Angkatan Laut Belum Berencana Pindah Pangkalan Kapal Selam Dari Palu

Pembangunan pangkalan kapal selam TNI AL di Palu, Sulawesi Tengah merupakan bagian dari Rencana Minimum Essensial Force (MEF) untuk mewujudkan postur kekuatan pertahanan RI hingga tahun 2024.

Namun demikian, tahap pembangunan yang sudah dilakukan itu terkena imbas dari gempa bumi dan tsunami yang melanda Kota Palu, pada 28 September lalu, sebagaimana dilansir dari laman RMOL (16/ 10).

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksma TNI Gig Jonias Mosez Sipasulta menyebut, hingga kini masih belum ada keputusan dari TNI AL untuk memindahkan pangkalan kapal selam dari Palu.

“Kalau itu biar nanti para pimpinan di TNI yang ambil keputusan untuk menjawab. Kalau sudah ada yang disampaikan dari atas pasti akan saya sampaikan,” ujar Gig di Mabesal, Cilangkap, Jakarta, Senin (15/10).

Lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) tahun 1988 itu menegaskan bahwa pangkalan kapal selam itu sudah masuk dalam program MEF dari tahun 2010. Dengan kata lain, pihaknya tidak menduga akan ada gempa dan tsunami yang berpengaruh pada tahap pembangunan.

“Pada waktu MEF dibuat kan kita tidak pernah berfikir kalau ada kejadian seperti ini,” imbuhnya.

Dia meyakini bahwa hal ini sudah dibicarakan dan dipertimbangkan di tingkat pimpinan bersama Kementerian Pertahanan. Sehingga ada saatnya mereka menyampaikan ke publik tentang keputusan dipindah atau tidaknya pangkalan kapal selam tersebut.

“Mungkin nanti langsung dari Bapak Kasal atau yang sesuai dengan bidangnya untuk menyampaikan,” pungkasnya.

Photo: KRI Nanggala – 402 yang sedang melaksanakan operasi Trisula merupakan pertama kali sandar di dermaga Sionban Kapal Selam Lanal Palu. (satselhiukencana)

Editor: (D.E.S)

Iklan

One thought on “Angkatan Laut Belum Berencana Pindah Pangkalan Kapal Selam Dari Palu”

  1. Cocok dg pernyataan Pak Jonan (men ESDM) bhw sejak lama kementerian esdm telah menyebarluaskan informasi ttg peta zona merah kegempaan di Indonesia…namun sampai saat ini tidak pernah ada feefback dari pihak pemda mampu pihak terkait lainnya dalam penyusunan tata ruang kota maupun infrastruktur yg lain.

    #Ayo Pak Kasal…kita harus responsif dg fakta bahwa kita tinggal dikawasan ring of fire, negri yg akrab dg bencana.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s