TNI AL Akan Bangun Simulator Meriam dari Senjata ‘Van Spejk’

TNI AL sedang melakukan persiapan untuk melepas senjata utama dari salah satu frigat kelas Ahmad Yani (Van Spejk), KRI Slamet Riyadi – 352.

Senjata utama berupa Meriam Oto Melara 76 mm tersebut akan dipasang di simulator meriam darat di masa depan yang akan dibangun di Paiton, Jawa Timur, sebagaimana dilansir dari laman Janes (18/ 12).

Sumber dari dalam TNI AL dan sumber industri pertahanan Indonesia telah mengkonfirmasi masalah ini secara terpisah.

Simulator meriam yang menghadap ke laut akan dibangun di atas sejumlah senjata kaliber kecil yang saat ini digunakan oleh Korps Marinir Indonesia (Korps Marinir: KORMAR). Fasilitas ini akan dikelola oleh perusahaan elektronik pertahanan milik negara Indonesia PT Len pada kontrak komersial setelah siap.

“Wilayah di sekitar Paiton biasanya digunakan untuk melatih personil KORMAR kami dalam menggunakan senjata 40 mm, 37 mm, 20 mm, dan 12,7 mm,” ungkap sumber TNI AL.

“Kami belum memiliki fasilitas untuk senjata kaliber 76 mm dan 57 mm,” katanya, menambahkan bahwa simulator meriam masa depan akan secara signifikan meningkatkan efisiensi pelatihan TNI AL, dan menurunkan biaya operasional karena alutsista tidak harus dikerahkan ke laut untuk tujuan itu.

Kompleks simulator, yang dijadwalkan untuk memulai konstruksi pada 2019, akan dilengkapi, untuk meniru berbagai operasi tempur di laut, dan menampilkan radar penembakan, sistem manajemen tempur, dan pelatih sistem komunikasi.

Sebuah gambar yang dirilis oleh sumber industri menunjukkan bahwa senjata KRI Slamet Riyadi – 352 akan dipasang di atas alas yang ditinggikan di depan sebuah kompleks simulator.

Photo: A computer-generated visualisation of the gunnery simulator that will be used by Indonesian Navy trainees. (Indonesian defence industry source)

Editor: (D.E.S)

Iklan

One thought on “TNI AL Akan Bangun Simulator Meriam dari Senjata ‘Van Spejk’”

  1. kemarin simulator anoa aja pakai logitech G27 😜😝😂
    keren juga sih ada fungsi COTS, Commercial Of The Shell, sehingga memberi stimulus bagi para sipil untuk mengembangkan sistem dengan basis COTS untuk kedepannya…..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s