Satu-satunya Wanita Indonesia di Pelatihan Helikopter Canggih di AS

Indonesia baru saja memiliki delapan unit helikopter canggih buatan Amerika Serikat yang resmi tiba di Indonesia sejak Mei 2018. Helikopter tempur jenis AH-64E Apache Guardian ini merupakan alutsista jenis tempur untuk melindungi negara dari berbagai ancaman musuh. Ini adalah jenis helikopter tercanggih dengan sistem operasi serba digital yang dimiliki Indonesia. Karena kecanggihan tersebut, mengharuskan Air Crew yang terdiri dari pilot dan petugasmaintenance menempuh pendidikan di Amerika selama 8-10 bulan.

Nur Hayyu Safitri Puspasari (Tribun Jateng)
Nur Hayyu Safitri Puspasari (Tribun Jateng)

Dilansir dari laman Tribun Jateng (12/ 08), Nur Hayyu Safitri Puspasari, anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) yang dipilih untuk berangkat ke Texas dan Virginia sejak April lalu. Wanita yang biasa dipanggil Hayyu itu dipilih untuk mempelajari helikopter Apache sebagai petugas pemeliharaan dengan spesialisasi repairer. Hal tersebut menjadi tugas istimewa yang ia dapatkan setelah ia ditempatkan di Pusat Pendidikan Penerbangan Angkatan Darat, Pusat Penerbangan Angkatan Darat, Semarang dengan spesialisasi Air Traffic Control.

“Menjadi kebanggaan tersendiri karena saat ini aku menjadi satu-satunya Kowad yang dapat belajar helikopter Apache, yang aku yakin akan jadi helikopter kebanggaan bagi Indonesia juga. Namun, sekaligus menjadi sebuah kewajiban karena sadar aku di sini sebagai bagian dari pengabdianku pada Indonesia,” ujarnya.

Menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi Hayyu ketika dipasrahi tugas sebagai repairer, karena kebanyakan memang tugas ini biasanya dilakukan oleh laki-laki. Memahami sistem helikopter, mengangkat komponen yang berat dan memasangnya di helikopter membutuhkan kekuatan yang ekstra. Terkadang beberapa orang meragukan Hayyu dapat melakukan tugas itu karena ia seorang wanita.

Kalimat dari orang-orang yang meragukannya itu tidak membuat Hayyu tumbang dan patah semangat. Justru memompa motivasi wanita asli Salatiga itu untuk membuktikan bahwa ia dapat masuk ke Air Crew helikopter Apache. Menurutnya, meski kodrat wanita memang berbeda dengan laki-laki, tapi ia ingin menunujukkan bahwa wanita itu tidak lemah.

Nur Hayyu Safitri Puspasari (Tribun Jateng) 1
Nur Hayyu Safitri Puspasari (Tribun Jateng)

Meski ia tidak terjun langsung ke medan perang, namun tugasnya sebagai tim maintenance juga merupakan tugas penting negara yang diserahkan padanya. Karena tanpa perawatan yang baik, sebuah sistem tidak akan berjalan dengan baik. Begitu pun yang terjadi pada sebuah negara, ia mengatakan setiap pekerjaan memiliki fungsinya masing-masing untuk negara. Yang dapat membela negara bukan hanya dari kalangan bersenjata saja, namun seluruh kesatuaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Bela negara itu tidak harus mengangkat senjata. Melakukan yang terbaik sesuai kemampuan masing-masing untuk kemajuan NKRI juga termasuk bela negara,” katanya.

Sejak 9 April hingga 15 Juni, Hayyu berada di San Antonio, Texas untuk mempelajari bahasa Inggris teknik. Pelatihan diikuti oleh personel militer yang berasal lebih dari 100 negara yang berbeda untuk belajar bahasa Inggris sesuai bidang. Meski begitu, suasana tetap damai tidak menyinggung perbedaan negara satu sama lain dan justru dapat menjadi teman baik. Saling belajar bahasa dan kebudayaan masing-masing negara.

“Hal-hal semacam itu yang dapat mengembangkan pemikiran kami juga. Menjadi orang yang lebih terbuka dan open minded, karena selalu berinteraksi dengan berbagai macam karakter orang dari berbagai negara,” tambah wanita yang sudah masuk dunia militer sejak empat tahun lalu.

Sekarang hingga Desember nanti ia berada di Fort Eustis, Virginia untuk mempelajari helikopternya. Setelah menguasi bahasa Inggris teknik, ia sudah siap untuk mempelajari seluk-beluk kecanggihan helikopter Apache.

Photo: AH-64E Apache Guardian TNI AD (Sasan)

Editor: (D.E.S)

Iklan

2 tanggapan untuk “Satu-satunya Wanita Indonesia di Pelatihan Helikopter Canggih di AS”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s