menyatakan jika yang siap itu komoditi ini, pelakunya yang terdaftar itu ini,” kata dia.

Namun Oke berharap, pembahasan dalam working group tersebut bisa rampung paling lambat sebelum Agustus 2018. Dengan demikian, proses imbal beli ini bisa segera berjalan maksimal sebelum pergantian tahun.

“(Proses barter Sukhoi dan komoditas Indonesia) Efektifnya antara Agustus-Desember. Working group-nya harus sebelum itu selesai,” tandas dia.

Barter Komoditas dengan Sukhoi Tunggu Kontrak Kemenhan

Dilansir dari laman Liputan6 (3/ 6), Indonesia dan Rusia sepakat melakukan imbal dagang 11 pesawat tempur Sukhoi SU-35 senilai US$ 1,14 miliar atau sekitar Rp 15,39 triliun (kurs Rp 13.500 per dolar AS). Finalisasi pengadaan tersebut masih menunggu penandatanganan kontrak pembelian sukhoi oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dengan Rusia.

Menurut Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Oke Nurwan, perjanjian imbal dagang antara Kemendag dengan Rusia tidak akan berjalan tanpa kontrak pembelian pesawat tempur Sukhoi diteken antara Kemenhan dan Rusia.

“Sementara ini masih menunggu kontrak utama ditandatangan. Imbal dagang tidak jalan kalau kontrak pembelian sukhoinya tidak ditandatangan. Jadi bolanya ada di Kemenhan,” ujar Oke pada 7 Januari 2018.

Karena masih menunggu ditekennya kontrak pembelian Sukhoi SU-35 oleh Kemenhan, Oke tidak dapat memastikan kapan bisa terlaksananya perjanjian imbal dagang oleh Kemendag dan Rusia.

Mengingat skema yang digunakan imbal dagang, maka Indonesia mendapat potensi ekspor sebesar 50 persen atau senilai US$ 570 juta atau sekitar Rp 7,69 triliun.

Rusia akan membeli lebih dari satu komoditas ekspor Indonesia dengan pilihan karet olahan dan turunannya, CPO dan turunannya, mesin, kopi dan turunannya, kakao dan turunannya, tekstil, teh, alas kaki, ikan olahan, furnitur, kopra, plastik dan turunannya, resin, kertas, rempah-rempah, produk industri pertahanan, serta produk lainnya.

“Imbal dagangnya 50 persen. Nanti komoditasnya dirundingkan lagi setelah kontrak (pembelian oleh Kemenhan) ditandatangan,” Oke menuturkan.

Sebelumnya, kesepakatan pengadaan pesawat tempur Sukhoi SU-35 telah diteken antara kedua negara ini ditandatangani pada 10 Agustus 2017, saat pelaksanaan Misi Dagang ke Rusia. Pemerintah Rusia dan Indonesia sepakat menunjuk Rostec dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) sebagai pelaksana teknis imbal dagang tersebut.

Photo: Su-35 (Jane)

Editor: (D.E.S)

Iklan

18 tanggapan untuk “Barter Komoditas dengan Sukhoi Antara Indonesia-Rusia Ditentukan Sebelum Agustus”

  1. Kirain udah bner bner deal, ternyata masih aja proses pembahasan….
    Padahal belinya cuma 11 unit…
    Apalagi beli 100 unit hehehe…

    Suka

  2. Ini nih gara-gara kagak mau kasih TOT, kagak mau kasih maintenance berat di sini, trus harga dimahalin 3 kali lipat…

    Good job lah tawar teruuuuuss sampai yang dagang nyerah…

    Suka

  3. dah gw bilang itu baru kirim PO masih belum percaya…..
    per pesawat itu harganya $150 juta……
    ditawar ………. dinego kan supaya bisa diproduksi di indonesia aka konten lokal, jadi mintanya $75 juta, atau $90 juta……
    tpi kayanya kgk dikasih jadi konten lokal,,,,,dan harganya mungkin bisa naik jadi $180 juta per pesawat………

    gw bukan intel lho……cuma filling gw aja kadang benar kadang salah…….xixixi

    Suka

  4. Itu pesawat lagi di buat mas broh. Pas hut TNI pasti hadir ni pespur. Yg lagi di bahas di atas komoditi apa yg akan di pilih Oleh rusia. Kopi,Karet,tekstil, dll. Begitu Aja ko repot mikirnya 😰😰😰 anak bayi baru brojol juga ngerti mass… Hahahahaha

    Suka

  5. @matt pellor, anak bayi baru brojol tetap tdk ngerti krn baca pun blm bisa.
    Yang jelas beritanya muter muter nggak jelas.

    Suka

  6. u semuakan sipil yg doyan baca formil gk usa sotoy deh.
    ntar jg datang itu pesawat. resiko pembelian dgn cara tukar komoditas yah seperti ini susah nemu ujungnya. dasar pesimistis

    Suka

  7. Betul apa yg di komen @matt pellor
    Gambaran kasar yg pertama gini lho, spy mudah dicerna.
    Ibu2 yg biasa masak didapur jg gak akan tau kebutuhan bawang merah dlm setahun, begitu jg bawang putih, cabe, tomat, gula, minyak goreng semua dlm setahun. Sedangkan perkiraan kebutuhan perbulan aja msh tdk sama apalagi dlm setahun. Bergantung pd menu masakan apa yg akan disajikan setiap harinya. Sedangkan jadwal menu yg dibuatpun msh sering dilanggar krn alasan bosan dng menu yg itu2 saja.

    Sementara komoditi yg diperlukan di Rusia itu tdk hanya karet, kopi dan cpo saja. Tentu banyak jg rempah2 yg diminati. Namun kebutuhannya tidak bisa hrs stabil perbulan atau per tahun. Bahkan adakalanya dibulan2 tertentu komoditi yg dimaksud tdk diperlukan melainkan butuh komodoti lain. Itu baru bicara item komodotinya. Blom lg berbicara harga komoditi itu sendiri yg berfluktuasi per 2 mingguan berdasar update pasar global.

    Gambaran kasar yg kedua, jika satu unit su35 saja ditukar dng komoditi kopi, maka brp ratus ton kopi yg hrs disuplai ? Apa ketersediaan dlm negeri mampu utk mencukupinya.?

    Mulai ikut mumet toh mikirkannya….hehehe

    Suka

  8. negara pelit n kikir buat pertahanan
    ntar kena kutuk alutsista baru nyahok
    katanya g20,pdb 1 trilyum uss mana mana mana
    beli 11 aja kayak ta*k kucing…..
    negara luas,sda luas,sdm luas,tapi picik pemimpinnya
    ini seperti orang kaya gak mau sedekah jadinya kena karma
    kampret kalian semua………..

    Suka

  9. Kelihatannya bung Ruskye ada peluang bisnis nih di Rusia.

    Bung Ruskye khan pengusaha sagu, sagunya dikasih ragi saja buat jadi tape sagu (harusnya sih tape singkong), tape khan mengandung alkohol, trus diekstrak kandungan alkoholnya, dibotolin dikasih merek tapioka vodka, trus diekspor deh ke Rusia, orang Rusia khan suka vodka.

    Kebutuhan vodka orang Rusia itu hampir sepanjang tahun. Jadi mau kita ekspor berapa juta liter sebulan pun kagak masalah.

    Xixixixixi

    Suka

  10. Puasa-puasa dek muarif woof-woof (cucu mbah bowo) gak boleh maki ya…tar puasanya gak dapet paha la, hhj

    Suka

  11. The following product groups represent the highest dollar value in Russia’s import purchases during 2017. Also shown is the percentage share each product category represents in terms of overall imports into Russia.

    Machinery including computers: US$45.3 billion (20% of total imports)
    Electrical machinery, equipment: $26.7 billion (11.8%)
    Vehicles: $21.4 billion (9.4%)
    Pharmaceuticals: $10.8 billion (4.8%)
    Plastics, plastic articles: $8.8 billion (3.9%)
    Optical, technical, medical apparatus: $6.2 billion (2.7%)
    Articles of iron or steel: $5.3 billion (2.3%)
    Iron, steel: $4.8 billion (2.1%)
    Fruits, nuts: $4.7 billion (2.1%)
    Rubber, rubber articles: $3.6 billion (1.6%)

    Silahkan ditawarkan sejenis barang di atas

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s