Presiden Turki: Kami Beli S-400 Bukan Hanya untuk Disimpan di Gudang

S-400 3 (sputnik)
S-400 (Sputnik)

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengeluarkan pernyataan keras bahwa mereka membeli sistem rudal Rusia, S-400, untuk digunakan.

Pernyataan keras Erdogan itu muncul beberapa bulan usai perdebatan antara Turki dengan sekutu NATO, khususnya AS.

Dilansir dari laman Kompas (13/ 6), Washington mengkritik pembelian sistem rudal buatan Rusia itu, yang disebut menjadi ancaman terhadap pertahanan negara-negara NATO.

“Kami membeli S-400 tidak hanya untuk disimpan di gudang. Kami akan menggunakannya apabila dibutuhkan. Ini adalah sistem pertahanan,” kata Erdogan, Selasa (12/ 6).

“Apa yang akan kami lakukan terhadapnya jika tidak menggunakan sistem pertahanan ini?” lanjutnya dilansir Daily Express.

Erdogan menambahkan, tujuan lain Turki membeli sistem pertahanan dari Rusia itu adalah agar dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan persenjataan dari AS.

“Apakah kami masih akan bergantung pada AS? Saat kami meminta kepada mereka selama bertahun-tahun, jawaban yang mereka berikan kepada kami adalah bahwa kongres tidak mengizinkan,” ujar dia. Dan saat AS belum dapat memenuhi permintaan Turki, Rusia memberikan tawaran S-400 yang dianggap cukup memikat.

“Terkait pinjaman, mereka juga menawarkan persyaratan pinjaman yang cukup menarik,” tambah Erdogan. Kongres AS telah mengangkat kasus S-400 ini dan pihak senat segera melakukan pemungutan suara untuk rancangan undang-undang yang menyerukan pemberian sanksi untuk setiap pembelian sistem rudal udara Rusia itu. Rancangan UU tersebut juga akan mengklaim penjualan serta mengiriman jet tempur canggih F-35 yang awalnya diperkirakan tiba di Turki pada 21 Juni.

AS mengancam akan menangguhkan pengiriman jet tempur itu hingga diputuskan menghapus Turki dari program kerja sama produksi F-35.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki Hami Aksoy mengklaim bahwa rancangan undang-undang tersebut bertentangan dengan semangat aliansi dengan AS.

“Ankara tidak akan tinggal diam jika Washington menghentikan pengiriman jet tempur,” kata Aksoy. “Itu bukan semata-mata program milik AS, melainkan program multinasional dan kami harap semua pihak dapat memenuhi kewajiban mereka,” tambahnya.

Ditambahkan Erdogan, AS berkewajiban untuk tetap mengirimkan jet tempur tersebut karena Turki sudah membayar 800 juta dolar AS (lebih dari Rp 11 triliun) untuk pesawat tersebut.

Editor: (D.E.S)

Iklan

6 tanggapan untuk “Presiden Turki: Kami Beli S-400 Bukan Hanya untuk Disimpan di Gudang”

  1. S-400 benar2 membuat rumit… kalau sampai Turki nekat maka efek dominonya akan membuat pembeli lain juga cuek akan ancaman sangsi USA… bahkan jika sampai Arab Saudi membeli… benar-benar mimpi buruk

    Suka

  2. Klo turki bokehlah,lah ini arab saudi ikut”an beli apa merasa kurang puas dgn kemampuan prisai rudal,pdhal kmrin sdh menahan rudal houthi yaman

    Suka

  3. Arab Saudi keki berat setelah Iran mendapatkan S-300… sebenarnya jika USA dengan sangsinya bisa memblokade Iran untuk tidak mendapatkan S-300 maka semua akan beres… dari sanalah semua kerumitan ini berawal… Arab Saudi jelas sadar kalau untuk menghadapi kemampuan S-300 Iran ya harus beli S-400… THAAD/Patriot tidak cukup membuat Arab Saudi pede menghadapi S-300 Iran…
    Turki ngotot membeli S-400 setelah kejadian kudeta gagal… Erdogan tahu persis, hanya sistem pertahanan Rusia yang bisa membuat negara seperti USA dan barat untuk tidak macam2 diwilyah udara nya…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s