Kemhan Akan Penuhi Kebutuhan Kapal Selam dari Dalam Negeri

Menyusul proyek bersama RI-Korea Sela­tan dalam pembangunan tiga kapal selam, Kemhan berencana melanjutkan pemenuhan kebutuhan minimal 12 kapal selam sepenuhnya dari da­lam negeri. Kemhan telah menjajaki PT PAL selaku pelaksana proyek pembuatan tiga kapal selam sebelumnya, untuk mewujudkan rencana itu.

“Kami dalam negosiasi dengan PT PAL untuk memba­ngun kapal selam sendiri,” kata Kepala Badan Sarana Per­tahanan Kemhan, Laksda TNI Agus Setiadji dalam diskusi dengan tema Membangun Indonesia dalam Perspektif Pen­ingkatan Daya Saing Daerah, di Gedung Sekretariat Dae­rah Provinsi Jawa Timur, sebagaimana dilansir dari laman Koran Jakarta (21/ 11).

Agus menegaskan meski beberapa tahun sebelumnya Kemhan sempat menjajaki untuk membeli kapal selam kelas ‘Kilo’ dari Russia yang dikenal dengan sebutan pro­yek 636, namun pemerintah bertekad akan memenuhi se­luruh kebutuhan kapal selam TNI AL dari produksi dalam negeri.

“Sampai saat ini kami belum berpikiran untuk turut da­lam proyek 636. Kami tetap fokus pada pembuatan di da­lam negeri. Proyek 636 hanya kami gunakan sebagai pem­banding. Karena untuk membuat kapal selam dibutuhkan infrastruktur dan anggaran pendahuluan yang cukup besar. Sehingga kalau kami beralih ke tempat (negara) lain, maka biaya yang kami keluarkan sebelumnya akan sia-sia,” kata Agus.

Photo: KRI Nagapasa 403 dalam rangka persiapan peringatan HUT TNI ke-72 tahun 2017 di Banten. (Istimewa)

Editor: (D.E.S)

Iklan

17 tanggapan untuk “Kemhan Akan Penuhi Kebutuhan Kapal Selam dari Dalam Negeri”

  1. maklum dulu fanasboy teriak2 kepanasan bilang klo kilo kasel paling jaguh seluruh dunia mengakui, paling stealth, paling canggih. dan fanasboy suruh beli kasel kilo 636, yang disebut blackhole, yang mempunyai angka keramat 636… 😀

    tapi sayang seribu sayang setelah melakukan perbandingan dengan sejuta parameter, kasel ini tidak memenuhi standar sejuta parameter.

    Suka

  2. jawaban logis kemenhan. Kita sudah punya fasilitas pembuatan kapal selam dan ToT dari korsel. Sayang kalau tidak dimaksimalkan.

    Suka

  3. Sepertinya parameter yg tidak terpenuhi sama Pr.636 hanya ToT dan harga. Mumpung tidak bakal pindah ke tempat lain, apa artinya kita bakal terus pakai Type 209/214 atau bakal ikut KSS-III?

    Suka

  4. Kayaknya tipe 636 juga gak punya Planar Flank Array, dek IRS…

    Hull nya yg dobel juga bikin perakitan atau pemotongan hull nya jadi dobel kerja…lagipula desain kasel konvensional dobel hull gitu juga sudah mulai ditinggalkan sma rusia, dengan beralih ke Lada Class yg single hull

    Suka

  5. Rencana beli ini beli itu sepertinya hanya retorika bung IRS 😦
    Tapi sebaiknya sudah ada ancang2 mau kemana, jadi planning jangka panjangnya sudah bisa dipikir2. Planning kan ada 1-3 tahun ke depan, ada 3-6 tahun, dll.
    Yang penting tahu mau melangkah kemana 😉

    Suka

  6. Naik kelas dong ke ks 214 dengan turki,,

    Kapan lounchingnya 405,mosok padat teruz jadwal presidennya,buruan loncing biar bisa jualan ke filipino

    Suka

  7. Mumpung timeline penawarannya adalah Morray (Belanda) + beberapa kapal selam Eropa, terus Kilo-class dan akhirnya ditawarin Pr. 877 second, saya rasa budget berperan besar. Pemenang akhir juga sepertinya punya vested interest sehingga rela memberikan value for money yang tinggi.

    Planning kapal selam kita setahu saya masih sama sejak Type. 206 eks Jerman gagal datang. Kebutuhan sepertinya mengikuti perkembangan zaman. Para produsen sepertinya mengejar angka 12 yang tercantum terus dalam perencanaan TNI AL. Walaupun dibikin selama 20 tahun, jumlah tersebut masih lebih bagus dari rencana negara lain.

    Suka

  8. Justru bikin kasel midget itu yang muluk2 karena baru sebatas desain saja dan belum dibikin.

    Sementara fasilitas pembuatan kapal selam di PT PAL sudah jadi, tenaga pekerja sudah berlatih untuk menyambung modul kapal selam. Jadi mending bikin yang ini dulu 3, periode y.a.d juga 3 lagi.

    Sedang midget tunggu nanti 2025, sesudah ilmu changbogo khatam.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s