Perselisihan AS dan Turki Untungkan Rusia?

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri), ketika bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam sebuah pertemuan di Gedung Putih Mei 2017. (Xinhua -Barcroft Images)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri), ketika bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam sebuah pertemuan di Gedung Putih Mei 2017. (Xinhua -Barcroft Images)

Perselisihan yang terjadi antara AS dan Turki oleh pengamat disebut bakal menguntungkan Rusia.

Dilansir dari laman Kompas (15/ 08), AS dan Turki mengalami ketegangan buntut penahanan salah seorang pendeta Gereja Presbyterian, Andrew Brunson. Brunson yang sudah tinggal di Turki selama 23 tahun ditangkap dengan tuduhan terlibat dalam upaya kudeta di 2016.

Washington mendesak Turki agar bersedia membebaskan Brunson seraya mengancam bakal memberlakukan sanksi jika tak melakukannya. Ancaman itu menjadi kenyataan dengan AS memberi sanksi kepada dua menteri Turki. Selain itu, mereka juga menggandakan bea masuk produk aluminium dan baja.

Hantaman penggandaan bea masuk dan sanksi membuat mata uang Turki, lira, merosot hingga 15 persen pada pekan lalu.

Analis berkata seperti diberitakan Newsweek Selasa (14/ 08), Turki merupakan salah satu kekuatan militer terbesar di NATO.

Analis seperti Magdalena Kirchner mengatakan, sengketa AS dan Turki bisa memaksa mereka untuk mencari sekutu baru. Jika itu terjadi, Rusia dilaporkan dengan senang hati bakal mengisi tempat tersebut, yang sudah mereka tunjukkan lewat kunjungan Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov. Dia memberi dukungan kepada seruan pemerintah Turki agar rakyatnya mulai menanggalkan dolar AS, dan menggunakan lira dalam perdagangan ke luar.

“Saya yakin seiring berjalannya waktu peran dolar AS sebagai mata uang global bakal semakin melemah,” kata Lavrov.

Kirchner berujar, secara ekonomi Rusia sebenarnya tidak berada dalam posisi untuk membantu Turki.

Adalah sikap politik mereka yang bisa menguatkan Ankara. “Dengan dukungan Rusia, Presiden Recep Tayyip Erdogan bisa menunjukkan kepada rakyatnya Turki tak sendirian menghadapi AS,” ulas Kirchner.

Analis senior di Conias Risk Intelligence itu menyatakan, Moskwa bisa mengambil keuntungan dengan mesra-nya hubungan dua negara. Salah satunya, mereka bisa meminta Turki untuk mengurangi kerja sama militer, atau membatasi fasilitas AS di Pangkalan Udara Incirlik.

Hubungan Turki dan NATO sudah renggang ketika di 2016, Erdogan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin beberapa pekan pasca-pertemuan NATO.

Di 2017, dilaporkan Erdogan dan Putin saling bertelepon lebih dari 14 kali, jika dibandingkan telepon Erdogan ke Presiden AS Donald Trump yang hanya empat kali. Bulent Aliriza, direktur Pusat Studi Internasional dan Strategis menjelaskan, kasus penahanan Brunson membantu Turki semakin menjauh dari Eropa.

“Turki dan Rusia telah berhubungan jauh sebelum kasus Brunson mencuat. Kasus itu hanya mempercepat langkah Turki berpisah dari Barat,” terang Aliriza.

Editor: (D.E.S)

Iklan

9 tanggapan untuk “Perselisihan AS dan Turki Untungkan Rusia?”

  1. pengecut erdogan jangan mendua lah tentukan pilihan. keluarlah dari nato. dan bergabunglah dengan rusia dan CHINA!!! belajarlah sampai kenegeri china

    Suka

  2. Heehee ingat saja,waktu timtim bergejolak,poso,papua,persis sama,bedanya diturki pelaku berkedok pendeta berhasil ditangkap

    Klo dr malaysia pelaku juga sama,bom bali,bom” tempat ibdah yg lain,tdk bukan utk menjatuhkan rasa nyaman di nkri

    Suka

  3. @Grant… nah itu dia, duet mereka justru dilakukan ketika Malaysia sedang gencarnya melakukan promosi Visit Malaysia…
    Sedangkan Indonesia sedang dalam situasi yang benar2 berantakan karena teror yang melanda dan teror itu tidak mendasar pada apapun selain membuat suasana Indonesia tidak aman… kenapa mereka tidak melakukanya di negara mereka sendiri??? dan bodohnya ada yang mau di jadikan istri entah keberapa oleh mereka2 ini…
    puncaknya adalah mengebom hotel yang akan di gunakan untuk menginap pemain MU…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s