2019, Pagu Indikatif Kemenhan Sebesar Rp 106 T

Direktur Jenderal Perencanaan Pertahanan Kemenhan Marsekal Muda Tata Endrataka mengungkapkan, Kemenhan tahun ini mendapat pagu indikatif senilai Rp 106 triliun.

Jumlah itu jauh lebih kecil dari yang diajukan Kemenhan pada rapat trilateral bersama Menteri Keuangan dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional yakni sebesar Rp 215 triliun.

Tata mengatakan, Kemenhan berupaya mengajukan tambahan anggaran untuk tahun 2019. Namun ia enggan merinci besarannya.

“Masih akan diproses lagi, nanti ada pagu anggaran, ada alokasi anggaran, itu nanti prosesnya masih belum sampai,” kata Tata di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/6).

Dilansir dari laman Kompas (7/ 6), Tata mengatakan, anggaran sebesar itu dialokasikan sebesar 40 persen untuk belanja pegawai. Lalu, 30 persen untuk belanja barang dan 30 persen sisanya untuk belanja modal.

Untuk belanja barang, Kemenhan berencana menambah jumlah pesawat, kapal, dan panser.

Selain itu, Kemenhan juga menyiapkan anggaran bagi Komando Operasi Khusus Gabungan (koopsusgab) untuk pemberantasan terorisme.

“Besarannya nanti ya, nanti, karena belum sampai DIPA ya. Ini masih indikatif, sudah (dianggarkan),” lanjut Tata.

Photo: KRI Raden Eddy Martadinata (REM) 331 berlayar di perairan Pasifik dalam rangka mengikuti RIMPAC 2018 di Hawaii, Senin (4/ 6). (Antara)

Editor: (D.E.S)

Iklan

14 tanggapan untuk “2019, Pagu Indikatif Kemenhan Sebesar Rp 106 T”

  1. Dari usulan 215 T jadi pagu indikatif 106 T ?

    Masih jauh tuh prosesnya.

    Dari Pagu indikatif akan ada tawar menawar minta kenaikan untuk masuk RAPBN (juni-juli).

    Dari RAPBN akan ada tawar menawar minta kenaikan untuk masuk APBN (november).

    APBN biasanya ditetapkan akhir November/Desember.

    Dari APBN akan ada realisasi di bulan Agustus/September menjadi APBN-P.

    Suka

  2. Sebagai pembanding anggaran adalah Polri.

    APBN Polri tahun 2018 adalah 95 T.

    Usulan anggaran Polri untuk tahun 2019 adalah 126,8 T.

    Tetapi ditolak menkeu sehingga menjadi pagu indikatif 76,9 T.

    76,9 / 126,8 = 0,6

    Dari 76,9 T itu Polri mengusulkan tambahan 44,4 T.

    44,4/126,8 = 0,35

    Dari usulan tambahan 44,4 T itu paling yang dikabulkan adalah sekitar separuhnya atau 50% nya atau 22,2 T.

    Jadi kemungkinan anggaran Polri yang akan disetujui adalah 76,9 + 22,2 = 99,1 T.

    Sekarang usulan anggaran pertahanan adalah 215 T.

    Yang dijadikan pagu indikatif adalah 106 T.

    Kemungkinan permintaan tambahan anggaran adalah 0,35 x 215 = 75,25 T.

    Kemungkinan tambahan yang disetujui adalah separuhnya 75,25/2 = 37,625 T.

    106 + 37,625 = 143,6 T.

    Jadi prediksi besaran anggaran pertahanan untuk 2019 adalah sekitar 143 T.

    Suka

  3. aduh mbah tukang ngitung itu bagaimana sih….

    apa mau tak kasih cara ngitung yg benar ?

    pertama hitung dulu semua apbn tahunan….100% = apbn tahunan. dengan total 2.221 T

    anggaran tni tahun ini, 2018 dalah 106 T. maka persenannya adalah
    106/2221 * 100 = 4.7 %
    jadi tni mendapatkan sekitar 4.7% dari apbn.

    jika pertumbuhan ekonomi adalah 5%, maka 5% * 2221 T dan ditambah 2221 T = 2332 T
    maka kemungkinan apbn tahun depan, 2019 adalah 2332 T.

    lalu tni jika masih seperti tahun ini akan mendapat 4.7% dari apbn 2019 = 109 T.

    jadi jika pertumbuhan hanya 5% tahun 2019 apbn tni akan mendapatkan 109 T.

    Suka

  4. itu secara logika, jika tni minta tambah jadi 215 T berarti persenannya adalah 9.2%

    negara seperti indonesia yg aman tenteram damai nan sejahtera cukup mengalokasikan dibawah 10% dari total apbn.
    4.7% saya rasa masih wajar, sehingga bisa mendorong perekonomian.

    kalau apbn dinaikkan lebih dr 6% bisa menyerap banyak tenaga kerja dan uang, dan ujung2nya akan berimbas pada inflasi dan kenaikan harga.

    Disukai oleh 1 orang

  5. Saya belum pernah melihat ada kenaikan anggaran kementrian/lembaga yg bisa naik sampai 100%……paling kuat maksimal 20% kenaikannya dr tahun yg lalu….hehehe

    Suka

  6. Yg lazimnya kenaikan anggaran kementrian /lembaga 5% – 10% dari anggaran tahun sebelumnya.
    Tp pagu indikatif kementrian/lembaga tahun 2019 ditetapkan sebesar Rp. 823 T. Sedangkan belanja Kementrian /lembaga dlm APBN thn 2018 sebesar RP. 847,4 T sedangkan pagu indikatifnya Rp. 814,1 T artinya terjadi kenaikan 3,9% setelah disahkan jd APBN. Jd kemungkinan besar belanja kementrian /lembaga th 2019 dlm APBN menjadi Rp. 855 T. Berarti berapa besaran anggaran kemenhan th 2019 ya.? Kalo kenaikannya cuma 3,9% – 4% dari Rp. 106 T.?…….hehehe…ini lebih realistis ditengah nasih besarnya defisit anggaran tahun ini.

    Suka

  7. Mas Habis Duit bilang “jika tni minta tambah jadi 215 T berarti persenannya adalah 9.2%

    negara seperti indonesia yg aman tenteram damai nan sejahtera cukup mengalokasikan dibawah 10% dari total apbn.”

    Lho 215 T = 9.2% itu khan masih di bawah 10%, betul khan ?

    Nah hasil hitungan saya bukan 215 T = 9.2% tetapi hanya 143 T = 143 / 2332 = 6.1%

    6.1% masih di bawah 10% ya toh ?

    😉

    Suka

  8. aduh mbah,,,,aku pusing ngomong sama mbah tung…..apalagi si rusak yee
    eh btw baca topik berita saja…
    inikan dijelaskan bahwa.
    1. ada anggaran utk koopsusgab, entah dana dr mana.
    2. tidak ada penambahan 2T, utk proyek ifx, dulu usulan 106T, penambahan 2T lebih.
    tpi justru disebut setelah dibreak down, malah menhan cuma terima 106T, yg penambahan utk bayar tunggakan ifx sepertinya belum dibahas.

    Disukai oleh 1 orang

  9. Gw pesimis sih konsep MEF,,,klo liat orderan Kemenhan tiap thn gak konsisten,,,contoh gampangnya aja PKR sampe skrg blm ada kelanjutannya atau pal penuh orderan?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s