Dibawah Bayang-bayang Sanksi AS, Indonesia Tetap Beli Su-35

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Georgievna Vorobieva, mengatakan proses pembelian pesawat Sukhoi antara Rusia dan Indonesia tetap berjalan meski dibayangi sanksi AS.

“Negara-negara tidak takut (terhadap sanksi AS). Turki dan India masih membeli peralatan militer kita, begitu juga Indonesia,” ungkap Vorobieva, sebagaimana dilansir dari laman CNN (17/ 10).

Vorobieva mengatakan kesepakatan pembelian 11 unit jet tempur Su-35 antara Rusia-Indonesia masih berlangsung, bahkan sudah melakukan penandatanganan kesepakatan.

Meski begitu, dia mengatakan belasan jet tempur berteknologi canggih itu kemungkinan baru diterima Indonesia tahun depan, setidaknya sebelum akhir 2019.

“Kontrak (pembelian) memang sudah ditandatangani. Tapi pesawat-pesawatnya masih harus diproduksi sehingga butuh waktu untuk selesai,” kata Vorobieva.

Selain itu, Vorobieva memaparkan Indonesia juga memerlukan waktu untuk melatih sejumlah pilot-pilotnya supaya bisa menerbangkan jet-jet tersebut.

“Selain itu, juga masih ada beberapa detil yang perlu difinalisasi antara kedua negara,” tambahnya.

Wacana pembelian alutsista ini memicu kekhawatiran bahwa Jakarta akan terkena imbas embargo Negeri Paman Sam.

Seteru Rusia dan AS membuat negara Paman Sam itu kerap menjatuhkan sanksi kepada negara-negara yang memiliki relasi atau kerja sama pertahanan dengan musuh-musuhnya. Sebelumnya, Amerika Serikat sudah menjatuhkan sanksi untuk China.

Photo: Su-35 fighter (Komotoz)

Editor: (D.E.S)

Iklan

16 tanggapan untuk “Dibawah Bayang-bayang Sanksi AS, Indonesia Tetap Beli Su-35”

  1. Apakah Indonesia sudah merdeka?
    Apakah Indonesia negara yang berdaulat?

    Kalau “ya”

    Mengapa kelentingan nasional Indonesia masih tunduk dan didikte negara lain?

    Suka

  2. Ah, Rusia ini cerewet bener, lagu lama digoreng lagi…

    Indonesia itu udah dibebaskan Amrik untuk beli Sukhoi. Itu hasil dari kemampuan dan kepintaran diplomat Indonesia melobi Amrik supaya bebas dari sanksi. Jempol ke atas untuk diplomat Indonesia.

    Yang tidak dibebaskan itu Rusia. Para diplomatnya kualitas kusut brekele nggak punya kemampuan untuk melobi. Jempol ke bawah untuk diplomat Rusia.

    Jadi itu salahnya di pihak Rusia sendiri bukan di pihak Indonesia.

    Dari sini bisa disimpulkan kalau Rusia tidak mampu mengatasi hal itu dan hanya berdalih saja untuk menyembunyikan ketidakmampuannya melobi Amrik supaya dia dibebaskan dari embargo.

    Suka

  3. Ilustrasinya begini :

    Riri ingin beli pisang ke Rozi.

    Tapi Rozi sedang ada masalah sama Samsul.
    Saking marahnya, si Samsul bikin tembok tinggi di sekeliling kebun pisang Rozi sehingga Rozi nggak bisa masuk untuk mengambil pisangnya.

    Samsul nggak marah sama Riri, Samsul bilang ke Riri kalo Riri boleh beli pisang ke Rozi.

    Tapi Rozi bilang ke anak buah Riri yang mau ambil pisang kalo Riri nggak boleh beli pisang ke Rozi.

    Masalah utama adalah pada Rozi, si Rozi tidak mau berdamai dan melunakkan hati Samsul supaya tembok di sekeliling kebun pisangnya bisa dirubuhkan.

    Suka

  4. Australia khususnya gak bakal takut sm air superior RI klo cm sekelas f16,hawk,su 30 sj mrk sdh siapkan growler,apalagi mereka punya f35 bs jd ajang area penyusupan

    Dengan adanya su35 mereka berfikir ulang utk terobos teritori RI

    Suka

  5. lalu apa urusanya samsul bikin tembok tinggi??? apa hak Samsul bikin tembok??? kecuali kalau rumah Rozi itu di tengah2 tanahnya Samsul… kalau rumah Rozi dipinggir jalan utama…
    Kalau bikin perumpamaan mbok yang masuk akal, misal saja karena Samsul tukang jualan bahan sembako, Rozi juga kurang lebih sama, nah kalau orang yang beli barang di tempat Rozi tetapi juga memiliki kerja sama jual beli dengan Samsul maka Samsul akan mengancam mereka dengan sangsi apapun kepada si Riri… kalau Riri seperti halnya China atau India yang tidak merasa takut sama ancaman Samsul ya nekat beli saja… nah sekarang ini masalahnya, mengapa Samsul begitu senewen dengan barang dagangan si Rozi terutama S-400 android…???? Ini looo asal muasal semuanya… apalagi ketika sohib Samsul mulai membeli itu android baru maka makin pening dan marahlah dia… lebih keki lagi justru malah seakan2 disepelekan karena tidak mempan sangsinya…

    Kalau Riri mau beli, ya tinggal seberapa bernyali berhadapan sama samsul, kalau bernyali ya beli saja, toh urusan sama Samsul itu bukan masalah tembok, tetapi masalah ekonomi…

    Suka

  6. Eh ada si aiqyu jongkok datang.

    1. Si Riri itu udah dibolehin Samsul untuk beli pisangnya Rozi. Itu fakta.
    2. Dan si Riri memang udah order pisang ke Rozi. Itu fakta.
    3. Tapi si Rozi yg tidak mau berdamai sama si Samsul memblow-up beritanya berulang2 dengan memutarbalikan fakta seolah2 si Riri dilarang oleh Samsul untuk beli pisangnya Rozi. Padahal di nomor 1 sudah dijelaskan kalo Riri DIPERBOLEHKAN beli pisang Rozi.
    4. Soal si Samsul ada hak atau tidak untuk membangun tembok tinggi mengelilingi kebun pisang si Rozi itu bukan urusan Riri.
    5. Jadi yang salah siapa, Riri ato Rozi ? Rozi.
    6. Mengapa Rozi salah ? Lihat nomor 3.
    6. Jadi yang aiqyunya jongkok siapa ? Yuli.

    Suka

  7. Mbok kalo ngasi analogi itu yg sederhana : “diculke sirahe, digujengi buntute”, gitu baru pas….singkat, padat nan semlohai 😍😍😍

    Suka

  8. Menurut w tetep yg salah samsul, karna selalu sok merasa diri pemimpin dunia lalu bertindak sewenang – wenang terhadap bangsa lain…..

    Jgn lupa bung….!!!!! Riri itu izin alias mohon – mohon biar dibolehin beli pisang rozi, padahal riri itu orang yg merdeka bukan budak, jadi dia punyak hak mau beli apapun kepada siapapun, tanpa harus izin ke orang lain….

    Jadi intinya amerika itu bangsaaat….!!! Terutama dibawah kepemimpinan trump sang beruk……

    Suka

  9. Hlooo…
    Bung TN PHD, anda kebablasan…
    1. Riri tidak ada sangkut pautnya dengan tembok itu benar, tetapi kalau Samsul membangun tembok di area yang bukan miliknya itu salah… analogi anda tentang tembok itu salah bung….
    2. Rozi salah menurut kacamata dan pendapat pribadi Samsul… Riri dan Rozi tidak ada sangkut pautnya dengan pendapat Samsul… lalu yang aneh siapa???? Riri dan Rozi??? bukanya si Samsul???
    3. Rozi tidak pernah memutar balikan fakta… yang ada justru Samsul yang membuat aturan yang berbeda2, ada yang di ancam dan di sangsi dan ada yang berusaha tidak diberi sangsi… yang plin plan plon dan plen itu ya Samsul itu… memangnya apa bukti kuat dan pasti kalau Samsul membolehkan Riri membeli dari Rozi??? bukanya Rozi menyatakan kalau Riri akan kesulitan mendapatkan jaminan Bank karena Samsul bisa saja mengancam dan tidak ada Bank yang akan berani memberikan jaminan???
    4. Saya bingung dengan istilah “aiqyu jongkok”… saya tidak pernah menyatakan seseorang dengan merendahkan kemampuan siapapun… saya hanya menyatakan “analogi tembok itu salah”………..

    Suka

  10. Ada kondisi yang menyertai mengapa Samsul tiba2 menjadi begitu senewen dengan Rozi… ini yang sering dikaburkan dan juga dikaburkan bung TN PHD…
    Sejak kapan Samsul jadi sewot berat sama Rozi??? ya sejak Rozi jualan Android S-4 nya laku keras… usaha maksimal Samsul supaya Android S-4 tidak dibeli, dengan mengancam dengan sangsi ini itu dengan alasan Rozi lah biangnya… padahal inti dari semua kerumitan itu bukan masalah Rozi dan Samsul… dan bukan Riri… tetapi Turkiyem yang ngotot beli Android S-4, karena kalau sampai itu terlaksana, apa nasib pisang molen 35??? padahal Turkiyem sudah ikut dalam pendanaan proyek super pisang molen 35 yang pengolahnya adalah oleh Samsul, dan bahkan Turkiyem termasuk pemasok beberapa bahan bumbu inti… belum lagi jatah pisang molen itu kan sebenarnya sudah dibayar Turkiyem???
    Nah gara2 Android S-4 ini, pisang molen 35 Turkiyem jadi membuat Samsul kawatir berat nanti ketahuan jeroananya sehingga pisang super ini jadi ketahuan sekelas pisang owel pak gerok…
    Sudahlah, Samsul ini kurang pede saja sebenarnya… atau takut kalau sampai Android S-4 Rozi merajalela, nanti smartphone Putri mereka jadi ga laku… apalagi kalau proyek super mahal pisang molen 35 nya juga ga laku bisa gaswat….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s