Commander US Pacaf dan Kasau Bahas Peningkatan Kemampuan F-16 TNI AU

Commander of the United States Pacific Air Force (US Pacaf) General CQ Brown Jr., menemui Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, di Mabesau Cilangkap Jakarta, Kamis (13/12/2018).

Dilanasir dari laman Tangerang Online (14/ 12), Kedatangan orang nomor satu di US Pacaf dan rombongan selain untuk mempererat persahabatan USAF dan TNI AU, sekaligus membahas peluang kerjasama keamanan dan peningkatan kemampuan pesawat tempur F-16A/B dan F-16C/D TNI AU serta potensi pengadaan pesawat F-16 Viper.

Selain itu juga membahas kemampuan awak pesawat melalui latihan bersama hingga tingkat Advanced Weapon Course termasuk kualifikasi air refueling.

Sniper ATP
Upgrade F-16A/B TNI AU dengan Sniper Targeting Pod (LM)

Hadir mendampingi Kasau, Wakasau Marsdya TNI Wieko Syofyan, Koorsahli Kasau Marsda TNI Dr. Umar Sugeng Hariyono, para Asisten Kasau, dan Pangkohanudnas Marsda TNI Imran Baidirus.

Sementara General CQ Brown Jr., didampingi Political Advisor Pacaf Brian Woo, International Affair Pacaf Colonel Daniel Joseph Munter, Lt. Col Meredee Jean Trimble, Public Affair Pacaf Lt. Col Megan Schafer, Ide OACAF Captain Bryanna Appleby, Chief of ODC Col Brady Croiser, Director of Armament ODC Major Eric Flores dan Staff of ODC Major Roderick Cook.

Photo: General CQ Brown Jr., menemui Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, Kamis (13122018). (TNI AU)

Editor: (D.E.S)

Iklan

4 tanggapan untuk “Commander US Pacaf dan Kasau Bahas Peningkatan Kemampuan F-16 TNI AU”

  1. Ketika pak hadi tjahyanto masih menjabat kasau…ini persyaratan yg diminta menyertai pembelian pesawat tempur, yaitu lengkap dengan persenjataan, asesoris, simulator dan pelatihan hingga tahap advance weapons courae bagi pilotnya.

    Jadi begitu kita menerima pespur baru…skill para pilotnya dijamin sudah memenuhi kriteria siap tempur, atau istilahnya paket komplit, pespur dan pengawaknya benar-benar sudah siap operasional, tanpa harus buang-buang waktu.

    Tebak siapa yg sanggup memenuhi kriteria ini….hhhh

    Suka

  2. Dalam pembelian pespur buatan usa yg sebelumnya (f5 dan f16), paket yg disertakan sebatas apa yg sanggup dibeli (pespur, senjata, sparepart) plus kursus BFM (basic fighter manuvering) saja…sedangkan kalo akan mengikuti kursus lanjutan spt advance weapons course harus melalui proses yg berbeda dan dikesempatan yg lain.

    Nah dg mempaketkan proses diatas hingga tahap advance weapons course, tentu saja menyingkat waktu dan hemat biaya sehingga sesampainya disini, para pilot bisa langsung mengimplementasikan ilmu yg didapat sembari memperkaya dg ilmu2 lain dlm pertempuran udara modern yg semakin kompleks, melalui latihan bilateral atau multilateral spt pitch black, red flag atau latihan bilateral antara sesama AU asean

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s