Menhan Resmikan Prototipe Tank Boat

Menhan Ryamirzad Ryacudu meninjau produksi dan meresmikan prototipe tank boat pertama di dunia, di PT Lundin Industry Invest Banyuwangi. Didampingi Bupati Abdullah Azwar Anas, Menhan mengaku takjub dengan perkembangan dan teknologi kapal canggih tersebut.

Tank boat tersebut bernama “Antasena” yang diproduksi PT Lundin Industry Invest, produsen kapal berteknologi canggih yang berbasis di Banyuwangi, bekerja sama dengan PT Pindad Indonesia dan CMI Defense, industri pertahanan asal Belgia.

‘Kami ke sini melihat kemajuan pengembangan kapal. Hasilnya sangat baik, sangat membanggakan. Bangsa kita mampu membuat kapal bagus, bahkan sudah banyak dipesan negara lain,” kata Menhan, sebagaimana dilansir dari laman detikcom pada Sabtu (28/07/2018).

Menhan cek tank boat PT Lundin Industry Invest. (2807) - Menhan Ryamizard Ryacudu dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Tank boat tersebut istimewa karena merupakan kapal tempur yang bisa dioperasikan tidak hanya di laut tapi juga di perairan kecil seperti kawasan pantai, rawa, dan sungai. Kapal dengan spesifikasi tersebut belum pernah diproduksi sebelumnya oleh industri kapal dunia.

Program pengembangan tank boat tersebut sudah dimulai sejak sejak satu tahun lalu. Industri kapal di Banyuwangi dipercaya untuk memproduksi kapal bersama PT Pindad karena dinilai telah berpengalaman memproduksi kapal berteknologi canggih. Bahkan telah banyak memenuhi pesanan militer internasional seperti dari Rusia.

“Kami targetkan tahun depan kapal sudah bisa dioperasikan. Kapal ini nantinya akan dioperasikan di wilayah yang daerahnya memiliki banyak sungai dan rawa seperti Kalimantan dan Papua,” imbuh Menhan.

Menhan cek tank boat PT Lundin Industry Invest. (2807) - Menhan Ryamizard Ryacudu dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.1

Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan industri perkapalan Banyuwangi berdasarkan rekomendasi Kementerian Pertahanan. Industri Banyuwangi memproduksi kapalnya, sedangkan Pindad membangun canon-nya.

“Jadi ini memang produk baru yang belum pernah ada di dunia. Kapal tank ini dilengkapi canon kaliber 105 mm yang pas diajak berakselerasi dan menghancurkan kapal musuh,” ujarnya.

Menhan cek tank boat PT Lundin Industry Invest. (Berita Jatim)

Direktur PT Lundin Industry Invest, Liza Lundin mengatakan, tank boat ini dibuat dengan hull ganda atau disebut sebagai catamaran. Dimensi bagian bawah kapal dibuat hanya setinggi satu meter, jadi bisa masuk ke perairan kecil seperti sungai dan rawa.

“Ini tank tapi bentuknya boat. Sehingga menjadi kapal tempur yang fleksibel. Misalnya, kalau dulu mengejar perompak, kapal patroli kesusahan saat perompaknya dari laut masuk ke sungai karena kapal patrolo terlalu besar. Nah, dengan tank boat ini bisa,” terang Liza.

Bupati Abdullah Azwar Anas menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pertahanan yang telah mempercayakan produksi alutsista negara diproduksi di Banyuwangi. “Produksi tank boat ini membuktikan industri kapal dalam negeri punya daya saing tinggi di kompetisi global, sekaligus mendukung visi kemaritiman Presiden Jokowi,” ujar Anas.

All photos: Menhan Ryamirzad Ryacudu meninjau produksi dan meresmikan prototipe tank boat pertama di dunia, di PT Lundin Industry Invest Banyuwangi. (detik dan Berita Jatim)

Editor : (D.E.S)

Iklan

5 tanggapan untuk “Menhan Resmikan Prototipe Tank Boat”

  1. bukan prioritas…apalagi anggaran kita terbatas. sebaiknya fokus produksi kapal design viper yang juga produksi lundin sblmnya. bisa bantu tugas TNI AL

    Suka

  2. Perkembangan trimarannya mana? Semoga tank boat ini prosesnya lancar. Dan kegunaannya semoga seperti yang diharapkan.
    Orang Indonesia pasti bisa. Asal diberi kesempatan dan pendanaan yang memadai.
    Memproduksi sendiri akan lebih berarti daripada membeli dari luar. Walaupun memerlukan usaha dan proses lebih lama dan ekstra keras.
    YANG PENTING JANGAN PESIMIS HARUS OPTIMIS!!!

    Suka

  3. optimis pasti mas…realistas harus menjadi acuan. bikin roket ke bulan juga gak dilarang hehehe. cuma tantangan kedepan kenyataan kan kembali ke seberapa besar dana kita punya. dari pada riset yang menggunakan dana tidak sedikit perkembangan trimaran yang mas tanya mungkin lebih perlu. AL kita masih butuh alutsista dan dana operasional yang cukup untuk jawab tantangan kedepan….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s