F-35 Miliki Hampir 1.000 Kekurangan, AS Krisis Uang

F-35A (Airforce Technology)
F-35A (Airforce Technology)

Kantor Akuntabilitas Pemerintah (GAO) Amerika Serikat (AS) mengungkap bahwa program pesawat jet tempur siluman F-35 memiliki hampir 1.000 kekurangan. Sedangkan untuk produksi massal tahun depan, pemerintah Washington tidak memiliki dana.

GAO sebagai auditor pemerintah menyampaikan masalah itu kepada Kongres. GAO telah merekomendasikan untuk menahan anggaran untuk kelanjutan produksi pesawat jet tempur siluman tersebut sebelum banyak kekurangan diselesaikan terlebih dahulu.

Dari hampir 1.000 kekurangan yang dimiliki jet tempur kebangaan NATO ini, di antaranya adalah kursi ejector yang dapat menyebabkan cedera leher, sistem display yang dipasang pada helm tidak dapat digunakan, sistem pasokan oksigen yang gagal dan pengisian bahan bakar di udara yang dapat putus saat digunakan.

Secara total, F-35 memiliki 996 kekurangan yang belum terselesaikan pada Januari. Dari jumlah tersebut, 111 di antaranya dianggap sebagai defisiensi “Kategori 1”. Artinya, kesalahan dan kekurangan yang dapat membahayakan keselamatan atau keamanan pengguna.

F-35 akan memasuki produksi penuh pada tahun depan, dengan biaya USD10,4 miliar (Rp1.44,1 triliun) per tahun selama dua dekade berikutnya. Namun, GAO dalam laporannya, Kamis (7/6/2018), telah merekomendasikan bahwa tidak ada dana yang tersedia untuk fase produksi berikutnya sampai rentetan masalah tersebut diperbaiki dan sampai Pentagon membuat bisnis yang sehat terkait pendanaan.

F-35 telah dikembangkan di Lockheed Martin sejak 2001, dan telah dikacaukan oleh penundaan dan kenaikan biaya sejak saat itu. Dengan perkiraan biaya seumur hidup sebesar USD1,4 triliun, jet tempur ini adalah program pengembangan senjata termahal dalam sejarah.

Struktur program pengembangan F-35 telah bergeser beberapa kali sepanjang umurnya, karena biaya mulai meningkat. Laporan GAO secara parsial menyalahkan Pentagon dan pengembang model “concurrency” Lockheed Martin, di mana pesawat telah diuji coba sementara komponen baru sedang diproduksi, bukannya dibangun untuk spec dengan komponen yang telah teruji. Masalah dengan komponen individu kemudian menyebabkan penundaan dan kenaikan biaya secara keseluruhan.

Biaya program pengembangan F-35 yang mengejutkan dianggap sebagai salah satu pemborosan dan salah urus di Pentagon. Dalam laporan lain yang dirilis bulan lalu, GAO menemukan bahwa bom nuklir baru Amerika, B-61-12, juga akan membebani pemerintah lebih dari USD7,6 miliar.

“Saya tidak dapat melihat mata Anda sekarang dan mengatakan bahwa kami dapat memberi tahu Anda, bahwa setiap sen di masa lalu telah dihabiskan dengan cara yang strategis dan strategis,” kata Menteri Pertahanan James Mattis kepada sekelompok kadet Angkatan Udara yang lulus di Colorado bulan lalu, sebagaimana dilansir dari laman Sindonews (7/ 6).

Editor: (D.E.S)

Iklan

5 tanggapan untuk “F-35 Miliki Hampir 1.000 Kekurangan, AS Krisis Uang”

  1. makanya belajar yg bener uncle sam! uda ngekor designnya masih aja ada kurangnya hehehe

    itu dia sebabnya rusia tidak melanjutkan experimental Yakovlev Yak-141 utk di produksi masal selain cost gede , komsumsi bbm gede dan pembuangan panas yg dpt jd sasaran target rudal. eh u dah kebayakan duit sam sam malah buat pesawat tipe VTOL, emang kece sih VTOL bisa diterbangkan dr kapal. tp rasakan gerusan anggaran yg besar. hahahha

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s