Latihan Tempur Koarmada I TNI AL

Sejumlah marinir menggunakan kendaraan tempur saat latihan pendaratan amfibi Koarmada I di Pantai Buntu, Dabo Singkep, Kepri, Kamis (02082018). (Antara)
Sejumlah marinir menggunakan kendaraan tempur saat latihan pendaratan amfibi Koarmada I di Pantai Buntu, Dabo Singkep, Kepri, Kamis (2/8/2018). Dalam latihan yang melibatkan 17 KRI dan sekitar 1200 personel itu bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan personel dan alutsista serta mengukur kemampuan Satuan Tugas Koarmada I dalam mendukung tugas TNI AL meminimalisasi ancaman dari laut. (ANTARA / Yuli Seperi)

Latihan Gladi Tugas Tempur (Glagaspur) Tingkat 3 TA 2018 berhasil kembali menggairahkan Pantai Tanjung Todak, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri). Ini merupakan latihan perang pertama di Pantai Tanjung Todak selama 24 tahun terakhir.

Dilansir dari laman Jawa Pos (2/ 8), Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) 1 Laksamana Muda TNI Yudo Margono tiba di panggung utama lokasi latihan, Kamis (2/8) sekitar pukul 05.30 WIB. Seketika itu juga maklumat latihan perang dijalankan prajurit yang telah bersiap di KRI.

Ledakan meriam disertai kobaran api yang menyasar hutan di bibir pantai Tanjung Todak, membangunkan siapa saja yang berada di lokasi latihan. Demikian juga dengan deretan 10 tank amfibi bergerak liar menerobos hutan disertai suara tembakan.

Latihan perang diakhiri dengan penandatanganan prasasti oleh Yudo Margono. Hal itu sekaligus menandakan kembali dibukanya Pantai Tanjung Todak sebagai tempat latihan perang. “Setelah ini akan ada latihan operasi darat lanjutan,” kata Margono usai menandatangani prasasti.

Pantai Tanjung Todak terakhir kali digunakan untuk kegiatan latihan perang pada 1994. Waktu itu, latihan dimaksudkan untuk mempersiapkan pasukan untuk menghadapi keadaan tidak harmonis dengan Malaysia.

Sementara dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan dan profesionalisme prajurit di antaranya adalah dengan latihan melewati medan ranjau, manuver taktis, prosuder komunikasi, penyelamatan kapal dan nubika, dan latihan penembakan meriam. “Kita lakukan tahap-tahap mulai dari Jakarta, Belitung, sampai di sini (Pantai Tanjung Todak),” terang Margono.

Latihan melibatkan kekuatan 16 KRI. Yakni, KRI jenis Multi Role Light Freegat (MLRF), dan dua KRI jenis Perusak Kawal (PK) Parchim Class. Kemudian Empat KRI Jenis Angkut Tank Frosch (ATF), dua KRI Jenis Kapal Cepat Rudal (KCR 40), empat KRI Jenis Kapal Patroli (PC), satu KRI Jenis Bantu Tunda Samudera (BTD), dan dua KRI jenis Penyapu Ranjau (PR).

Dilibatkan pula dua unsur pesawat udara terdiri dari satu Pesud Cassa-6205 dan satu pesawat Helly BO-105. Lalu Pasukan Marinir (Pasmar) 1 yang meliputi 2 SSK Pasukan Pendarat (Pasrat), 3 Tank BMP-3F serta 7 Pansam BTR-50M.

“Kami juga akan melaksanakan Kirab Alutsista TNI AL, Bakti sosial yang dilaksanakan Dinas Potensi Maritim Koarmada I serta panggung prajurit bagi masyarakat sekitar,” tutup Margono.

Editor: (D.E.S)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s