Penyerapan Anggaran Alutsista oleh Idhan Masih Rendah

Laksda TNI (Purn) Rahmat Lubis (Tribunnews)
Laksda TNI (Purn) Rahmat Lubis (Tribunnews)

Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) menyoroti penyerapan anggaran alutsista Indonesia yang rendah, dalam Industri Pertahanan (Idhan), pada 4 tahun terakhir ini.

Dilansir dari laman Tribunnews (28/ 12), Kepala Bidang Alih Teknologi dan Ofset KKIP, Laksda TNI (Purn) Rahmat Lubis, mengatakan, alutsista lebih banyak impor daripada diserap oleh BUMN.

Ia mengatakan, di tahun 2014 saja dengan anggaran pertahanan mencapai 83 triliun, diserap hanya 12 persen dan sisanya 88 persen impor.

Di 2015, anggaran 102 triliun yang diserap berada pada 4 persen oleh BUMN dan 96 persen impor.

“Tahun 2016 dengan anggaran 109 triliun hanya diserap 2 persen BUMN dan 98 persen untuk lainnya. Di 2017, dengan anggaran pertahanan 115 triliun, 13 persen untuk BUMN dan 87 persen untuk lainnya,” kata Rahmat dalam sebuah diskusi di kantor Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jumat (28/12/2018).

Sementara itu, ujar Rahmat, hal itu berbeda terbalik dengan negara China yang sangat mengandalkan industri pertahanannya, di mana anggaran pertahanan di tahun 2014, mencapai Rp4.569 triliun namun diserap BUMN hingga 95 persen dan 5 persen impor.

Lebih lanjut, tahun 2015 dengan anggaran 4.927 triliun diserap 95 persen dan 5 persen impor.

Di tahun 2016, anggaran China sebesar 5.120 triliun, penyerapan BUMN menjadi 96 persen dan 4 persen untuk impor.

Di 2017, China menganggarkan 5.541 triliun dengan penyerapan BUMN sebesar 97 persen dan impor 3 persen.

“Dari sini terlihat kemandirian kita masih jauh, masih perlu upaya ekstra,” ujar dia.

Editor: (D.E.S)

Iklan

3 tanggapan untuk “Penyerapan Anggaran Alutsista oleh Idhan Masih Rendah”

  1. Mangkanya rencana pembelian sukhoco-35 itu adalah blunder besar 🤷🤷🤷

    Masih akan dipertahankan…

    Suka

  2. Ngapain blunder besar emg indo bisa bikin pesawat tempur ,gw jamin hingga 20 tahun kedepan indo gk bakalan mandiri alutsista matra udara karena teknologi radar dan mesin jet masih 0 besar di indonesia

    Suka

  3. Ya jelas rendah…jangan dibandingin sama Tiongkok wong disana alutsista apa aja udah bisa dibuat, pespur, heli tempur, kapal selam, frigat, destroyer, korvet, MBT, howitzer, pesawat angkut berat mereka bisa buat. Lhaa sini…… KFX/IFX aja terseok-seok hahaha

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s