Rencana Penyebaran Kapal Selam Indonesia Digagalkan oleh Tsunami yang Fatal

KRI Nanggala - 402 yang sedang melaksanakan operasi Trisula merupakan pertama kali sandar di dermaga Sionban Kapal Selam Lanal Palu.
KRI Nanggala – 402 yang sedang melaksanakan operasi Trisula merupakan pertama kali sandar di dermaga Sionban Kapal Selam Lanal Palu. (Istimewa)

Rencana Angkatan Laut Indonesia (TNI AL) untuk melakukan penyebaran kapal selam listrik-diesel (SSK) kelas Nagapasa (Tipe 209/1400) di Pangkalan Angkatan Laut Palu, Sulawesi Tengah, sekarang tertunda tanpa batas setelah tsunami melanda fasilitas tersebut pada tanggal 28 September.

Dilansir dari laman Janes (2/ 10), Bencana itu telah merusak sebuah dermaga di mana layanan itu direncanakan untuk merapatnya ke kapal selam.

Editor: (D.E.S)

Iklan

5 tanggapan untuk “Rencana Penyebaran Kapal Selam Indonesia Digagalkan oleh Tsunami yang Fatal”

  1. Nah, ini keputusan yg benar…jangan gunakan zona merah rawan bencana sbg pangkalan militer, hhh

    Cara mudahnya, ikuti saja penempatan pangkalan militer yg dulu digunakan oleh VOC dan tentara belanda yg sangat paham dg catatan sejarah kebencanaan di Indonesia

    Suka

  2. Hendaknya penempatan dan pembuatan markas kasel di teluk palu dibatalkan kerana teluk palu masuk daerah rawan gempa dan tsunami

    Suka

  3. klo dilihat ya, kedalaman laut jawa (jawa-kalimantan) yg paling dalam cuma diatas 50 meter.
    kedalaman tsb sangat tidak cocok bagi kasel dan juga kasel nuklir berlayar, krn sangat mudah kasel asing utk dideteksi.

    maka utk hematnya posisi pangkalan kasel ditempatkan di palu, krn dekat dgn palung yg dalam, supaya cepat mendeteksi kasel asing yg sembunyi disana.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s