Sasaran Alokasi Anggaran Fungsi Pertahanan Tahun 2019

Marsekal Hadi Tjahjanto menargetkan TNI menggunakan alutsista berbasis digital.

“Ya pada kemerdekaan ke-73 tahun kita masuk pada revolusi industri 4.0 sehingga kita harus meningkatkan kemampuan masuk ke era digital. Apalagi sekarang setiap orang terhubung dengan internet satu sama yang lain. Keterbukaan informasi semakin lebar sehingga kita harus mengimbangi dengan perkembangan revolusi tersebut,” kata Hadi di Istana Merdeka pada sela-sela peringatan hari Kemerdekaan ke-73 RI, Jumat, sebagaimana dilansir dari kantor berita Antara (17/ 08).

Ia pun menargetkan bahwa alutsista yang dipakai TNI juga menyesuaikan kemajuan zaman dengan penggunaan “big data”.

“Tentu semua perubahan akibat revolusi industri 4.0 itu semua akan mengalami perubahan. Termasuk doktrin, dulu kita adalah nyata, tetapi sekarang musuh kita menggunakan `articial intelligence`, menggunakan `big data`. Jadi semua alusista semua digunakan untuk `big data`. Perang semakin terbuka dan tidak kenal batas sehingga doktrin pun harus laksanakan penyesuaian,” jelas Hadi.

“Big data” adalah himpunan data dalam jumlah yang sangat besar baik yang terstruktur maupun tidak.

“Kita mengikuti Rensra (rencana strategis) kedua periode 2018-2019. PR apa yang diusulkan renstra itu yang kita penuhi,” tambah Hadi.

Strategi dari Kementerian Pertahanan dan TNI. Kebijakan perencanaan pertahanan tahun 2019 diwujudkan melalui arah kebijakan penguatan pertahanan, yaitu (1) penyelenggaraan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dalam rangka pengamanan Pemilu; (2) pengadaan Alutsista TNI dalam rangka pemenuhan MEF; (3) pemeliharaan dan perawatan Alutsista TNI.

Selanjutnya (4) pembangunan sarana dan prasarana satuan alutsista TNI dan satuan baru; (5) peningkatan sarana dan prasarana perbatasan; dan (6) penguatan industri pertahanan.

Sasaran yang ingin dicapai melalui alokasi anggaran fungsi pertahanan pada tahun 2019 tersebut diantaranya:

(1) pengadaan 125 paket kendaraan taktis, suku cadang, kendaraan tempur, dan suku cadang kendaraan taktis;

(2) pengadaan/penggantian 3 unit kendaraan tempur;

(3) pengadaan/penggantian 688 pucuk senjata dan munisi; (4) pembangunan 18 unit KRI, KAL, dan Alpung; dan

(5) modernisasi 1 paket Command Center Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas).

Photo: Pandur II 8×8 dalam rangka persiapan peringatan HUT TNI ke-72 tahun 2017 di Banten. (Istimewa)

Editor: (D.E.S)

12 tanggapan untuk “Sasaran Alokasi Anggaran Fungsi Pertahanan Tahun 2019”

  1. Penggantian :
    Meriam M48 76 mm = 18 unit x 7 batalyon = 126 unit
    Meriam M101 105 mm = 18 unit x 10 batalyon = 180 unit
    AA Gun S60 = 256 unit

    Pengadaan (mungkin lho ya) :
    SPAAG 30 mm atau SPH 155 mm atau campuran dari dua2nya sebanyak 126 unit.

    126 + 180 + 256 + 126 = 688

    Suka

  2. Ehem, itu khan ada :

    7 batalyon 76 mm meriam jadul
    10 batalyon 105 mm meriam jadul

    Jadi ada 7 + 10 = 17 batalyon meriam jadul.

    Rencana meriam2 jadul itu tidak dipakai lagi oleh yon armed TNI AD.

    Trus gue curiga kalo semua 17 batalyon itu bakal dijadikan yon armed komposit.

    Maksudnya komposit : senjatanya tidak hanya 1 kaliber saja tetapi terdiri dari 2 kaliber.

    2 kaliber ?

    Ya, 105 mm dan 155 mm.

    Maksudnya ?

    1 batalyon khan terdiri dari 3 baterai.
    1 baterai terdiri dari 6 unit.

    2 baterai x 6 unit Towed Howitzer 105 mm LG1 Nex Mk3 dari Nexter.

    1 baterai x 6 unit Towed Howitzer TRAJAN 155 mm juga dari Nexter.

    Dengan adanya 17 batalyon armed komposit seperti ini, daya gedornya jadi lebih ampuh daripada hanya pakai 105 mm semua.

    Dan dengan demikian siap untuk melengkapi daya laju dari dibentuknya embrio dari 17 brigade tempur infantri x 4413 prajurit linud.

    Suka

  3. kgk usah ngitung, itungan ngasal asalan toh om……
    om itu kok hobbynya ngitung ngasal sich ?

    malu loch om, dilihat banyak orang…..

    waktu itu om bilang indonesia bisa beli banyak alutsista, duite dari perdagangan indonesia yg suplus ekportnya……..

    lha itu yg namanya TRADE BALANCE om….
    tidak bisa dijadikan patokan untuk membeli alutsista.
    kalau PROFIT dari perdagangan itu bisa menjadi INCOME(pemasukan) negara.
    dari INCOME tersebut lalu dimasukkan ke dalam ANGGARAN.
    tiap tahun ANGGARAN negara selalu diperbaharui untuk melihat sejauh mana perkembangan negara, dari ANGGARAN bisa diambil untuk pembelian ALUTSISTA.

    Suka

  4. jadi TRADE BALANCE(neraca perdagangan) tidak bisa langsung dikaitkan dengan PEMBELIAN alutsista……

    tapi perdagangan bisa menjadi patokan, seberapa besar PROFIT/INCOME, anggap saja semakin besar neraca perdagangan semakin besar anggaran.

    jadi saat ini perdagangan indonesia yg paling besar melakukan perdagangan dengan amerika, semakin besar indonesia melakukan perdagangan dengan amerika, semakin besar kemungkinan anggaran untuk tni diberikan.

    ya diatas hanya contoh.

    Suka

  5. Hohoho

    Ivan dan beruangnya.

    Emangnya di artikel ini, apa gue komentar nyinggung trade balance, profit dan income ?

    Coba dong baca dan lihat yang bener…biar Ivan tambah pinter.

    Apa Ivan nggak malu, saya komentar apa dan Ivan komentarin yang gak nyambung.

    Gue khan cuma menebak2 tentang jenis dari 688 pucuk itu ?

    688 pucuk itu khan bukan hanya bedil SS1 atau SS2 biasa yang rendah nilainya.

    688 pucuk itu pasti artileri.

    Emangnya Ivan gak prihatin kalau artileri anti serangan udara kita udah tua ?

    Emangnya Ivan gak prihatin kalau artileri medan kita udah uzur juga ?

    Emangnya Ivan gak seneng ya kalau 17 yon armed kita naik kelas ?

    Emangnya Ivan gak berharap kalau konvoi pasukan infantri kita dilengkapi dengan SPAAG ?

    Apa Ivan gak suka kalo saya berharap suatu saat kelak RI punya 17 brigade infantri yang bisa ditugaskan ke mana-mana ?

    Suka

  6. Bung Ivan…
    Si Ntung Phd banyak ngelesnya bung Ivan, jd harap bung Ivan maklum aja.

    Saya tau maksud bung Ivan pasti komen si Ntung Phd di lapak sebelahkan.?
    Harap maklum aja bung ivan, kalo si Ntung itu sales gagal yg ssh mulai frustrasi….wekk..wekkk…wekkkkkk

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s