TNI Bersama Kementerian Pertahanan Ajukan Kenaikan Anggaran Terkait Penambahan Satuan

Panglima TNI dalam kunjungan tersebut melihat dari dekat pesawat Bell Boeing MV-22 Osprey yang dimiliki oleh US Marine. Pitch Black 2018
Panglima TNI dalam kunjungan tersebut melihat dari dekat pesawat Bell Boeing MV-22 Osprey yang dimiliki oleh US Marine. (Istimewa)

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengungkapkan, TNI bersama Kementerian Pertahanan telah mengajukan kenaikan anggaran pertahanan untuk tahun 2019.

Menurut Panglima TNI, kenaikan anggaran tersebut sejalan dengan penambahan organisasi satuan TNI baru di wilayah timur Indonesia, yakni di Sulawesi Selatan, Biak, dan Sorong.

“Pagu anggaran yang sudah disetujui sekitar Rp 106 triliun, kemudian kita minta tambahan 107 koma sekian,” ujar Hadi saat ditemui di sela rapat kerja pembahasan anggaran dengan Komisi I di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/ 9), sebagaimana dilansir dari laman Kompas (5/ 9).

Hadi mengatakan, dengan bertambahnya satuan di wilayah timur, maka TNI membutuhkan tambahan anggaran untuk membangun sarana dan prasarana. Bahkan, kata Hadi, hingga saat ini satuan tersebut belum memiliki gedung dermaga dan perumahan bagi prajurit. “Utamanya untuk pembangunan organisasi baru di wilayah timur di Sulsel, Papua dan sorong,” kata Hadi. “Gedung saja belum punya, perumahan prajurit juga belum punya, kemudian dermaga belum punya, harus kami ajukan,” ujar dia.

Sebelumnya, Hadi meresmikan empat satuan baru di wilayah Timur Indonesia, pada Jumat (11/5/2018).

Keempat satuan baru tersebut adalah Divisi Infanteri 3/Kostrad di Makassar, Koarmada III di Sorong, Koopsau III di Biak, dan Pasmar-3 Korps Marinir di Sorong.

Hadi menyampaikan bahwa peresmian empat satuan TNI tersebut merupakan bagian dari rencana TNI yang telah tertuang dalam Peraturan Presiden Nomer 10 Tahun 2010 dan Peraturan Presiden Nomer 62 Tahun 2016 serta Program 100 hari kerja Panglima TNI.

Menurut Hadi, upaya pembentukan empat satuan TNI baru memiliki nilai strategis tinggi dan latar belakang yang cukup kompleks. Sebab, perkembangan pembangunan kekuatan militer dunia, khususnya di kawasan Asia merupakan salah satu tolok ukur dalam perimbangan kekuatan (balance of power).

Editor: (D.E.S)

Iklan

3 tanggapan untuk “TNI Bersama Kementerian Pertahanan Ajukan Kenaikan Anggaran Terkait Penambahan Satuan”

  1. Dollar lg ngamuk ndan,impor mesin,bahan baku naik,muahal estimasi kenaikan 20% saja biar job jalan terus…jng tanya duitnya,,,duitnya ada tgl mau hutang atau tidak

    Suka

  2. Dollar naik TKI untung (yg dibayar dolar US)
    eksportir lokal jg untung.
    Donal bebek jg untung (kan kampret si pirang itu) malah mau maksa memasukan eksport pertaniannya ke negara ke tiga!…yg import dari dia cekot cekot.

    klo saya jd presiden saya bakal bikin deal dlm waktu dekat dengan pemerintahan USA. Deal yg bisa membuat rupiah stabil terhadap dolar! yaitu deal membeli 2 skuadron hercules tipe terbaru, deal membeli 3 skuadron F-16Viper, 5 unit RQ-1 Predator , 1 skuadron Apache, 1 skuadron Chinooq. di jamin dolar stabil! tetapi sebaliknya jika kita ngedeal lagi ama rusia nah siap siap dolar menjadi menguat! ekonomi global itu tinggal kita nurut ama mereka atau tidak! hiks……
    demikianlah analisis sotoy saat ini. semua hanya rekaan dan hayalan.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s