Pemerintah Bentuk Tim Kajian untuk Pengembangan Jet Tempur KF-X/ IF-X

Rencana pemerintah untuk menuntaskan proyek kerja sama pengembangan jet tempur Korean Fighter Xperiment/Indonesian Fighter Xperiment (KFX-IFX) dengan Korsel masih menunggu waktu. Maklum, pihak eksekutif dan legislatif belum selaras mengenai konsep yang ditawarkan.

Demikian dikatakan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto kepada wartawan seusai rapat koordinasi program pengembangan jet tempur KFX-IFX, di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (3/8), sebagaimana dilansir dari laman Media Indonesia (3/8).

“Saya tadi membentuk tim kecil untuk (membahas) secara detail, teknis, dan bisa melakukan kajian-kajian sehingga menghasilkan suatu perencanaan yang sistematis, terutama kaitan dengan negara ini,” ujar Wiranto.

Pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista) berupa pesawat tempur canggih tidak seperti membeli barang umum. Prosesnya pun cukup sulit dan membutuhkan peninjauan lebih jauh, seperti melihat keuntungan bagi kedua negara maupun spesifikasi dari produk yang ditawarkan sebelum transaksi dilakukan.

Rencana kerja sama bidang pertahanan itu sempat mendapat kritik dari Komisi Informasi DPR RI. Dalam rapat dengar pendapat pada Senin (9/7), terlihat bahwa pihak eksekutif dan legislatif belum seirama mengenai kegiatan tersebut.

Menurut Wiranto, lambannya realisasi terkait rencana kerja sama kedua negara bukan lantaran adanya desakan dari legislatif agar aspirasinya dipenuhi. Ia menegaskan, pemerintah pada prinsipnya masih memikirkan hal lain dan tidak melulu menyoal pengadaan alutsista.

Salah satu hal yang ingin dicapai pemerintah, selain alutsista, ialah upaya meningkatkan kemakmuran masyarakat atau menekan angka kemiskinan. Kebijakan itu pun memerlukan kerja ekstra karena terkait penataan anggaran.

“Ini, kan tidak semua bisa ngomong. Harus ada sinkronisasi dan harmonisasi. Makanya saya juga tidak menyalahkan atau tidak mengatakan DPR itu bagaimana. Tapi saya kira tinggal bagaimana keinginan DPR dan eksekutif dikoordinasikan, disinkronkan, sehingga bersifat menguntungkan untuk bangsa,” ungkap Wiranto.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu memastikan rencana kerja sama bidang pertahanan antara Indonesia dan Korea Selatan tidak menuai kendala. Ia juga menepis anggapan bahwa DPR sengaja mempersulit pelaksanaan proyek kerja sama KFX-IFX. Menurut dia, proyek kerja sama militer dengan Korsel tetap dilaksanakan.

“Tidak ada masalah. Kita untung kok kalau kita buat itu. Itu kan (pesawat) generasi ke-5, hampir sama kemampuannya dengan Sukhoi (Rusia) dan F-35 (Amerika Serikat). Kalau kita bisa buat itu kan luar biasa. Nah, kita melihatnya dari situ,” kata dia.

Photo: Jet tempur KF-X (KAI)

Editor: (D.E.S)

Iklan

5 tanggapan untuk “Pemerintah Bentuk Tim Kajian untuk Pengembangan Jet Tempur KF-X/ IF-X”

  1. Industri komponen-nya jga…pak!!!!…dibagi sama rata untuk inhan dlm negri.biar mengurangi angka pengangguran & efek multipolarnya pasti berimbas ke ekonomi kita jga.NOTE;….industri permesinan harus kita miliki sendiri.tools kit & mesin press bikin sendiri.baru bisa dikatankan”BERDIKARI”.

    Suka

  2. tapi klo kna embargo sama saja dengan barang rongsok, makanya jangan bayar dulu mending pilih su 35 jangan sampe gagal jangan sampe kita bisa di dikte oleh negara asing, semakin kita menuruti mereka semakin kita di dikte dan semakin lemah.

    Suka

  3. Yg paling penting, utk suku cadang, brp opsi yg ditawarkan agar bisa diproduksi dalam negeri. Jika bisa 40 persen aja sdh bagus, mwngurangi ketergantungan impor suku cadang.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s