PT Pindad Pasarkan Medium Tank ke Filipina dan Bangladesh

PT Pindad memasarkan produk teranyarnya, medium tank ke Filipina dan Bangladesh. Caranya dengan mengikuti lelang di kedua negara.

“Lelang di Filipina sama Bangladesh tahun ini. Filipina butuh 30 unit dan Bangladesh 100 unit,” ujar Direktur Utama Pindad, Abraham Mose saat menyambut medium tank di Bandung, Kamis (16/08), sebagaimana dilansir dari laman Kompas (16/ 08).

Abraham menjelaskan, medium tank buatan Pindad merupakan yang pertama di dunia. Karenanya, Pindad tak memiliki saingan dalam lelang tersebut. “Ada juga yang menawarkan tank, tapi beda. Punya kita medium tank,” ungkapnya.

Abraham optimistis medium tank bisa bersaing. Apalagi, medium tank memiliki banyak kelebihan.

Tank ini memiliki meriam 105 mm, sama dengan main battle tank seperti Leopard. Namun, medium tank lebih ringan dan tidak berbadan besar sehingga lebih enak manuvernya. “Kalau leopard, lihat tongkrongannya saja sudah takut. Belum daya gempurnya. Tapi kalau dibawa ke Indonesia, agak sulit lakukan manuver,” ucapnya. Karena itu, Indonesia membuat yang ukurannya lebih kecil, yakni medium tank. Rupanya ide ini belum dikembangkan negara lain.

“Makanya kenapa kita bikin acara hari ini, bahwa kita mau men-declare, kita sudah mampu membuat medium tank untuk pasar domestik maupun internasional. Kita declare supaya pihak asing hadir, user juga hadir,” tuturnya.

“Tanggal 27 Agustus nanti saat uji daya gempur, Filipina juga hadir,” ungkapnya. Ke depan, sambung dia, pihaknya akan lebih gencar memasarkan medium tank karya anak bangsa tersebut.

Photo: Uji Daya Gerak Medium Tank di Pantai Setrojenar. (I News)

Editor: (D.E.S)

Iklan

7 tanggapan untuk “PT Pindad Pasarkan Medium Tank ke Filipina dan Bangladesh”

  1. “…..Abraham optimistis medium tank bisa bersaing. Apalagi, medium tank memiliki banyak kelebihan.Tank ini memiliki meriam 105 mm, sama dengan main battle tank seperti Leopard…..”. Bukannya meriam yang dimiliki Tank Leopard Indonesia adalah Meriam smoothbore kaliber 120 milimeter buatan Rheinmetall???

    Suka

  2. meriam 105mm cockril ini high pressure gun, dek……..bisa menggunakan amunisi high velocity.
    walau begitu masih ada beberapa kekurangan, yaitu recoil yg tinggi, dan masih menggunakan muzzle brake, sehingga asapnya keluar dari corong muzzle, berbeda dgn abram 120mm yg semut, tanpa muzzle brake, dan juga tanpa ngeluarin asap pekat, selain itu abram bisa menembakkan peluru khusus.
    klo 105mm cockril ini peluru khususnya adalah falarik atgm. kemungkinan dikembangkan sama ukrain, tpi apa tuh namanya…saya lupa.

    plus minus pasti ada, tpi klo med tank ya cukup 105mm HP gun dek……

    Disukai oleh 1 orang

  3. uda ketebak yg beli pinoy filipina dan banglades, berharap kedepan singapure, malay dan australia jg beli yah 😀

    Suka

  4. ini kerjasama dengan turki kan? semoga “krisis” yang saat ini dialami turki tidak mempengaruhi produksi maupun pemasaran tank ini. kita aja sebenernya butuh…terutama di wilayah hutan dimana tank dengan bobot 60 ton mungkin akan kepayahan.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s