PT PAL Kejar Pendapatan dari Sektor Kapal Perang

Peluncuran LPD 124

PT PAL (Persero) menargetkan pendapatan sebesar Rp 2,4 triliun pada 2018. Jumlah itu naik dua kali lipat dari angka pendapatan perusahaan pelat merah tersebut di 2017, Rp 1,2 triliun.

Namun catatan Kontan.co.id, pendapatan PT Pal di semester I 2018 masih jauh dari target yakni masih 23%.

Dlansir dari laman Kontan.co.id (27/ 08), Sekretaris Perusahaan Pal Rariya Budi Harta menjelaskan saat ini Pal berfokus untuk mengerjakan kapal perang. Menurutnya permintaan kapal perang meningkat setelah sebelumnya pada 2016 Pal mengekspor dua kapal jenis strategic sealift vessel (SSV) ke Filipina.

“Masing-masing harganya kira US$ 45 juta sampai US$ 50 juta,” katanya kepada Kontan.co.id pada Sabtu (25/8).

Saat ini, kata Rariya, pihaknya juga kedatangan permintaan dari Benua Afrika yakni Senegal. Tak hanya itu, Pal juga sedang mengerjakan pesanan TNI AL untuk jenis kapal landing platform dock.

Selain mengerjakan pembangunan kapal, Pal juga menjadi tempat perbaikan kapal-kapal milik angkatan laut, termasuk untuk jenis kapal selam.

Editor: (D.E.S)

Iklan

4 tanggapan untuk “PT PAL Kejar Pendapatan dari Sektor Kapal Perang”

  1. itu harga kapalnya doang kali, kalau yg lainnya seperti mesin, alat komunikasi, dll. tidak dihitung, krn indonesia saja belum bisa buat mesin, dan alat2 canggih nan advanced….

    tapi mari kita tunggu pak de tukang ngitung, sapa tahu hitungan per meternya tepat dan akurat.xixixi

    Suka

  2. Yang usd 45 juta per unit adalah harga LPD terbaru, LPD lama harganya usd 37,5 juta per unit.

    Namanya LPD udah termasuk mesin, jadi 1 unit itu sudah jadi kapal utuh dengan perlengkapan standar seperti kapal biasa.

    Sedangkan yang usd 50 juta per unit itu adalah harga KCR 60 tipe terbaru (batch 3) lengkap CMS buatan Eropa, sensor dan persenjataan (termasuk rudal).

    https://www.google.com/amp/s/lancercell.wordpress.com/2017/02/05/tni-al-berencana-memesan-tiga-unit-kcr-60-tambahan-pada-pertengahan-2017/amp/

    “sedangkan biaya untuk membangun tiga FMB tambahan dengan persenjataan lengkap masing-masing akan mencapai Rp 665 miliar.”

    Saat itu kursnya adalah IDR 13,5 ribu per USD.

    Jadi 665 juta ribu / 13,5 ribu = 50 juta.

    Suka

  3. Sorry salah ketik, seharusnya saat itu kurs 13,3 ribu per USD.

    665 milyar = 665 juta ribu

    Jadi 665 juta ribu / 13,3 ribu = 50 juta.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s