Proses Pembelian Su-35 Belum Belum Menemukan Titik Terang

Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih mengatakan proses imbal dagang pembelian 11 unit jet tempur Su-35 dari Rusia hingga kini belum menemukan titik terang.

Dilansir dari laman CNBC (13/ 11), Karyanto beralasan, pihak Indonesia dan Rusia belum mencapai kesepakatan terkait jenis barang yang akan ditransaksikan dalam proses imbal dagang tersebut. Adapun nilai pembelian 11 unit jet tempur tersebut mencapai US$ 1,14 miliar atau Rp 16,75 triliun (kurs Rp 14.700/US$).

“Sampai saat ini kita belum menemukan kecocokan antara produk yang diminta oleh Rusia [untuk imbal dagang] dengan yang kita siapkan,” kata Karyanto dalam media gathering, Selasa (13/11).

Kendati demikian, Karyanto menampik molornya proses imbal dagang ini disebabkan adanya tekanan diplomatik dari pemerintah AS kepada pemerintah RI.

“Tidak. Tidak ada kaitannya dengan diplomasi AS,” imbuhnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Oke Nurwan menjelaskan transaksi pembelian 11 unit jet tempur Su-35 masih berjalan lancar, hanya saja saat ini kedua belah pihak sedang melakukan pembahasan mendalam melalui working group soal komoditas apa yang akan dibeli Rusia dari RI sebagai imbal dagang.

“Saat ini transaksi pembelian Sukhoi masih berjalan seperti biasa. Mekanismenya imbal beli. Artinya kita membeli pesawat Sukhoi dan pihak Rusia membeli komoditas kita sekitar US$ 570 juta. Mekanismenya diserahkan ke Kemendag,” kata Oke di kantornya beberapa waktu lalu.

Photo: Sukhoi Su-35 (Istimewa)

Editor: (D.E.S)

Iklan

11 tanggapan untuk “Proses Pembelian Su-35 Belum Belum Menemukan Titik Terang”

  1. Gimana ya…

    Mau baca gak tega….tapi kalo gak dibaca takut mubazir 🤷🤷🤷

    Kalo yg tanggap isyarat alam, pasti sudah menduga akhir ceritanya 🤧🤧🤧

    Suka

  2. jadi maksud beritanya

    rusia masih setuju mau transaksi imbal dagang oleh indonesia, CUMA mau komoditas yang mana masih belum tau, GITU…..

    indonesia siap bantu lewat komoditas, cuma rusia bingung komoditas yang mana

    Suka

  3. Mungkin hanya beda persepsi saja….hhh

    Kan dalam negosiasinya separo dibayar pake uang sedang sisanya dibayar dg barter komoditas 🤷🤷🤷

    Ternyata rusia maunya yg separo dibayar pake barter komoditas itu juga dibayar pake dollar…..lha pihak kita nangkepnya, rusia minta dibarter pake komoditas pohon dollar, yg merambat dirundung itu lho, 🤦🤦🤦

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s