Kerjasama Pelatihan Antara IAF dan TNI AU dalam Sukhoi Subjec Method Expert Exchange

Lanud El Tari Kupang menjadi tuan rumah Sukhoi Subject Method Expert Exchange (SMEE) antara angkatan udara India (Indian Air Force/ IAF) dengan TNI AU selama empat hari yang dimulai pada Jumat (20/ 07).

Armada pertama angkatan udara India (IAF) tiba di Apron Lanud El Tari Kupang menggunakan sebuah pesawat angkut Indian Air Force dengan nomor penerbangan C-130 J pada Jumat (20/ 07) sekira pukul 13.50 Wita.

Kemudian menyusul empat pesawat tempur canggih Sukhoi 30MKI milik IAF sekira satu jam sesudahnya.

Pesawat tempur pertama Sukhoi 30MKI dengan nomor penerbangan SB 307 tiba dahulu pada pukul 15.00 Wita. Kemudian berturut turut Sukhoi SB 323, Sukhoi SB 048 dan terakhir Sukhoi SB 184 tiba pada 15.30 Wita. Sedangkan sebuah pesawat pendukung lainnya milik IAF baru tiba di Lanud El Tari pada Jumat petang, sebagaimana dilansir dari laman Pos Kupang (20/ 07).

Komandan Lanud El Tari Kolonel (Pnb) Arif Hartono SH kepada wartawan usai menyambut rombongan tim penerbang Sukhoi Indian Air Force (IAF) di Apron Lanud El Tari Kupang, Jumat (20/ 07/2018) siang mengungkapkan, kedatangan tim penerbang IAF ke Lanud El Tari Kupang dalam rangka kerjasama dengan TNI Angkatan Udara untuk diskusi dan sharing bersama penerbang TNI AU. Kegitan ini merupakan bagian kerjasama pelatihan bersama diantara angkatan udara Negara India dan Indonesia dalam bentuk Sukhoi Subjec Method Expert Exchange (SMEE).

“Kita banyak bekerjasama dengan Australia dan Singapura, tetapi sekarang kita join dengan India dalam SMEE, dimana yang expert dalam bidang penerbangan Sukhoi kemudian berdiskusi di Kupang (Lanud El Tari) untuk mendiskusikan tentang manufer, keselamatan terbang, dan segala macam hal (terkait penerbangan), sehingga dapat meningkatkan profesionalisme penerbang,” ungkapnya.

Arif melanjutkan, dari kegiatan SMEE ini, Mabes AU mengharapkan kemampuan dari para penerbang di Squadron 11 Hasanudin dapat bertambah karena adanya diskusi dan sharing.

“Diharapkan oleh Mabes AU, penerbang dari Squadron 11 yaitu di Hasanudin ini kemampuannya bertambah karena ada diskusi dan sharing. Kemudian diharpakan juga ke depannya apabila personelnya hebat, maka tujuan pertahanan dan keamanan yaitu menjaga keamanan dirgantara akan semakin sukses,” ungkapnya.

Komandan Lanud El Tari Kolonel (Pnb) Arif Hartono, S.H (tengah seragam biru) didampingi Komandan Squadron Sukhoi Indonesia Squadron 11 Hasanudin Makasar Letnan Kolonel (Pnb) Anton Palagu
Komandan Lanud El Tari Kolonel (Pnb) Arif Hartono, S.H (tengah seragam biru) didampingi Komandan Squadron Sukhoi Indonesia / Squadron 11 Hasanudin Makasar Letnan Kolonel (Pnb) Anton Palaguna (kedua dari kanan) berdiskusi bersama dua airman Indian Air Force (IAF) usai pendaratan pesawat tempur Sukhoi IAF di Lanud El Tari Kupang, Jumad (20/ 07/ 2018).  (Pos Kupang)

Makanya besok kita rencana akan diskusi, tukar pendapat, sharing, berbicara tentang taktikbertempur dan lain sebagainya sehingga kita bisa saling melengkapi, tujuannya dari diskusi itu adalah meningkatkan profesionalisme baik angkatan udara Indonesia maupun angkatan udara India

Komandan Squadron Sukhoi Indonesia / Squadron 11 Hasanudiin Makasar Letnan Kolonel (Pnb) Anton Palaguna yang menjadi komandan tim Sukhoi Indonesia dalam kegiatan ini mengungkapkan, dari hasil pertemuan dan diskusi ini, akan dilihat poin-point hasil yang dapat menjadi bahan kerjasama selanjutnya yang lebih advance untuk kedua angkatan.

“Dalam rangka Sukhoi SMEE ini, yang dianggapexpert dalam hal penerbangan khususnya penerbangan Sukhoi India dan Sukhoi Indonesia, kami akan melakukan pertemuan dan melaksanakan diskusi, bertukar pikiran sehingga dari sana akan dilihat apa saja poin-poin yang bisa ditingkatkan, karena ke depan kita akan tindaklanjuti kerjasama ini dengan yang lebihadvance,” ungkapnya.

Pilihan lokasi kegiatan Sukhoi SMEE Indian Air Force dan Squadron 11 Hasanudin Makasar jatuh ke Kupang, karena pertama, ini (Lanud El Tari) adalah pangkalan acu yang strategis bagi mereka dan yang kedua, armada Sukhoi IAF menginginkan tukar pikiran dengan pilot-pilot Sukhoi Indonesia sebelum bertolak ke Darwin untuk melaksanakan latihan Internasional bersama 160 negara.

Kegiatan SMEE sendiri akan dilaksanakan selama empat hari sejak Jumad (20/ 07/ 2018) hingga Senin (23/7/2018). Setelah SMEE, armada pasukan IAF akan melanjutkan perjalanan ke Darwin untuk latihan Internasional tersebut. Dalam armada yang terdiri dari 130 personel itu, terdapat airman, marshal ground serta team support IAF.

Photo: Sukhoi Su-30 MKI milik Indian Air Force (IAF) di Apron Lanud El Tari Kupang, Jumat (20/ 07/ 2018). (Pos Kupang)

Editor: (D.E.S)

Iklan

2 tanggapan untuk “Kerjasama Pelatihan Antara IAF dan TNI AU dalam Sukhoi Subjec Method Expert Exchange”

  1. Nich baru sparing yg kuat….ketemu!!!!…nggak tanggung2 TNI AU njajal kemampuan SU-30 MKI.Aushit saja kebingungan…jenis sukhoi apelagi nich????…dibenak mereka” cukup hanya Su-27 & Su-30 milik indonesia saja yg mampu menghadirkan malapetaka untuk Air defense mereka.

    Suka

  2. @the division

    Nauzubillah min zalik….su-30mki udah bbrp kali ketemu hornetnya aussy nak, baik di red flag atau ketika latihan multilateral dg uae, prancis, singapura dan india di uae

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s