Kasau Adakan Pertemuan Bilateral dengan Sejumlah Pemimpin AU Negara ASEAN

Menjelang pembukaan ASEAN Air Force Chiefs Conference (AACC) ke-15 tahun 2018, Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M., melaksanakan pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin angkatan udara negara-negara ASEAN diantaranya, Vietnam, Kamboja, Filipina, Laos dan Myanmar di Singapura, Jumat (31/ 08).

Penjajakan Kerja Sama Pemeliharan dan Simulator Sukhoi Su-27 dan Su-30 dengan Vietnam

Dilansir dari laman TNI AU (1/ 8), Pertemuan bilateral dengan Kasau Vietnam Lt Gen. Le Huy Vinh membahas tentang penjajakan kerja sama di bidang pemeliharan dan simulator pesawat tempur Sukhoi Su-27 dan Su-30.

Saat ini Vietnam yang memiliki simulator pesawat Sukhoi, telah mampu melaksanakan major maintenance Su-27, sementara untuk Su-30 masih dalam tahap pengerjaan.

Vietnam juga telah mengoperasikan pesawat angkut ringan C-212 produksi PTDI. Pada kesempatan tersebut Kasau mengundang Kasau Vietnam untuk datang ke Indonesia dan melihat potensi kerja sama yang dapat dilakukan di masa mendatang.

Harapan Kerja Sama Airman to Airman Talk dengan Kamboja

Peningkatan hubungan kerja sama antara TNI AU dengan AU Kamboja menjadi topik pertemuan bilateral Kasau dengan Panglima Angkatan Udara Kamboja General Soeung Samnang.

“Jika selama ini hubungan kerja sama Indonesia dan Kamboja baru sebatas working group maka ke depan diharapkan ada peningkatan, misalnya kegiatan Airman to Airman Talk, pendidikan dan latihan bersama,” ujar Kasau.

Sementara Panglima AU Kamboja menyambut baik keinginan Kasau tersebut karena hubungan Kamboja dan Indonesia memiliki sejarah panjang sejak era Presiden Soekarno.

nc-212 i philipines 9
NC-212 i Philipines (Istimewa)

Pertemuan Bilateral dengan Kasau Filipina

Kasau Filipina LtGen. Galileo Gerard Kintanar Jr., saat melakukan pertemuan bilateral dengan Kasau mengungkapkan kekagumannya terhadap TNI AU karena bisa mengoperasikan pesawat dari Timur dan Barat secara bersamaan.

AU Filipina saat ini sudah menerima pesawat C-212 dari PTDI dan ke depan berencana untuk membeli pesawat tempur T-50 dari Korea Selatan.

Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna mengucapkan terima kasih atas kepercayaan AU Filipina untuk menggunakan pesawat C-212 buatan Indonesia dan TNI AU juga akan menambah 9 unit pesawat C-212 untuk memperkuat Skadron Udara 4 di Malang.

TNI AU Terbuka Untuk Membina Kerja Sama Pendidikan, Operasi dan Latihan Bersama dengan Laos

Dalam pertemuan bilateral dengan Kasau Laos, BrigGen. Khamlek, Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna menyatakan, TNI AU terbuka untuk membina hubungan kerja sama dengan AU Laos, khususnya di bidang pendidikan, operasi dan latihan bersama.

“Jika ada ide atau saran bentuk kerja sama dari pihak AU Laos, silakan menghubungi Atase Pertahanan kami sehingga dapat didiskusikan lebih lanjut,” kata Kasau.

Sementara Kasau Laos mengucapkan terima kasih atas itikad baik TNI AU untuk membina hubungan kerja sama dalam memperkuat ikatan negara-negara ASEAN, termasuk beasiswa yang telah diberikan kepada perwira AU Laos.

TNI AU Terbuka Untuk Membina Kerja Sama Pendidikan, Operasi dan Latihan Bersama dengan Myanmar

Pembahasan mengenai kerja sama penanganan bencana menjadi topik pertemuan bilateral antara Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna dengan Kasau Myanmar General Maung Kyaw.

“Kami telah bekerja sama dengan Thailand dan India dalam latihan penanganan bencana dan berharap ke depan dapat menjalin kerja sama serupa dengan Indonesia,” ujar General Maung Kyaw.

Kasau menyambut baik keinginan tersebut dan juga terbuka untuk bentuk kerja sama yang lain, seperti pendidikan, operasi dan latihan bersama.

Dalam pertemuan bilateral tersebut, Kasau didampingi Asrena Kasau Marsda TNI Fahru Zaini, S.H., M.DS., Aspam Kasau Marsda TNI Dwi Fajariyanto, Asops Kasau Marsda TNI Johannes Berchmans SW dan Atase Pertahanan RI di Singapura Kolonel Pnb Tjahya Elang Migdiawan.

Photo: Su-30MK2 of the VPAF (Reddit)

Editor: (D.E.S)

Iklan

3 tanggapan untuk “Kasau Adakan Pertemuan Bilateral dengan Sejumlah Pemimpin AU Negara ASEAN”

  1. Jamane pak sukri, skuadron nc-212 malah mau dibinasakan….mo diganti dg C22 spartan buatan asing😤

    Oknum brekele bermental makelar, hhh 🤔

    Suka

  2. Tak selayaknya Indonesia bekerjasama dgn myanmar, karena negara tersebut telah melakukan pelanggaran ham berat dan melakukan genosida terhadap etnis rohingya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s