Malaysia Bakal Terus Duduki Pulau di LCS

Mahathir Mohamad (Getty Images)
Mahathir Mohamad (Getty Images)

PM Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan negaranya merupakan pemilik pulau-pulau di Laut China Selatan (LCS) yang jadi sengketa. Dia mengatakan Malaysia akan terus menduduki pulau-pulau tersebut.

Dalam wawancara dengan South China Morning Post, pemimpin berusia 92 tahun itu mengatakan bahwa negaranya akan terus mempertahankan pulau-pulau di Laut China Selata n dan tidak tertarik untuk menduduki yang lain.

“China mengklaim bahwa Laut China Selatan adalah milik mereka, tetapi pulau-pulau itu selalu dianggap sebagai milik kami sejak lama. Jadi kami ingin mempertahankannya,” kata Mahathir kepada surat kabar yang berbasis di Hong Kong tersebut.

“Ada bebatuan tertentu yang kami kembangkan menjadi pulau. Dan kami berharap bahwa kami akan tetap berada di pulau-pulau itu, karena itu adalah bagian dari menjaga laut kami aman dari bajak laut dan yang lainnya,” papar Mahathir yang dilansir Rabu (20/6/2018).

Malaysia memiliki klaim yang bertentangan dengan China yang mengklaim hampir di seluruh kawasan Laut China Selatan, jalur laut strategis yang menghasilkan USD5 triliun setiap tahun dari lalu lintas kapal perdagangan dunia.

Brunei, Filipina, Taiwan, dan Vietnam juga memiliki klaim yang bertentangan satu sama lain di wilayah itu.

Bulan lalu, militer China mendaratkan pesawat pembom di pulau-pulau yang disengketakan dan terumbu karang di Laut China Selatan sebagai bagian dari latihan militer. Tindakan Beijing itu telah memicu kekhawatiran di Vietnam dan Filipina, sebagaimana dilansir dari laman Sindonews (20/ 06).

Ketegangan meningkat lebih lanjut ketika Amerika Serikat mengirim kapal perang ke wilayah tersebut sebagai bagian dari operasi kebebasan navigasi.

Mahathir menyarankan bahwa satu cara untuk menjaga perdamaian di Laut China Selatan adalah agar patroli dengan perahu kecil, bukan dengan kapal perang.

“Kapal-kapal kecil itu, harus dilengkapi (senjata) untuk menghadapi bajak laut, bukan untuk berperang lagi,” ujarnya.

“Saya pikir seharusnya tidak terlalu banyak kapal perang. Kapal perang menciptakan ketegangan,” katanya.

“Suatu hari nanti, seseorang mungkin membuat beberapa kesalahan dan akan ada perkelahian, beberapa kapal akan hilang, dan mungkin ada perang. Kami tidak menginginkan itu,” imbuh dia.

Ketika ditanya siapa yang harus terlibat dalam patroli, Mahathir mengatakan bahwa negara-negara dari ASEAN adalah pilihan otomatis karena seluruh laut tersebut dikelilingi oleh negara-negara ASEAN.

“Tetapi jika China ingin berpartisipasi dengan perahu kecil, mereka akan disambut. Siapa saja, bahkan AS, jika mereka ingin berpartisipasi, tetapi jangan membawa kapal perang ke sini,” katanya.

Pemimpin Malaysia ini menyebut Selat Malaka yang diapit Indonesia dan Malaysia layak menjadi contoh untuk kasus Laut China Selatan.

“Kami tidak pernah mencoba menghentikan kapal-kapal yang lewat. Mereka disambut. Meskipun antara Malaysia dan Indonesia, kami dapat saja menamainya Selat Malaka ini sebagai ‘Laut Malaysia-Indonesia’, (tapi) kami tidak,” ujarnya.

“Kami ingin itu terbuka karena bagus untuk perdagangan. Laut China Selatan juga bagus untuk negara-negara perdagangan,” papar Mahathir.

Editor: (D.E.S)

Iklan

10 tanggapan untuk “Malaysia Bakal Terus Duduki Pulau di LCS”

  1. Kebanyakan duduk bisa bikin ambeyen lho lon….hhh

    Kalo disono gak ada ahli pengobatan wasir, tar kemari aja….biar ditangani oleh bang ruskye.

    Lho…kok ?!!!

    Suka

  2. Aneh ini semua komentarnya, pantaslah Malaysia punya klaim di lcs seperti halnya Indonesia yg punya klaim juga di lnu. Kok malah menghina Malaysia yg jelas2 punya hak secara teritori dan geografis…sokonglah sesama Asean buat lawan cina sengkek…

    Suka

  3. Kami dukung malaysia kerahkan kapal perang full combat seperti tni al waktu mengusir dan menangkap nelayan cina.bukan dgn kapal patroli kecil,itumah bakal di ketawain sm nelayan sm coast guard cinanya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s