Kim Jong Un Beri Sinyal Ingin Segera Berdamai dengan Korsel

Kim Jong Un (kiri) saat bertemu Moon Jae In di pos perbatasan pada 27 April 2018 (AFP)
Kim Jong Un (kiri) saat bertemu Moon Jae In di pos perbatasan pada 27 April 2018 (Foto: AFP)

Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un mengirim surat kepada Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae In, meminta agar pembicaraan damai antara kedua pemimpin lebih diperbanyak pada tahun depan.

Secara teknis, Korsel dan Korut masih berstatus perang sejak pertempuran 1950-1953. Kedua negara hanya meneken perjanjian gencatan senjata yang masih berlaku sampai saat ini, belum perjanjian damai yang permanen.

Kantor presiden Korsel menyatakan, Kim meyampaikan penyesalan tidak bisa ke Seoul tahun ini, sebagai janji atas balasan kunjungan Moon ke Pyongyang pada September lalu, sebagaimana dilansir dari laman I News (30/ 12).

“Pemimpin Kim mengatakan, kedua pemimpin sudah bertemu tiga kali dalam 1 tahun dan menerapkan langkah-langkah berani untuk mengatasi konflik panjang serta mengangkat bangsa dari ketegangan militer dan ketakutan perang,” kata juru bicara Moon, Kim Eui Kyeom, dalam siarang televisi, dikutip dari Associated Press.

Lebih lanjut Kim berkomitmen menjaga hubungan yang sudah baik ini serta akan berkunjung ke Seoul pada 2019.

“Pemimpin Kim mengatakan akan terus mengawasi situasi ini dan menyatakan keinginan kuat untuk mengunjungi Seoul. Kim juga menyampaikan niatnya untuk sering bertemu dengan Presiden Moon pada 2019 demi memajukan diskusi tentang perdamaian dan kesejahteraan di Semenanjung Korea serta membahas isu denuklirisasi Semenanjung Korea,” kata dia lagi.

Dalam tiga pertemuan sebelumnya, mereka sepakat melanjutkan kerja sama ekonomi sebisa mungkin di tengah sanksi internasional yang dihadapi Korut serta menyuarakan optimisme bahwa sanksi internasional bisa diakhiri.

Kedua negara juga mengambil langkah untuk saling mengurangi ancaman militer, seperti menyingkirkan ranjau dan senjata api di perbatasan Panmunjom, menghancurkan pos jaga di garis depan, menciptakan zona penyangga di sepanjang batas darat dan laut, serta memberlakukan zona larangan terbang di perbatasan.

Surat tersebut disampaikan beberapa hari sebelum Kim Jong Un menyampaikan pidato Tahun Baru, sebuah tradisi untuk menyampaikan kepada rakyat Korut, keputusan dan tujuan kebijakan negara ke depan.

Kim menggunakan pidato tahun barunya setahun lalu untuk memulai proses diplomasi dengan Korsel dan Amerika Serikat. Dari situlah bibit pertemuan dan pembicaraan damai dengan Korsel dan AS muncul.

Puncaknya, Kim bertemu dengan Presiden AS Donald Trump pada 12 Juni di Singapura, pertemuan yang tidak pernah terbayangkan di tahun-tahun sebelumnya mengingat runcingnya ketegangan dua negara terkait uji coba senjata nuklir dan rudal Korut.

Editor: (D.E.S)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s