PT Dirgantara Indonesia Paling Banyak Pasok Pesawat dan Helikopter untuk TNI

Pemesanan pesawat dan helikopter kepada PT Dirgantara Indonesia paling banyak oleh domestik.

Dilansir Lancer Defense dari laman media Kompas (6/ 6), Dirut PT DI Elfien Goentoro mengatakan, pihaknya paling banyak mendapat permintaan dari TNI untuk pengaaan pesawat.

“Paling banyak dri Angkatan Udara tentunya, juga Angkatan Laut. Untuk helikopter paling banyak Angkatan Darat,” ujar Elfien di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Rabu (6/6).

Saat ini, PTDI telah terikat kontrak dengan TNI untuk pengadaan 9 unit pesawat NC-212 dan 7 unit helikopter Cougar untuk Angkatan Udara serta 9 unit helikopter untuk Angkatan Darat.

Elfien tidak bisa memastikan berapa pengadaan pesawat dan helikopter untuk TNI pertahunnya karena sistem kontrak multiyears.

“Untuk kontrak sekarang untuk pesawat NC-212 akan mulai deliver 2019 ada lima. 2020 akan deliver lagi empat. Karena leap time pembuatan sekitar 1 tahunan,” kata Elfien.

Tak hanya di dalam negeri, PT DI juga kebanjiran pesanan dari luar negeri. Di awal tahun ini, PT DI telah mengekspor lima pesawat jenis NC-212 untuk Filipina dan Vietnam.

Rencananya PT DI akan mengirim lagi satu pesawat ke Senegal. Namun, belum dapat dipastikan apakah Desember 2018 bisa dikirim atau awal 2019.

Elfien berharap negara-negara yang sudah pernah memesan pesawat ke PT DI akan kembali melakukan pesanan.

“Mudah-mudahan tahun ini ada target di Korea dan Malaysia kita dapat juga. Dan beberapa repeat order lagi,” kata Elfien.

Sejauh ini, Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Korea sudah beberapa kali memesan pesawat dan tenaga pemeliharaannya ke PTDI. “Seperti Korea, mereka akan repeat order untuk CN-235. Mudah-mudahan dapat kontraknya tahun ini,” kata Elfien.

Photo: Helikopter Caracal EC-725 (Jeff Prananda)

Editor: (D.E.S)

Iklan

7 tanggapan untuk “PT Dirgantara Indonesia Paling Banyak Pasok Pesawat dan Helikopter untuk TNI”

  1. Lhooooo…..bukan si rasahmbronondakrepot to juaranya, hhh

    Suka

  2. Emg pt.di bisa bikin sukhoi wkkwk,emang pt.di mau terima hasil kopra,kerupuk,pempek

    Bikin sendiri ucav, air to air missile baru jozz,oh ya gw lupa semangat pt.di itu bukan buat militer sebenarnya tp lebih ke sipil krn lebih menjanjikan dan menjual,itu kata siapa ya…mhmhmh kata profesor kyaknya

    Suka

  3. Kontrak Multi years tidak hanya berlaku pada pembelian alutsista saja baik yg dr dalam maupun luar negeri, melainkan jg mega proyek yg ada di Indonesia, spt jalan tol, bandara, dan yg jelas spt saat ini pembangunan MRT di jakarta.
    Sistem pembiayaannya berdasarkan kemampuan keuangan departemen yg bersangkutan.
    Spt pengadaan SU35 itu multi years. Pengadaan PKR sigma 10514 itu jg multi years, kapal selam dr korea jg multi years. Pembayaran setiap tahunnya berdasarkan pagu yg dianggarkan dan progress pencapaian. Gak ada pembayaran yg dibayar lunas di depan (merugikan konsumen) atau dibayar belakangan (merugikan produsen).
    Kontrak multi years jg berlaku di sektor swasta, bukan hanya dominan pemerintah saja. Dan ini berlaku di belahan dunia manapun.

    Suka

  4. Cegluk….puasa-puasa kok ngomongin belahan to dek

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s