Duterte Ucapkan Terima Kasih kepada Netanyahu Atas Bantuan “Peralatan yang Sangat Penting”

PHILIPPINES-RUSSIA-MILITARY-ARMAMENT-DIPLOMACY
Presiden Filipina Rodrigo Duterte (tengah) memeriksa senjata serbu Kalashnikov dengan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu (kanan) saat upacara serah terima di Pelabuhan Manila, Rabu (25/ 10/ 2017). (AFP)

Dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, Presiden Filipina Rodrigo Duterte secara khusus mengucapkan terima kasih atas bantuan Israel mengakhiri konflik Marawi. Menurut Duterte, “peralatan yang sangat penting” dari Israel telah menyelamatkan negaranya dari konflik itu. Namun Duterte enggan merinci peralatan yang dia maksud.

“Pak Perdana Menteri (Netanyahu), saya hanya bisa berterima kasih banyak kepada Anda, terutama pada bantuan yang diberikan pada kondisi yang sangat kritis. Anda telah membantu negara saya pada momen yang sangat dibutuhkan. Terkait masalah yang baru-baru ini dihadapi Filipina, tingkat bantuan yang Anda berikan sangat penting dalam memenangkan perang,” kata Duterte, sebagaimana dilansir dari laman Akurat (4/ 9).

Pengakuan dan ucapan terima kasih Duterte ini yang pertama kali diucapkannya kepada Israel. Duterte sangat jarang sekali menyampaikan apresiasi dan simpati semacam ini kepada pemimpin negara lain.

Konflik Marawi terjadi pada bulan Mei-Oktober 2017. Saat itu, kelompok yang bersumpah setia kepada Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), berupaya mengambil alih kota Marawi. Upaya ini berhasil digagalkan, setelah Filipina mengerahkan operasi militer besar-besar yang menewaskan 1.000 anggota kelompok itu.

Kunjungan Duterte ke Israel ini yang pertama kali yang dilakukan presiden Filipina sejak negara-negara itu menjalin hubungan diplomatik pada tahun 1957. Duterte menggambarkan pertemuannya dengan Netanyahu diliputi suasana damai dan penuh keakraban.

“Kami berbagi semangat yang sama untuk perdamaian. Kami berbagi semangat yang sama untuk kemanusiaan. Tetapi juga kami berbagi semangat yang sama untuk tidak membiarkan negara kami dihancurkan oleh mereka yang tidak tahu apa-apa selain membunuh dan menghancurkan,” kata Duterte, sebagaimana dilansir Al Jazeera pada Senin (4/9).

Terkait hubungan kedua negara, Duterte menyatakan sangat ingin meningkatkan kerja sama keamanan dengan Israel. Filipina ingin meningkatkan belanja alutsista dari Israel. Filipina telah berbelanja sejumlah peralatan militer dari Israel, diantaranya sistem radar dan kendaraan lapis baja. Ke depan, Duterte ingin belanja pesawat militer dari Israel.

Filipina dan Israel pernah memiliki sejarah hubungan kuat di masa lalu. Pada tahun 1939, Presiden Manuel L Quezon mengeluarkan 10.000 visa untuk orang Yahudi Eropa agar datang ke Filipina. Tetapi hanya sekitar 1.300 orang yang saat itu benar-benar masuk ke negara itu.

Akhir tahun lalu, Filipina memilih abstain dalam pemungutan suara di Majelis Umum PBB yang memperingatkan Amerika Serikat karena memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem. Padahal waktu itu hampir seluruh dunia mengecam keputusan itu.

Netanyahu mengapresiasi langkah Filipina itu dan memuji sebagai satu-satunya suara dari Asia yang pro pembentukan negara Israel.

“Kami ingat teman-teman kami. Persahabatan itu telah berkembang selama bertahun-tahun dan terutama selama beberapa tahun terakhir,” kata Netanyahu kepada Duterte.

Kunjungan ke Israel menandai lawatan luar negeri Duterte ke negara timur tengah. Dari Israel, Duterte akan melanjutkan perjalanan ke Yordania untuk bertemu dengan Raja Abdullah II.

Editor: (D.E.S)

Iklan

3 tanggapan untuk “Duterte Ucapkan Terima Kasih kepada Netanyahu Atas Bantuan “Peralatan yang Sangat Penting””

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s