PT DI Kembangkan Varian Gunship dari Pesawat CN-235

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) telah mulai melakukan pengerjaan pesawat bermesin ganda CN-235, ungkap perusahaan tersebut.

Dilansir dari laman Janes (28/ 08), Pembangunan pesawat didasarkan pada CN-235-220 yang sedang dikembangkan sebagai platform demonstrator, dan akan dipasarkan kepada calon pelanggan di kawasan Timur Tengah, Afrika, dan Asia Tenggara serta Asia Tengah, kata perusahaan kepada Jane.

Pesawat ini sedang dimodifikasi untuk membawa satu meriam 30 mm DEFA 553 laras tunggal di bagian belakang pesawat. Senjata itu diambil dari pesawat Douglas A-4H Skyhawk yang telah pensiun, dimana sebelumnya memperkuat Angkatan Udara Indonesia (TNI-AU).

Meriam DEFA 553 memiliki muzzle velocity 810 m/ s, dan dapat menembak hingga 1.200 rds/ mnt di target permukaan dan udara. Ada juga rencana untuk melengkapi senjata ini dengan electro-optical targeting systems dan a laser designator. Namun, perusahaan belum memutuskan sistem yang akan dipilih untuk peran ini pada demonstrator.

Perbedaan lain yang akan ditunjukkan oleh gunship demonstrator dari versi CN-235 sebelumnya meliputi menggunakan mesin turboprop General Electric (GE) CT7-9, bukan CT7-7 yang lebih tua.

Pesawat ini juga telah dibangun dengan wingtip devices untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar pesawat secara keseluruhan.

Photo: Pesawat CN-235 220 MPA (Republika)

Editor: (D.E.S)

Iklan

10 tanggapan untuk “PT DI Kembangkan Varian Gunship dari Pesawat CN-235”

  1. Mas ngutang coba tolong dihitungkan berapa panas yg ditanggung laras kanon defa 30mm jika ditembakkan nonstop selama 1 menit….hhh

    Suka

  2. langsung disambung dengan mechanical arms saja, sehingga laras meriamnya bisa berputar 90* atau 270* dan bisa geser ke atas-bawah.

    paling cuma butuh mech arms, laras meriam, kabel, arus dc, pulse wave modulation 50 ampere. lalu kemudian modul rakitan ardunio.

    haha……dasar tech maniac……

    Suka

  3. mana ini mas ngutang….kok kgk dihitung ya ? xixi

    semisal 1 shot menghasilkan panas dilaras sebesar 2*C dan tiap detik penurunan suhu adalah -10*C
    jika peluru ditembakkan sebanyak 1200 rnds/mnt maka panas yg dihasilkan adalah 1200×2=2400*C dan dikurang -10*60=600*C
    jadi total panas adalah 1800*C jika ditembak selama semenit.

    Suka

  4. 30mm caliber paling maximal yg bisa dipasang di pesawat ini, akan ada penguatan rangka pesawat guna menahan hentakan tembakan, serta additional armour. Sebenarnya bisa diganti dengan dual canon 12,5mm/14,5mm/minigun, namun jarak tembak jauh berkurang, pesawat perlu laser warning serta radar thales maupun an/aps series di bagian perut pesawat guna membaca pergerakan di darat. Chaff di body dan night scope untuk operator

    Suka

  5. Kalau untuk gunship sih lebih cocok pesawat N219 yg kecil..tidak bongsor gt…yg rawan dg tmbakan musuh…N219 versi gunship otomatis mengurangi ruang penumpang…lbih gesit,dan yg pnting lg buatan asli pt DI…kalau udah jd bsa sekelas bronco jadinya…maaf lo salah analisa

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s