Rebutan Ruang Udara; Singapura Untung, Malaysia Rugi

Pemerintah Malaysia baru-baru ini membuat keputusan untuk mengklaim kembali ruang udara di perbatasan Singapura dan Malaysia yang bermula pada 2019. Sekaligus memberi signal yang jelas lagi keras kepada kerajaan Singapura yang seringkali dilihat melakukan perundungan kepada Malaysia.

Dilansir dari laman Republika (11/ 12), Singapura justru membuat kenyataan akan mempertahankan dengan kekuasaan. Kekuasaan apakah yang dimaksudkan? Selang sehari, datang pertanyaan dari Malaysia. Singapura negara diktator atau negara demokrasi? Cara yang digunakan tidak jauh dari cara seorang diktator.

Pada zaman Najib Razak menjadi Perdana Menteri, Malaysia kembali merugi jika kontrak pasokan air dari Malaysia ke Singapura dijual pada harga terendah di dunia (0,01 dolar Singapura per 4,546 liter). Selain itu menjadi perkara wajib untuk Malaysia memasok air ke Singapura. Sedangkan warga Malaysia sendiri di Melaka harus belanja 15 kali lipat lebih mahal ke Johor untuk mendapatkan air yang sama.

Inilah namanya kalau melawan, kami lawan balik. Cara Perdana Menteri Malaysia, Tun Dr Mahathir bin Mohamad dan barisan kepimpinan Pakatan Harapan. Tanpa korupsi dan hadiah-hadiah mahal-mahal, pendirian Malaysia tidak boleh dijual beli. Singapura sudah mendapatkan air murah, juga menggunakan ruang udara Malaysia sesuka hatinya. Bila Malaysia mengklaim kembali dan tidak akan membenarkan Singapura menggunakan lagi ruang udara, Negara Singa itu akan kacau balau.

Ya, mungkin, kalau mau gunakan ruang udara Malaysia, bayarlah. Tapi tak semurah pasokan airlah. Apa jadinya jika ruang udara satu menit digunakan harus membayar 100 dolar AS. Adil kan? Silakanlah gunakan juga ruang udara Indonesia. Jangan dipikirkan hanya Singapura yang mau menjadi negara kaya, Malaysia dan Indonesia juga mau menjadi negara maju juga. Jadi, silakan bayar ke Malaysia dan Indonesia untuk menggunakan ruang udara kami.

Seringkali isu antara Singapura dan Malaysia dapat diselesaikan dengan damai. Hanya, dalam setiap penyelesaian yang damai, Malaysia yang seringkali mengalah. Selagi ia tidak mengancam kedaulatan negara, Malaysia banyak mengalah, kecuali isu perebutan Pulau Batu Putih di antara Malaysia dan Singapura.

Singapura menuntut ganti rugi atas pembatalan proyek kereta api cepat HSR. Malaysia juga mengklaim ruang udara. Singapura jangan melebih-lebihkan. Nanti kalau digali isu-isu yang sebelum ini Malaysia banyak mengalah, bisa-bisa defisit utang Malaysia, Singapura boleh tolong bayarkan.

Bagaimanapun kita selesaikan dengan aman dengan cara yang adil. Dimulai hari ini.

Oleh: Mohamad Riadz bin Tan Sri Hashim, Ketua Bagian Partai Pribumi Bersatu Malaysia.

Photo: F-16C fighter milik Angkatan Udara Singapura melakukan atraksi pada Singapore Airshow 2018 di Changi, Singapura. (Republika)

Editor: (D.E.S)

Iklan

13 tanggapan untuk “Rebutan Ruang Udara; Singapura Untung, Malaysia Rugi”

  1. tambah lagii
    di kepulauan riau, pulau Rupat atau karimun besar dan sabang di bangun pelabuhan internasional yang sangat besar. dikasih fasilitas sangat lengkap, agar nanti kapal kapal dagang tidak perlu transit ataupun melintas di pelabuhan singapura lagi.
    kita block dari dua arah, arah utara di riau dan barat di sabang, pulau Rupat maupun karimun besar

    Suka

  2. Negara kutu bs menjelma menjadi singa,belanda itu kecil cm bs menjajah indonesia krn kekuatan dan kecanggihan teknologinya..jng remehkan singapura klo dy mau KL bs dikuasai dengan cepat blm lagi dukungan israel pasti sangat kuat

    Cm klo nyerang indonesia sendirian sama saja nyari mati,nasionalisme rakyat indonesia berbeda dengan negara lain,para penjajah sudah merasakan itu

    Suka

  3. ah nasionalisme lagi nasionalisme lagi……
    kan nasionalisme itu ibarat nazi jerman duduk satu meja dengan komunis sovyet… 😐

    lagipulak negara kita yg dulunya ditanamkan jiwa nasionalisme, setelah merdeka mereka malah menempuh jalan demokrasi…..
    jadi demokrasi itu kunci utama kesejahteraan rakyat indonesia…..bukannya nasionalisme…..

    Suka

  4. Belajar lagi beda demokrasi dengan nasionalisme dek….hhhh

    Klo anda bilang kesejahteraan kunci utama buat rakyat itu namanya sosialisme bukan demokrasi

    Suka

  5. keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia….
    itu masuk sosialisme atau rumusan founding father kita hayooo…..
    founding father kita saja menginginkan adanya dpr/mpr, pemilihan umum dan sebagainya…..
    menghindari nasionalisme berlebihan yg berujung pada fasisme dan ultra nasional sosialisme….. 😐

    Suka

  6. Dalam kata pengantar atas dibukukannya pidato tersebut, yang untuk pertama kali terbit pada tahun 1947, mantan Ketua BPUPKI Dr. Radjiman Wedyodiningrat menyebut pidato Ir. Soekarno itu berisi “Lahirnya Pancasila”.

    ”Bila kita pelajari dan selidiki sungguh-sungguh “Lahirnya Pancasila” ini, akan ternyata bahwa ini adalah suatu Demokratisch Beginsel, suatu Beginsel yang menjadi dasar Negara kita, yang menjadi Rechtsideologie Negara kita; suatu Beginsel yang telah meresap dan berurat-berakar dalam jiwa Bung Karno, dan yang telah keluar dari jiwanya secara spontan, meskipun sidang ada dibawah penilikan yang keras dari Pemerintah Balatentara Jepang. Memang jiwa yang berhasrat merdeka, tak mungkin dikekang-kekang! Selama Fascisme Jepang berkuasa dinegeri kita, Demokratisch Idee tersebut tak pernah dilepaskan oleh Bung Karno, selalu dipegangnya teguh-teguh dan senantiasa dicarikannya jalan untuk mewujudkannya. Mudah-mudahan ”Lahirnya Pancasila” ini dapat dijadikan pedoman oleh nusa dan bangsa kita seluruhnya dalam usaha memperjuangkan dan menyempurnakan Kemerdekaan Negara.”

    sumber wiki

    Suka

  7. Maaf nih. Tp klo menurut sy nasionalisme dan demokrasi itu beda bung. Ya klo liatny dr WIKI bner sama dgn bung iwan bilang. Tp blm tentu bnar. nasionalisme itu lbh ke individu seseorang akan rasa cintanya terhadap bangsa dan negara. Contoh gampangnya : pd saat negara di serang stiap warga negara yg memiliki rasa nasionalisme pasti akan melawan musuh yg dtng. Sedangkan demokrasi paham yg di anut oleh pemeritahan suatu negara dlm mengelola negara tsb. Jd Nasionalisme itu sifatny ke individu sedangkan demokrasi sifatny kepemerintahan.
    Klo bung iwan bilang nasionalisme = dgn Nazi dan komunis soviet. Berarti anda sdh menuduh anggota TNI secara tdk langsung sbg fasis dan komunis donk. Krn mrk pny jiwa nasionalisme yg tinggi dan siap berkorban nyawa utk bangsa dan negara.

    Klo sy boleh ksh saran. Jgn di telen bulet” tulisan di wiki. Lbh baik cari pembadingny dlu dgn yg lain.

    Suka

  8. bung, klo situ bilang jgn telen bulat2 tulisan di wiki, lho padahal wiki itu situs umum yg menyajikan informasi umum… jadi wajar saja jika saya mengacu kesana untuk hal2 yg basic…

    nah sekarang coba jabarkan saja teori2 nya….
    apa saja teori yg dek donlego sebutkan dan apa saja parameternya, klo bisa sebutkan juga teorinya siapa, bukunya apa…
    jangan langsung menuduh saya ini menuduh tni itu fasis dan komunis…. 😐

    jadi nasionalisme itu, jika dilihat dari parameter sosio-ekonomi & politik sangat berbeda dengan paham2 demokrasi.
    misal dulu Komunis sovyet ekonominya terencana, bertolak belakang dengan jerman, inggris dan amerika, negaranya tertutup dan politiknya hanya ada 1 parpol. Sedangkan jerman disebut ultra nasionalis ekonominya dibawah kendali fuhrer, tapi masih ada kebebasan.
    Kalau inggris dan amerika jelas ekonominya terbuka, negaranya terbuka, hanya sistim politik nya yg berbeda, selain itu ada juga parameter ideologi, left atau right.
    Seperti Sovyet yg nasionalismenya tinggi tapi disebutnya Left, sedangkan Jerman juga sama tapi disebutnya Right.
    Semua itu ada diteori Ideology Matrix atau political spectrum.

    Dan yang lebih menggelitik lagi adalah, bahwa dek donlego kurang memahami arti nasionalisme itu sendiri….padahal nasionalisme adalah buah dari Realisme klasik, dan sekarang sudah mulai ditinggalkan.
    Makannya diupgrade dengan pemahaman bary yaitu Neo-Realisme 😆

    Suka

  9. Nah yang lebih penting harus paham juga WIKI itu bisa di edit oleh siapapun bahkan orang lulusan SD yang tau cara editnya pun bisa edit… jadi harus cek juga lainya….
    mungkin itu maksudnya…
    jadikan pembanding oke, tapi jika basic infonya atau acuanya dari situ ga salah juga namun cermati lg aja…

    Suka

  10. Oh iya om Iwan sy memang umurny msh kcil. Bawah sy msh 17thn om. Dan pemahan sy ttg ideologi atau apalah itu namanya msh minim. Klo om mnt sy menjabarkan ttg nasionalisme silangkan om bka link ini https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/Nasionalisme
    Mw pny om itu yg original dan yg sy ksh linkny itu KW kesekian gk jd masalah. Mungkin kembali lg pemahaman sy dan rekan” dsni msh dasar jika dibamdingkan dgn om Iwan. Cma 1 hal yg om iwan hrs ingat. Disini forum militer bkn forum idiologi atau apalah namanya itu. Disni tmptny membahas teknologi militer/mengukur kekuatan militer suatu negara. Jd klo om Iwan bicara ttg paham atau idiologi secara mendetil ya gk nyambung dan mungkin om Iwan salah kamar. Dr sy sgitu aj om
    Jd harap maklum. 😁

    Suka

  11. sepertinya dek @donlego ini selalu menyangkal semua perkataan saya, ibarat air dan minyak yg kgk mungkin bisa menyatu 🙄

    jadi begini saja dek, kan adek menuduh saya, menuduh tni klo tni itu berpaham nazi dan komunis…..
    Nah pertanyaannya adalah…. :

    Memangnya TNI itu professional army atau apalah sesuai penjabaran adek….

    klo saya sih anggap TNI itu professinal army, tpi kayaknya dek @donlego akan tidak sepaham dengan saya…….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s