Pembelian Sukhoi Su-35 Tunggu Pencabutan Sanksi dari AS

Menko Polhukam Wiranto mengemukakan rencana membeli 11 pesawat Sukhoi SU-35 dari Rusia belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Pembelian masih menunggu pencabutan sanksi dari Amerika Serikat kepada negara-negara yang hendak membeli Sukhoi.

“Lah iyah, kalau nekat ada sanksi bagaimana. Kamu menghadapi sanski bagaimana? Dipikirkan enggak akibatnya,” kata Wiranto usai memimpin rapat koordinasi mengenai pengadaaan KF-X di Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (3/8), sebagaimana dilansir dari laman Berita Satu (3/ 8).

Rapat dihadiri Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Wakil KSAU Marsda Wieko Syofyan dan Irjen TNI Letjen Muhammad Herindra yang mewakili dari Mabes TNI.

Wiranto menjelaskan membeli Alusista tidak semudah seperti membeli barang. Berbagai faktor yang di luar kerangka pembelian juga diperhitungkan.

“Jadi semuanya sinkron gitu loh,” tegas Wiranto.

Sebagaimana diketahui, Indonesia dan Rusia memiliki kesepakatan pembelian 11 jet tempur dari Rusia senilai USD1,14 miliar (setara Rp 15,8 triliun). Pengiriman sepasang Su-35 Sukhoi dari total 11 unit yang disepakati akan dilakukan pada 2018 ini.

Namun sejumlah negara di Asia seperti Indonesia, India dan Vietnam terancam dijatuhi sanksi oleh AS karena mengimpor alat utama sistem pertahanan (alutsista) produksi Rusia.

Sanksi tersebut dikenakan berdasarkan undang-undang (UU) yang disahkan Presiden Donald Trump pada Agustus 2017. UU tersebut dimaksudkan untuk menghukum Presiden Rusia Vladimir Putin atas aneksasi Semenanjung Crimea terhadap Ukraina yang dilakukan pada 2014, keterlibatan dalam perang di Suriah, serta intervensi dalam pemilihan presiden (Pilpres) AS 2016.

Sanksi tersebut juga berlaku bagi sekutu-sekutu AS yang membeli senjata serta peralatan dari Rusia. Indonesia termasuk salah satu negara yang mengimpor alutsista dari Rusia berupa jet tempur Su-35 Sukhoi.

Hingga saat ini, Indonesia sedang bernegosiasi agar sanksi tersebut dicabut. Peluang pencabutan cukup terbuka karena Indonesia mengirimkan banyak komoditas untuk AS. Indonesia dan Vietnam diperkirakan akan mendapat keringanan dari sanksi tersebut. Namun kapan kebijakan itu diambil AS belum diketahui.

Photo: RF-95854 Russian Federation Air Force Sukhoi Su-35 (Planespotters.net)

Editor: (D.E.S)

Iklan

15 tanggapan untuk “Pembelian Sukhoi Su-35 Tunggu Pencabutan Sanksi dari AS”

  1. Dicarilah jalan keluarnya.karena kita tidak sedang membeli S-400.beda case dgn turky…mereka akan langsung dihajar oleh sanksi.

    Suka

  2. Kebangetan emg usa,wong beli dr pasar yg berbeda kok ndak boleh,ini preman pasar tato stealth sih jd kagak ada yg berani,termasuk yg jualan..sdh lempar saja kacang atom ke mukanya biar gosong sekalian

    Suka

  3. Salah satu pencetus perdagangan bebas tapi anti pasar terbuka, nama nya apa yah? Fasisme atau kolonialisme atau komunisme?

    Suka

  4. semakin sering di kenakan sangsi dan embargo maka akan semakin menjauh dan semakin muak dikiranya kalau kita di embargo lalu kita beralih ke meraka membeli barang mereka?? oh tidak. malah semakin muak

    Suka

  5. Pack U Donald Trunk!!!!! Sanksi tersebut juga berlaku bagi sekutu-sekutu AS yang membeli senjata serta peralatan dari Rusia.

    APAKAH BENAR KITA MEMANG SEKUTU!!!!! SEJAK KAPAN!!!!
    apakah ini effeck beli NASAM!!!!!!!dan diperbolehkannya AIM-120 AMRAAM utk di beli serta F-16 24pcs ??? bapak besar.. bpk besar.. yg ijo ijo memang condong kesana dah. report bening T-T kaderisasi

    Suka

  6. Hanya 1 kata JIKA kita tunduk dgn hukum domestik mrk (bukan hukum Internasional yg disepakati melalui UN) : MEMALUKAN

    Suka

  7. Itulah ASU kita dibikin beli Alutsista ecek2 rendah dari sekutunya australia Singapura dan Malaysia biar klo konflik ataupun Papua dicaplok ausi kita udah kalah di atas kertas wong Spek Alutsista kita dibawah negara tetangga kok plus klo tergantung blok ASU tinggal di embargo mau apa kita justru kita harus nge blok Rusia klo bukan jasanya bantu alat perang dari mereka dari dulu papua bukan milik kita

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s