China Bangun Satelit Laser Untuk Buru Kapal Selam di Bawah Laut

The satellite will use lidar technology and a microwave radar to identify targets. (Istimewa)
The satellite will use lidar technology and a microwave radar to identify targets. (image: Pilot National Laboratory for Marine Science and Technology)

China sedang mengembangkan satelit laser. Satelit ini nantinya bisa digunakan untuk mendeteksi kapal selam hingga kedalaman 500 meter dibawah permukaan laut. Hal ini merupakan sebuah prestasi baru yang belum pernah dibuat oleh China.

Dilansir dari laman CNN (2/ 10), Sebanyak 20 institut dan universitas di China sedang merancang satelit tersebut. Jika berhasil, laser satelit dapat menargetkan kapal selam dan memberikan informasi mengenai lokasi, bentuk, dan kecepatan kapal dalam bentuk tiga dimensi.

Proyek Guanlan ini secara resmi diluncurkan pada Mei lalu di sebuah Laboratorium untuk Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan di Qingdao, Shandong.

Menurut situs web laboratorium tersebut, proyek Ini bertujuan untuk memperkuat kegiatan pengawasan China di lautan dunia. Radar satelit itu diketahui dapat memindai area seluas 100 kilometer atau fokus terhadap area seluas 1 kilometer.

Seorang peneliti yang terlibat dalam proyek itu, Song Xiaoquan mengatakan jika tim peneliti dapat mengembangkan satelit sesuai dengan yang direncanakan, itu akan membuat lapisan atas laut tak lagi menjadi misteri.

“Hal itu akan mengubah segalanya,” kata dia.

Namun, cahaya dapat meredup 1.000 kali lebih cepat didalam air dibandingkan di udara. Matahari juga tidak dapat menembus lebih dari 200 meter di bawah permukaan air.

Tetapi, proyek yang telah dikembangkan selama lebih dari 50 tahun ini untuk mengembangkan laser yang memang dikhususkan untuk berburu kapal selam dengan menggunakan teknologi deteksi cahaya.

Dilansir dari Sputnik News, adanya hambatan seperti awan, kabut, air keruh, dan ikan bisa menyebabkan satelit tidak berjalan maksimal. Satelit bisa salah mendeteksi ikan-ikan sebagai kapal selam palsu dan gagal memberikan hasil yang jelas. Saat ini masih belum jelas kapan satelit itu akan diresmikan. Seorang peneliti, Zhang Tinglu mengatakan bahwa masih banyak masalah yang perlu diselesaikan.

Dilansir dari Business Insider, sebelumnya ada eksperimen yang dilakukan di AS dan bekas Uni Soviet yang mendeteksi kurang dari 100 meter. AS melakukan penelitian yang didanai oleh NASA dan Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) yang membuat sebuah pesawat dalam air yang dapat memantau pada kedalaman 200 meter untuk mendeteksi ranjau laut. 

The satellite will use lidar technology and a microwave radar to identify targets. (Pilot National Laboratory for Marine Science and Technology)
The satellite will use lidar technology and a microwave radar to identify targets. (image: Pilot National Laboratory for Marine Science and Technology)

Masih ragu-ragu

China masih ada keraguan apakah dapat melakukan hal yang lebih jauh dengan perangkat yang dijalankan dalam proyek ini.

Seorang ilmuwan dari Chinese Academy of Sciences mengatakan bahwa jarak 500 meter merupakan hal yang mustahil.

“Mereka (peneliti proyek) tidak akan mampu menembus kegelapan yang dibuat oleh alam. Kecuali mereka adalah Tom Cruise yang memiliki senjata rahasia,” kata dia.

Dilansir dari Business Insider, pemerintah telah setuju untuk mendanai penelitian karena sebagian tim telah meluncurkan ide inovatif yang belum pernah dicoba sebelumnya.

Perangkat laser ini akan dikembangkan dan dirancang dengan frekuensi serta warna yang berbeda-beda. Laser itu dapat mengukur gerakan permukaan laut dengan tingkat akurasi yang tinggi. Sehingga jika kapal selam bergerak maka radar dapat memberitahu satelit.

Song mengatakan bahwa tim proyek ini betujuan untuk menggunakan setiap metode panca indera yang tersedia untuk mencapai kedalaman semaksimal mungkin.

“Kadang-kadang mungkin cahaya tidak cukup untuk mencapai kedalaman 500 meter. Tetapi, kami sedang mencoba mencari tahu apa yang ada di bawah sana dengan mengambil pengukuran tidak langsung pada kedalaman yang lebih dangkal,” kata dia.

China telah banyak berinvestasi dalam perangkat keras militer termasuk teknologi kapal selam.

Pada tahun lalu, para ilmuwan China mengklaim telah membuat terobosan dalam teknologi deteksi magnetik dengan perangkat yang dapat memantau gangguan di magnet bumi yang disebabkan oleh kapal selam.

Para peneliti juga bekerja untuk mendeteksi sensor yang ditanamkan di dasar laut dekat pangkalan Angkatan Laut Amerika di Guam dan Laut China Selatan. Beberapa sensor diantaranya dapat menangkap suara frekuensi rendah sejauh 1.000 kilometer.

China juga mengembangkan pesawat bawah air dan pesawat tanpa awak berkecepatan tinggi yang bisa digunakan di bawah air untuk mengumpulkan informasi mengenai perairan global.

Saat ini, peneliti sedang bekerja dengan proyek yang disebut “Deep Blue Brain” yang bertujuan untuk menjadi komputer paling kuat di dunia. Kekuatannya mencapai 1.000 kali lebih cepat dibanding komputer saat ini yang diperkirakan akan selesai pada 2020.

Pemerintah China juga sedang menggunakan “samudera virtual” untuk membantu meramalkan sebuah peristiwa mulai dari cuaca ekstrim hingga hasl pertempuran laut.

Editor: (D.E.S)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s