AS Pangkas Ongkos Kirim Senjata Untuk Gaet Pembeli

Pengiriman pesawat tempur F-35B milik Angkatan Udara Inggris, yang dikirim dari Marine Corps Air Station Beaufort di Amerika Serikat menuju pangkalan baru RAF Marham, Inggris, 6 Juni 201
Pengiriman pesawat tempur F-35B milik Angkatan Udara Inggris, yang dikirim dari Marine Corps Air Station Beaufort di Amerika Serikat menuju pangkalan baru RAF Marham, Inggris, 6 Juni 2018. (Reuters)

Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) sedang mempertimbangkan mengurangi biaya pengiriman penjualan senjata untuk pembeli asing, sebagai upaya untuk menurunkan biaya keseluruhan kepada mitra militernya.

Langkah ini diresmikan oleh Letnan Jenderal Charles Hooper, kepala Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan Pentagon (DSCA), di Farnborough International Airshow 2018 pada Minggu 22 Juli 2018, seperti dilansir Sputnik.

“Kami sedang mempertimbangkan mengurangi biaya admin transportasi. Terakhir kali kami melihatnya, harga minyak relatif tinggi. Jadi kami melihat itu, dan kami akan mengurangi itu,” kata Charles Hooper, sebagaimana dilansir dari laman Tempo (25/ 07).

Menurut laporan Pentagon, sejalan dengan program Penjualan Militer Luar Negeri Pentagon, DSCA bekerja sebagai perantara, menangani pengadaan, logistik dan pengiriman produk antara kontraktor industri pertahanan AS dan pemerintah asing. Pembeli asing dikenakan biaya transportasi yang ditentukan oleh biaya minyak dan barang yang dijual.

Sementara keputusan akhir untuk menurunkan biaya tergantung pada Kantor Pengendali DSCA. Hooper mengatakan bahwa dia memiliki keyakinan positif sehingga dapat menurunkan biaya transportasi. Adapun tujuan keputusan ini untuk menarik lebih banyak pembeli dengan menurunkan biaya seminimal mungkin.

“Kami ingin membuat barang kami lebih kompetitif. Kami hanya ingin (menagih) biaya manajemen yang mutlak diperlukan untuk memberikan tingkat layanan yang tinggi, di atas standar kepada mitra kami. Tidak satu sen pun. Dan kami ingin menawarkan peralatan terbaik di dunia dengan harga yang adil,” tambah Hooper.

Jika langkah itu sukses, ini akan menjadi yang kedua kalinya DSCA memotong biaya ketika dipimpin oleh Hooper. Departemen Pertahanan sebelumnya memangkas biaya tambahan untuk penjualan peralatan Amerika dari 3,5 persen menjadi 3,2 persen di bulan Juni.

Langkah Hooper muncul setelah pemerintahan Trump telah menjual lebih banyak senjata dalam enam bulan terakhir daripada tahun 2017. Seperti yang dilaporkan Sputnik sebelumnya, Washington telah setuju untuk menjual senjata dan peralatan militer senilai US$ 46,9 miliar atau Rp 681 triliun pada 2018 sejauh ini.

Menurut laporan Defense News, pada tahun fiskal 2017, Amerika Serikat telah menjual senjata senilai US$ 41,9 miliar atau Rp 608 triliun. Pada 2016, jumlahnya mencapai sekitar US$ 33,6 miliar atau Rp 487 triliun.

Editor: (D.E.S)

Iklan

2 tanggapan untuk “AS Pangkas Ongkos Kirim Senjata Untuk Gaet Pembeli”

  1. Info Satelit Merah Putih Segera Meluncur, Telkom Mohon Doa Restu. Satelit Merah Putih milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) saat ini dipastikan telah berada di lokasi peluncuran SpaceX, Cape Canaveral Air Force Station, Florida, Amerika Serikat.

    mending bikin baru dari pada buy back satelit tua, dasar gk mupon

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s