Kohanudnas dan AirNav Jaga Ruang Udara Papua

General Manager Makassar Air Traffic Service Center (MATSC), Novy Pantaryanto memperlihatkan ruang kontrol udara. (Kompas)
General Manager Makassar Air Traffic Service Center (MATSC), Novy Pantaryanto memperlihatkan ruang kontrol udara. (Kompas)

TNI AU melalui Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) bersama AirNav Indonesia menjaga ruang udara Papua.

Dilansir dari laman Kompas (4/ 9), Kerja sama dilakukan untuk menjaga keutuhan NKRI dengan menempatkan skuadron tempur pada tahun depan.

AirNav Indonesia Cabang Utama Makassar Air Traffic Service Center (MATSC) sendiri telah memetakan Upper Papua sebagai jalur penerbangan internasional.

General Manager MATSC, Novy Pantaryanto mengatakan, sesuai dengan UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan pasal 7 dan 8, Airnav Indonesia berkewajiban memberikan informasi terkait ruang udara dan pemanduan lalu lintas penerbangan.

“Jadi Airnav terus berkoordinasi dengan TNI AU untuk menjaga ruang udara di NKRI. Melaporkan data sharing dan data radar ke Kohanudnas,” ujar Novy, Selasa (4/ 9).

“Sekarang skuadron Sukhoi ditempatkan di Makassar dan skuadron tempur F-16 di Madiun. Tahun depan, akan ditempatkan di Papua skuadron tempur untuk menjaga ruang udara di sana,” ungkap Novy.

Penempatan skuadron tempur di Papua, lanjut Novy, masih dalam tahap pembahasan.

Terdapat tiga pangkalan udara di Papua yang dibawahi Komando Operasional Angkatan Udara III Biak.

“Ya minimal ada 1 skuardron tempur disiagakan disana, apalagi sudah ada Koopsau III membawahi tiga pangkalan udara,” tambahnya.

Upper Papua

Novy menjelaskan, peningkatan pengamanan di Upper Papua karena jalur penerbangan internasional melalui ruang udara di sana baru dipetakan dan kini mulai berjalan.

Upper Papua merupakan jalur penerbangan internasional yang praktis dan cepat. Dengan upper Papua diyakini tidak akan membuat jadwal penerbangan delay 3-4 jam.

“Selama ini, penerbangan internasional harus transit di Filipina jika pesawat hendak ke Indonesia,” katanya. “Jalur penerbangan internasional pun tidak tertata dan selalu melewati ruang udara Filipina. Jadi harus transit dan penerbangan selalu delay 3-4 jam. Jika penerbangan internasional sudah lewat Upper Papua, penerbangan internasional diyakini tidak akan delay lagi,” jelasnya.

Novy mengaku, penerbangan melalui jalur Upper Papua memang lebih jauh jaraknya, ketimbang jalur lurus yang melintasi Filipina. Namun dari segi waktu, penerbangan lebih efisien dan tidak memakan waktu lama.

“Jalur penerbangan internasional lewat Upper Papua sudah disepakati oleh Jepang, China, dan Amerika. Mereka lebih memilih melingkar sedikit, ketimbang lewat di atas Filipina,” imbuhnya.

Novy mengungkapkan, penerbangan internasional yang kini lewat Upper Papua sekitar 200-an per hari. Ditambah dengan domestik sekitar 500-an, sehingga penerbangan di Upper Papua mencapai 800-an per hari.

“Ya penerbangan internasional yang lewat di upper Papua sekitar 30 persen dan 70 persen lagi penerbangan domestik. Upper Papua ini merupakan pelayanan peningkatan keselamatan penerbangan dan peningkatan komunikasi dari kami,” bebernya.

AirNav Indonesia Cabang Utama Makassar Air Traffic Service Center (MATSC) dibagi tiga ruang wilayah udara di bagian timur Indonesia.

Pembagian wilayah udara ini, lantaran lalu lintas penerbangan sangat padat. Dulunya, ruang udara di bawah naungan MATSC ada 6 upper. Namun dilakukan penambahan tiga upper, sehingga kini menjadi 9 upper.

“Karena lalu lintas udara sangat padat, ada 1 upper yakni upper Ujung dibagi menjadi tiga upper. Upper yang dibagi tiga yakni Upper Papua, Upper Ambon, dan Upper Manado. Jadi total sekarang ada 9 upper yang dulunya ditangani 6 upper,” jelas Novy. Pemecahan Upper Papua, Upper Ambon, dan Upper Manado, sudah dilakukan uji coba sejak 2017.

Pemecahan Upper ini untuk meningkatkan pelayanan dari segi komunikasi dan peningkatan keselamatan penerbangan.

“Dengan pembagian upper, restrukturisasi atau penataan ulang ruang udara di kawasan timur Indonesia, dapat mengurangi kesibukan di ruang udara. Dimana, pilot merasa nyaman dengan pembagian upper ini,” imbuhnya. “Restrukturisasi ruang udara ini sejalan dengan program strategis pemerintahan Presiden Joko Widodo yakni peningkatan layanan navigasi penerbangan di kawasan timur Indonesia khususnya Papua,” pungkasnya.

Editor: (D.E.S)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s