TNI AL Kirim Penerbang ke India untuk Pelatihan Perang Anti-Kapal Selam

Angkatan Laut Indonesia sedang mempersiapkan diri untuk mengirim batch awal untuk tiga penerbang dari angkatan laut ke Kochi, India, di mana mereka akan menjalani pelatihan di Sekolah Anti-Kapal Selam Angkatan Laut India.

Dilansir dari laman Janes (7/ 10), Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya TNI-AL untuk membangun kembali skadron helikopter anti-kapal selam (ASW) yang dikenal sebagai Skadron Udara 100, ungkap seorang pejabat TNI-AL pada 5 Oktober.

Pelatihan ini akan berlangsung selama tiga bulan.

“Kami biasanya mengirim personel kapal permukaan untuk kursus seperti itu. Ini adalah pertama kalinya kami mengirim penerbang angkatan laut, karena kami mencoba mengembangkan keahlian di domain ini dengan segera,” kata pejabat itu.

“Selain menerima instruksi dalam teori dan operasi ASW, para aviators juga telah ditugaskan untuk mengembangkan kurikulum yang akan diajarkan di pangkalan penerbangan angkatan laut Juanda [dekat Surabaya]”, tambahnya.

Setelah kembali ke Indonesia pada akhir program tiga bulan, para aviator akan mengambil tugas bersama dengan helikopter AS565 MBe Panther yang baru diperoleh TNI-AL.

Indonesia telah memesan 11 helikopter Panther baru untuk meningkatkan kemampuan penerbangan TNI-AL dan kemampuan ASW. Dua diantaranya telah ditugaskan. Sisa airframe berada dalam berbagai tahap penyelesaian, beberapa di antaranya dirakit di pabrik Bandung milik produsen pesawat milik negara Indonesia, PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

Paket helikopter ASW termasuk sistem lepas L3 Ocean Systems DS-100 HELRAS sonar, sistem peluncuran torpedo ringan, dan konsol operator yang ringan.

Photo: Panther TNI AL (defence.pk)

Editor: (D.E.S)

Iklan

8 tanggapan untuk “TNI AL Kirim Penerbang ke India untuk Pelatihan Perang Anti-Kapal Selam”

  1. @TACHIBANA : jepang itu self defense, walaupun jagonya, namun bukan bagian dari prajurit yang mana bisa memobilisasi sesuka hati

    jepang itu sendiri protokolnya 2, dari pemerintah jepang ama amerika

    jadi, kalopun minta belajar dari jepang, ya harus minta izin juga ke amerika

    karena saling sangkut paut

    kalo india beda

    Suka

  2. @Adina Tau kok ane juga, cuman kan kenapa engak kita manfaatin sebanyak2nya pertukaran pelatihan tentara seperti ke Korsel, Jepang, USA, dll untuk soal ASW yang lebih paham dan jelas mereka pusat pengembangan dan informasinya . karena jika berguru dari banyak tempat tentu kita bisa memilih yang kurikulum dan strategy pembelajaran yang terbaik…

    Suka

  3. Harab maklum dek, karena dek tacibhana itu gak kenal sejarah bangsanya sendiri…

    Sejak pasca kemerdekaan dulu, AURI dan ALRI sudah mengirim kadet-kadetnya belajar ke india…jadi segi historisnya sudah terjalin lama.

    Dari segi operasional, karakter perairan “tropik” india yg dangkal mirip dg karakter perairan kita, terutama disebelah barat yg berupa perairan dangkal dan muara sungai dg tingkat sedimentasi yg tinggi…kurikulum AL di india pun mengacu ke kurikulum AL inggris dan amerika, jadi relevan dg kurikulum AL kita.

    Nah walopun, AL jepang maju dalam hal operasi anti kapal selam tapi karakter perairannya yg “sub tropik” kurang sesuai dg kondisi perairan kita, hhh

    Kalo hal lain, mbah setuju dg pendapatnya dek adina…

    Ngomong2 dek adina sudah berumah tangga belum….hhh

    Suka

  4. selain itu jg faktor biaya pendidikan,…ke india sdh pasti lbh murah drpd k jepang,…lagipula , india punya kasel tipe 209 jg,..meski gak sama prsis ama milik TNI,..beda ama jpun,..kasel mrk beda jauh, mrk mmbngun dgn teknologi sendiri..yg beda ama basis jerman ..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s