Media: Indonesia Tunda Pembelian Jet Tempur Rusia Karena Sanksi AS‍

Pelaksanaan kontrak Rusia-Indonesia untuk pasokan 11 pesawat tempur Su-35 ke Jakarta telah tertunda karena kemungkinan sanksi AS, menurut laporan surat kabar Kommersant, mengutip dua manajer puncak perusahaan pertahanan dan sumber yang dekat dengan pemerintah.

Menurut surat kabar itu, langkah-langkah ketat yang Washington siapkan untuk memperkenalkan kerangka Undang-Undang tentang Melawan Lawan Amerika Serikat melalui Sanksi (CAATSA) telah berpengaruh pada waktu pengiriman Su-35. “AS belum memberikan jaminan Indonesia untuk tidak menerapkan tindakan pembatasan,” tulis surat kabar itu.

Pada saat yang sama, Kommersant mencatat bahwa kontrak untuk pasokan Su-35 mempertahankan kekuatan hukumnya, sebagaimana dilansir Lancer Defense dari laman ria.ru (5/ 10).

Selain itu, menurut surat kabar itu, Rusia juga mengalami kesulitan. “Ketika menerapkan kontrak, direncanakan untuk menggunakan skema kredit, dana akan dialokasikan oleh salah satu bank komersial. Tapi ini penuh dengan konsekuensi serius baginya, karena di AS mereka menganggap pinjaman ini sebagai kerja sama dengan Rosoboronexport dan menjatuhkan sanksi terhadap bank, ” tulis surat kabar itu.

Salah satu pembicara dalam publikasi menyebut situasi itu “tidak menyenangkan, tetapi sama sekali tidak penting.” “Kami selalu berhubungan dengan mitra Indonesia kami, mencari jalan keluar dari situasi,” tambahnya.

Pasokan Su-35 ke Indonesia

Pada bulan September, Duta Besar Indonesia untuk Rusia Mohammad Wahid Supriyadi mengatakan bahwa Indonesia mengharapkan untuk menerima Su-35 pertama pada bulan Oktober 2019.

Sebelum ini, diplomat menyatakan bahwa Indonesia mengharapkan pengiriman pertama dari 11 pesawat Su-35 Rusia pada Oktober 2018.

Pada bulan Juni, dia mengatakan bahwa Indonesia telah menandatangani perjanjian dengan Rusia untuk membeli 11 pesawat tempur Sukhoi terbaru, menyebut kesepakatan tersebut “sangat besar.”

Sebelumnya, Direktur Kerjasama Internasional dan Kebijakan Regional Perusahaan Negara Rostec Viktor Kladov mengatakan bahwa Indonesia dapat membeli batch tambahan jet tempur Su-35 sambil mengalokasikan dana yang diperlukan dari anggaran negara.

Menurut Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Departemen Perdagangan Indonesia, Oke Noorwan, biaya kesepakatan untuk membeli 11 pesawat Rusia diperkirakan 1,14 miliar dolar.

Dia mencatat bahwa, sesuai dengan ketentuan perjanjian, Rusia perlu untuk membeli sejumlah barang dari Indonesia, termasuk minyak sawit, kopi, teh dan karet, senilai sekitar 570 juta dolar.

Photo: Jet tempur Su-35  (Ria)

Editor: (D.E.S)

Iklan

7 tanggapan untuk “Media: Indonesia Tunda Pembelian Jet Tempur Rusia Karena Sanksi AS‍”

  1. “Hadeuuuuw, nasibe sukhoi kok kayak lagu kesayangan mbah to dek dian….., terganjal restune mertua, hhh😭😭😭”

    Suka

  2. Yang mutusin kan konggres neng….mattis cuma bantu nego ke konggres.

    Kalo kita mo beli sukhoi sih boleh-boleh saja dan gak dikenai sangsi CATSAA, cuma yg dikenakan sangsi adalah kepada rasoboronorepot dan pihak2 yg melakukan hubungan bisnis dengannya….lho ruwet to 😂😂😊

    Ibarat dilepas kepalanya tapi dipegang buntutnya….😫😫😫

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s